Jantung Berdebar Saat Istirahat Bisa Jadi Tanda SVT: Waspadai Aritmia di Usia Muda

Dinda Rachmawati

Rabu, 28 Mei 2025 | 20:25 WIB
Jantung Berdebar Saat Istirahat Bisa Jadi Tanda SVT: Waspadai Aritmia di Usia Muda
Ilustrasi Jantung Berdebar Hebat atau Aritmia (Dok. Freepik)

Suara.com - Pernahkah Anda merasakan jantung berdebar tiba-tiba, padahal sedang duduk santai atau bahkan menjelang tidur? Meski terdengar sepele, kondisi ini bisa menjadi sinyal awal dari gangguan irama jantung atau aritmia yang berbahaya, bahkan pada usia muda yang terlihat sehat.

Salah satu jenis aritmia yang jarang disadari namun cukup sering terjadi adalah Supraventricular Tachycardia (SVT). Meskipun banyak yang belum mengetahui istilah ini, SVT bisa berdampak serius apabila tidak segera ditangani dengan tepat.

Dr. Dony Yugo Hermanto, Sp.JP (K), FIHA, seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis aritmia dari RS Siloam TB Simatupang, menjelaskan bahwa SVT merupakan jenis aritmia di mana jantung berdetak jauh lebih cepat dari normal, biasanya di atas 150 denyut per menit (BPM).

“SVT bisa terjadi tiba-tiba, dan hilang begitu saja. Karena itu, seringkali luput dari deteksi,” ujarnya.

Menurut dr. Dony, SVT umumnya sudah ada sejak lahir, namun gejalanya baru muncul saat remaja atau dewasa muda. Ini menjelaskan mengapa banyak penderita merasa sehat-sehat saja hingga akhirnya mengalami gejala mengejutkan, seperti jantung yang berdetak kencang tanpa sebab.

Kenapa SVT Sulit Dideteksi?

Detak jantung cepat saat berolahraga adalah hal yang normal. Namun, jika jantung berdebar hebat saat Anda sedang duduk diam atau berbaring, hal ini patut diwaspadai. 

“Banyak pasien datang dengan keluhan dada tidak nyaman atau sesak, tapi saat diperiksa, jantungnya sudah kembali normal. Ini membuat diagnosis menjadi tantangan,” jelas dr. Dony.

Ia menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan alat seperti smartwatch untuk mencatat detak jantung saat gejala muncul. Data ini sangat penting sebagai referensi bagi dokter dalam menegakkan diagnosis.

baca juga

Apa Penyebabnya?

SVT terjadi karena adanya "jalur listrik" tambahan dalam jantung, yang mengacaukan sinyal normal. “Bayangkan jantung seperti sistem kelistrikan rumah. Jika ada kabel tambahan yang tidak seharusnya, sistemnya jadi kacau. Begitu pula dengan SVT,” terang dr. Dony.

Pemicunya bisa bervariasi, mulai dari faktor bawaan hingga perubahan struktur jantung akibat penuaan. Namun, pada anak muda, SVT umumnya disebabkan oleh kelainan bawaan sistem penghantar listrik jantung.

Jika dibiarkan, SVT bukan hanya sekadar membuat tidak nyaman. Ada tiga komplikasi besar yang dapat terjadi:

1. Pingsan mendadak akibat detak jantung ekstrem, bisa mencapai 250 BPM

2. Kematian mendadak, terutama pada kasus bawaan dengan denyut melonjak hingga 300 BPM.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kurang atau Kebanyakan Tidur Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung, Begini Penjelasan Ahli

Kurang atau Kebanyakan Tidur Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung, Begini Penjelasan Ahli

Lifestyle | Senin, 26 Mei 2025 | 15:10 WIB

Serangan Jantung Jadi Penyebab Terbanyak Kematian Jemaah Haji RI di Tanah Suci

Serangan Jantung Jadi Penyebab Terbanyak Kematian Jemaah Haji RI di Tanah Suci

News | Minggu, 25 Mei 2025 | 13:01 WIB

Serangan Jantung Bisa Balik Lagi dalam 5 Tahun, Ini Cara Ampuh Menurunkan Risikonya

Serangan Jantung Bisa Balik Lagi dalam 5 Tahun, Ini Cara Ampuh Menurunkan Risikonya

Lifestyle | Sabtu, 24 Mei 2025 | 15:41 WIB

Terkini

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 21:54 WIB

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:44 WIB

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:39 WIB

Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove Nasional, Fokus Cegah Karhutla

Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove Nasional, Fokus Cegah Karhutla

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:36 WIB

×