Turunkan Risiko Stunting Sejak Dini: Peran Gizi, Pengasuhan, dan Edukasi Keluarga

Vania Rossa

Rabu, 11 Juni 2025 | 21:23 WIB
Turunkan Risiko Stunting Sejak Dini: Peran Gizi, Pengasuhan, dan Edukasi Keluarga
Ilustrasi stunting. (Freepik)

Suara.com - Stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis di 1.000 hari pertama kehidupan masih menjadi isu penting di Indonesia.

Dampaknya bukan hanya soal tinggi badan, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak, kecerdasan, hingga produktivitas anak di masa depan.

Untuk mencegah stunting, peran keluarga sangat krusial, mulai dari memastikan asupan gizi yang tepat, menerapkan pola pengasuhan responsif, hingga aktif mencari informasi seputar kesehatan anak.

Kolaborasi antara orang tua, kader masyarakat, hingga pemerintah menjadi kunci dalam menurunkan risiko stunting sejak dini.

ChildFund International di Indonesia mendukung upaya pemerintah menurunkan stunting melalui program berbasis masyarakat.

Program Percepatan Penurunan Stunting atau Acceleration of Stunting Rejection Program (ASRP) ini sukses menurunkan angka stunting di beberapa wilayah di Kota Bogor dari 35,9% menjadi 28,6%.

Program Percepatan Penurunan Stunting atau Acceleration of Stunting Rejection Program (ASRP)
Program Percepatan Penurunan Stunting atau Acceleration of Stunting Rejection Program (ASRP)

Hal ini disampaikan oleh Siti Aisah, Health Specialist ChildFund International di Indonesia dalam kegiatan diseminasi capaian ASRP yang berlangsung di Kupang, 11 Juni 2025.

ASRP yang dirilis pada tahun 2022 merupakan kelanjutan dari keberhasilan inisiatif sebelumnya, yaitu Bapak Ibu Anak Tangguh Kota Bogor (Batagor) yang berlangsung di Bogor dari tahun 2020 - 2021.

"Program ini bertujuan untuk menurunkan prevalensi stunting dan isu malnutrisi lainnya dengan melibatkan pemangku kepentingan lokal utama, termasuk TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting), Bapperida, Dinas Kesehatan, puskesmas, pemerintah daerah, dan relawan masyarakat terlatih," ujar Icha, panggilan akrabnya.

baca juga

ASRP berfokus pada optimalisasi 1.000 hari pertama kehidupan bagi anak usia 0–23 bulan di wilayah perkotaan dan perdesaan, salah satunya di Kota Bogor, Jawa Barat.

Program ini mempromosikan pengasuhan yang responsif, peningkatan gizi anak dan perubahan perilaku berkelanjutan di tingkat masyarakat. Dan hasilnya cukup menggembirakan.

“ASRP berkontribusi pada penurunan angka stunting dari dari 35,9% menjadi 28,6%. Program ini juga membantu penurunan gizi buruk berat dari 9,4% menjadi 3,2% dan gizi buruk dari 26,6% menjadi 12,7%. Sementara angka anak dengan berat badan sangat kurang menurun dari 21,9% menjadi 14,3%,” ujar FE. Eriyanto, Pimpinan Yayasan Warga Upadaya, mitra inti ChildFund International di Indonesia di wilayah Bogor.

Pencapaian ini menunjukkan dampak pendekatan berbasis masyarakat yang berakar pada konteks dan kemitraan lokal.

Program ini sendiri sudah mendapat pengakuan dari Pemerintah Kota Bogor.

"Program ini memberikan tiga hal kepada masyarakat. Pertama, edukasi terhadap pola asuh kepada anak, pengetahuan gizi bagi keluarga dan memberikan gambaran terkait dengan pengembangan upaya penurunan stunting," ujar Rudy Mashudi, Kepala Bapperida Kota Bogor.

Kesuksesan program ini mendorong ChildFund International di Indonesia menggagas replikasi program di Kota Kupang dan Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur melalui Yayasan Masyarakat Cita Madani sebagai mitra inti.

Tahap awal implementasi ditandai dengan mempromosikan pengasuhan yang responsif.

Sebanyak 267 dari 311 orang tua (85,9%) dan pengasuh mengalami peningkatan pengetahuan tentang gizi anak dan pengasuhan.

Sementara 37 (100%) kader masyarakat meningkat pengetahuan dan kapasitasnya.

Program ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah Kota Kupang dan Kabupaten Sumba Barat Daya.

“Dukungan dari berbagai pemangku kepentingan memegang peranan yang sangat penting dalam menjamin keberlanjutan program ini, mulai dari keluarga, masyarakat, pemerintah daerah, puskesmas, Bapperida, Dinas Kesehatan, DP3A, dan pihak terkait lainnya,” ujar Silvester Seno, Pimpinan Yayasan Cita Masyarakat Madani.

Mencegah stunting bukanlah tugas satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama dari berbagai elemen, mulai dari keluarga, lingkungan sekitar, hingga dukungan pemerintah.

Dengan edukasi yang tepat tentang gizi, pola asuh responsif, serta akses layanan kesehatan yang memadai, diharapkan angka stunting di Indonesia bisa terus menurun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut MBG Tak Bisa Tekan Kasus Anak Stunting, YLKI Wanti-wanti Masalah Ini ke Pemerintah

Sebut MBG Tak Bisa Tekan Kasus Anak Stunting, YLKI Wanti-wanti Masalah Ini ke Pemerintah

News | Senin, 02 Juni 2025 | 14:32 WIB

Menteri PPPA: Pernikahan Anak Seperti di Lombok Bisa Picu Stunting dan Putus Sekolah

Menteri PPPA: Pernikahan Anak Seperti di Lombok Bisa Picu Stunting dan Putus Sekolah

News | Kamis, 29 Mei 2025 | 13:47 WIB

Survei SSGI 2024: Kemenkes Klaim Prevalensi Stunting Turun Jadi 19,8 Persen

Survei SSGI 2024: Kemenkes Klaim Prevalensi Stunting Turun Jadi 19,8 Persen

News | Senin, 26 Mei 2025 | 20:27 WIB

Terkini

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:41 WIB

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 08:25 WIB

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:23 WIB

Kayu Terus Tergerus, Hutan Kehilangan Penyimpanan Karbon Alami

Kayu Terus Tergerus, Hutan Kehilangan Penyimpanan Karbon Alami

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 08:20 WIB

Menang Harga Mati, Ini Skenario Lolos Timnas Indonesia dari Fase Grup FIFA ASEAN Cup

Menang Harga Mati, Ini Skenario Lolos Timnas Indonesia dari Fase Grup FIFA ASEAN Cup

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 08:20 WIB

BEI Resmi Gelar RUPSLB Akhir Oktober 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

BEI Resmi Gelar RUPSLB Akhir Oktober 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 08:09 WIB

Ngawur! Anak Buah Prabowo Bicara Konspirasi Jelang Partai Hidup Mati Timnas Indonesia

Ngawur! Anak Buah Prabowo Bicara Konspirasi Jelang Partai Hidup Mati Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 08:06 WIB

Kabut Asap Pekat, Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya

Kabut Asap Pekat, Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 08:00 WIB

Qatar Jadi Penengah Rahasia Konflik Panas AS-Iran

Qatar Jadi Penengah Rahasia Konflik Panas AS-Iran

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:58 WIB

Mobil Hilang Kendali dan Terguling, 3 Anggota Damkar Pangkep Gugur

Mobil Hilang Kendali dan Terguling, 3 Anggota Damkar Pangkep Gugur

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 07:57 WIB

×