Kasus Keracunan Pengguna Suplemen Blackmores, Ini Penjelasan Pakar UGM

Senin, 21 Juli 2025 | 16:54 WIB
Kasus Keracunan Pengguna Suplemen Blackmores, Ini Penjelasan Pakar UGM
Suplemen Blackmores disebut memiliki kandungan vitamin B6 yang berlebihan sehingga bisa merusak saraf. [Dok Blackmores Indonesia]

Suara.com - Produsen suplemen asal Australia, Blackmores kini sedang jadi sorotan dan hendak diseret ke meja hijau setelah beberapa produknya dituding menyebabkan konsumen keracunan serta menyebabkan masalah saraf.

Di Australia, Blackmores sedang dihadang gugatan class action karena ratusan konsumen mengaku mereka mengalami masalah saraf, migren, hingga penurunan fungsi kognitif akibat mengonsumsi suplemen dengan dosis vitamin B6 tinggi.

Blackmores sendiri cukup populer di Indonesia dan meski kasus serupa belum dilaporkan di Tanah Air, tetapi Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Prof. Zullies Ikawati, menegaskan pentingnya pemahaman soal batas aman konsumsi vitamin B6.

"Vitamin B6 itu memang kita mengenalnya sebagai vitamin saraf. Sebenarnya bagus untuk banyak kebutuhan, tetapi sebetulnya kebutuhan hariannya itu tidak terlalu tinggi," jelas Zullies kepada Suara.com, Senin (21/7/2025).

Dia menjelaskan, kebutuhan harian vitamin B6 pada orang dewasa hanya sekitar 2 miligram dan itu bisa diperoleh dari makanan alami seperti biji-bijian, kacang-kacangan, daging, serta pisang.

"Kebutuhan hariannya cuma 2 miligram. Tapi kenapa kita harus minum sampai 50 miligram? Itu berarti sudah berapa kali lipatnya. Jadi dampaknya memang ketika over toxic ya akhirnya bisa berbahaya," ucapnya.

Kasus yang mencuat di Australia menunjukkan adanya dugaan puluhan orang mengalami gangguan saraf setelah mengonsumsi produk Blackmores yang mengandung vitamin B6 dalam dosis tinggi.

Meski begitu, tidak semua individu akan bereaksi sama, karena efeknya tergantung pada durasi konsumsi, dosis, dan sensitivitas tubuh masing-masing.

Kendati belum ada laporan resmi mengenai efek toksik vitamin B6 di Indonesia, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan tidak menganggap semua suplemen aman tanpa pengawasan.

Baca Juga: Hadapi Musim Hujan dengan Fit: Panduan Vitamin dan Suplemen dari Apoteker

"Namanya suplemen itu kan tambahan. Jadi ketika kekurangan (nutrisi), barulah kita membutuhkan (suplemen). Siapa yang ngerti kita kekurangan? Biasanya ditandai dengan gejala-gejala tertentu dan itu perlu dipastikan juga ke dokter," pesannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI