Indonesia Krisis Dokter Gigi, Ternyata Ini Alur Panjang Pendidikan Jadi drg.

Yasinta Rahmawati, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 15 Mei 2025 | 13:06 WIB
Indonesia Krisis Dokter Gigi, Ternyata Ini Alur Panjang Pendidikan Jadi drg.
Pendidikan Dokter Gigi di FKG UPH (istimewa)

Suara.com - Sudah bukan rahasia umum Indonesia kekurangan dokter gigi. Ini karena perlu biaya tidak sedikit dan proses pendidikannya yang cukup lama. Memang apa saja sih tahapan pendidikan dokter gigi?

Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas (FKG UPH) Dr. drg. Andi S. Budihardja, Sp.BM(K) menjelaskan seseorang yang ingin menjadi dokter gigi harus melalui dua tahap yaitu menjadi sarjana kedokteran gigi alias S1 dan pendidikan profesi.

“Pada tahap pertama, mahasiswa akan mempelajari berbagai ilmu dasar kedokteran gigi, seperti anatomi, fisiologi, biokimia, hingga kedokteran gigi klinik. Setelah menyelesaikan tahap ini, mahasiswa akan mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran Gigi (S.Kg),” ujar Dr. Andi dalam keterangan FKG UPH yang diterima suara.com, Kamis (15/5/2025).

Usai mendapat gelar kedokteran gigi (S.Kg) tidak lantas mahasiswa lulusan kedokteran bisa praktik dan mengobati pasien, tapi kata Dr. Andi, harus mahasiswa harus menjalani pendidikan profesi alias koas alias dokter residen untuk menjadi dokter gigi dengan gelar drg.

Pada tahap ini, mahasiswa akan langsung terlibat dalam praktik klinik di rumah sakit atau klinik gigi, di bawah bimbingan dokter gigi senior. Proses ini berlangsung kurang lebih selama dua tahun.

"Setelah menyelesaikan Pendidikan Profesi, mahasiswa harus mengikuti Ujian Kompetensi Dokter Gigi Indonesia (UKDGI), untuk mendapatkan sertifikat kompetensi sebagai dokter gigi," jelas Dr. Andi.

Setelah lulus UKDGI, mereka akan mengurus Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP) internship yang menjadi bukti bahwa mereka terdaftar dan diizinkan untuk berpraktik.

Selanjutnya sebelum resmi berpraktik, dokter gigi baru wajib mengikuti Program Internship Dokter Gigi Indonesia (PIDGI) selama sekitar 6 bulan.Dalam tahap ini, mahasiswa sudah resmi mendapatkan gelar dokter, tetapi masih di bawah pengawasan dokter gigi senior.

Dr. Andi menambahkan, program ini bertujuan untuk membekali dokter gigi baru dengan pengalaman praktik langsung, sekaligus meningkatkan keterampilan mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di berbagai fasilitas kesehatan.

baca juga

"Setelah menuntaskan program internship, dokter gigi baru harus kembali mengurus STR dan SIP praktik mandiri yang menjadi bukti legal bahwa mereka terdaftar dan diizinkan untuk berpraktik sebagai dokter gigi di Indonesia," paparnya.

Tahapan ini dijelaskan Dr. Andi bukan tanpa alasan, karena proses ini juga akan diterapkan terhadap mahasiswa angkatan pertama FKG UPH. Ini karena pada Agustus 2025 mendatang, FKG UPH membuka pendaftaran mahasiswa baru angkatan pertama Tahun Akademik 2025/2026.

Keberadaan FKG UPH ini sudah mendapat izin resmi, sesuai Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia nomor 168/B/O/2025 pada 21 Maret 2025.

Pembukan salah satu fakultas kedokteran gigi baru di Indonesia ini juga ditujukan untuk memperbanyak jumlah dokter gigi di Indonesia. Ini karena berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 2022, jumlah dokter gigi di Indonesia baru sekitar 40.000 orang.

Sementara idealnya dibutuhkan lebih dari 90.000 dokter gigi untuk melayani seluruh penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 270 juta penduduk.

Rasio saat ini, yakni satu dokter gigi untuk setiap 3.000 pasien, masih jauh dari kondisi ideal. Terlebih masih ada 50 persen Puskemas di Indonesia belum memiliki dokter gigi, padahal masalah gigi paling banyak dialami masyarakat,

“Pendidikan dokter gigi di Indonesia masih sangat dibutuhkan. Kehadiran FKG UPH, diharapkan dapat meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan gigi secara menyeluruh, sekaligus mendorong penyebaran dokter gigi yang lebih merata,” jelas Dr. Andi.

Adapun nantinya para mahasiswa ini akan menjalani pembelajaran menggunakan Dental Simulation Lab Oral Biology Lab, Dental Material & Technology Lab, Center for Reconstructive Dentistry, Dental Public Health Lab, serta laboratorium anatomi dan histologi.

Ke depannya, para mahasiswa juga akan menjalani koas di Dental Tower khusus yang berada di Rumah Sakit Siloam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menjadi Guru di Zaman Serba Cepat: Antara Ideal dan Realita

Menjadi Guru di Zaman Serba Cepat: Antara Ideal dan Realita

Your Say | Rabu, 14 Mei 2025 | 19:29 WIB

Mengenal Zero Fluoroscopy, Pilihan Baru Tindakan Jantung

Mengenal Zero Fluoroscopy, Pilihan Baru Tindakan Jantung

Health | Rabu, 14 Mei 2025 | 13:17 WIB

Beda Pendidikan Verrell Bramasta dan Dedi Mulyadi, Kritik Program Siswa Nakal Masuk Barak

Beda Pendidikan Verrell Bramasta dan Dedi Mulyadi, Kritik Program Siswa Nakal Masuk Barak

Lifestyle | Selasa, 13 Mei 2025 | 10:53 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jalan-Jalan, Komunitas Ini Bikin 'Night Walk' Seru Bareng Anabul Demi Lepas Penat

Bukan Cuma Jalan-Jalan, Komunitas Ini Bikin 'Night Walk' Seru Bareng Anabul Demi Lepas Penat

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:57 WIB

Membaca di Ruang Publik: Gerakan Senyap Membiasakan Membaca di Mana Saja

Membaca di Ruang Publik: Gerakan Senyap Membiasakan Membaca di Mana Saja

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Karhutla Sumsel Pecahkan Rekor 8 Tahun, Luas Terbakar Tembus 1.926 Hektare

Karhutla Sumsel Pecahkan Rekor 8 Tahun, Luas Terbakar Tembus 1.926 Hektare

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:49 WIB

18 Promo Makanan Spesial 17 Agustus 2026: Ayam Rp10 Ribuan hingga Buy 1 Get 1

18 Promo Makanan Spesial 17 Agustus 2026: Ayam Rp10 Ribuan hingga Buy 1 Get 1

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:43 WIB

4 CC Cream untuk Menutupi Flek Hitam, Warna Kulit Lebih Merata

4 CC Cream untuk Menutupi Flek Hitam, Warna Kulit Lebih Merata

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35 WIB

5 Kesalahan Menggunakan Toner Pad yang Membuat Kulit IritasI, Bukannya Glowing Malah Perih

5 Kesalahan Menggunakan Toner Pad yang Membuat Kulit IritasI, Bukannya Glowing Malah Perih

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35 WIB

BRI Hadirkan Cashback dan Lelang Gadget Mewah di Kampoeng Tempo Doeloe 2026

BRI Hadirkan Cashback dan Lelang Gadget Mewah di Kampoeng Tempo Doeloe 2026

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:27 WIB

Merawat Budaya, Menggerakkan Ekonomi: Perjalanan Kemiren Bersama Astra

Merawat Budaya, Menggerakkan Ekonomi: Perjalanan Kemiren Bersama Astra

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:16 WIB

BNPB Instruksikan 8 Langkah Penanganan Gempa M 7,7 di NTT

BNPB Instruksikan 8 Langkah Penanganan Gempa M 7,7 di NTT

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:16 WIB

BRI Peduli Hadir untuk Korban Gempa Flores, Salurkan Bantuan dan Dukung Pemulihan

BRI Peduli Hadir untuk Korban Gempa Flores, Salurkan Bantuan dan Dukung Pemulihan

Bekaci | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:15 WIB

×