Di Balik Nikmatnya Makan Seblak, Tersimpan 7 Ancaman Kesehatan Ini!

Ruth Meliana | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 09 Juli 2025 | 16:01 WIB
Di Balik Nikmatnya Makan Seblak, Tersimpan 7 Ancaman Kesehatan Ini!
Seblak Kang Jar (instagram.com/@seblakkangjar)

Suara.com - Seblak memang menjadi primadona di kalangan pecinta kuliner pedas. Perpaduan kerupuk basah, bumbu kencur, dan aneka topping seperti sosis, bakso, serta telur membuatnya sulit ditolak.

Namun di balik kelezatannya, seblak menyimpan potensi bahaya jika dikonsumsi terlalu sering. Kandungan garam, minyak, dan bahan olahan yang tinggi bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Lebih jauh lagi, beberapa dokter menyebut bahwa pola makan tinggi karbohidrat dan lemak seperti seblak bisa mengganggu keseimbangan hormon wanita.

Hal itu berpotensi memicu gangguan reproduksi seperti PCOS dan endometriosis, yang berdampak pada kesuburan.

Artikel ini akan mengulas lebih dalam tentang berbagai risiko kesehatan yang mengintai di balik semangkuk seblak yang menggoda.

ilustrasi seblak (Unsplash/RErisPrayatama)
ilustrasi seblak (Unsplash/RErisPrayatama)

Dampak Buruk Seblak untuk Kesehatan

Berdasarkan sejumlah laman kesehatan, setidaknya ada tujuh potensi penyakit dari seringnya memakan seblak. Apa saja?

1. Iritasi dan Luka pada Lambung

Kandungan cabai dalam seblak dapat merangsang produksi asam lambung berlebih. Jika dikonsumsi terus-menerus, ini bisa menyebabkan gastritis hingga tukak lambung, ditandai dengan nyeri ulu hati, mual, dan perut kembung.

2. Naiknya Asam Lambung (GERD)

Seblak yang pedas dan berminyak bisa memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan. Gejalanya meliputi rasa terbakar di dada, regurgitasi makanan, dan kesulitan menelan.

3. Hipertensi dan Gangguan Jantung

Tingginya kandungan garam dan MSG dalam seblak dapat meningkatkan tekanan darah. Jika dikonsumsi rutin, risiko hipertensi dan penyakit jantung pun meningkat.

4. Obesitas dan Sindrom Metabolik

Seblak mengandung kalori tinggi dari kerupuk, minyak, dan bahan olahan seperti sosis dan bakso. Tanpa pola makan seimbang, berat badan bisa naik drastis dan memicu resistensi insulin serta diabetes tipe 2.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terobosan Medis di Bali: Klinik Ini Tawarkan Terapi Sel Anti-Aging Berstandar Dunia

Terobosan Medis di Bali: Klinik Ini Tawarkan Terapi Sel Anti-Aging Berstandar Dunia

Health | Senin, 30 Juni 2025 | 11:35 WIB

Waspada! Abses Bukan Bisul Biasa: Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Waspada! Abses Bukan Bisul Biasa: Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Health | Kamis, 26 Juni 2025 | 21:39 WIB

Awas Aflatoksin! Senyawa Penyebab Kanker Hati yang Sering Terabaikan di Dapur Anda

Awas Aflatoksin! Senyawa Penyebab Kanker Hati yang Sering Terabaikan di Dapur Anda

Health | Selasa, 24 Juni 2025 | 12:59 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB