Awas! Suplemen Berlebihan Picu Risiko Kanker, Ini Kata Ahli Gizi

Riki Chandra Suara.Com
Kamis, 16 Januari 2025 | 08:15 WIB
Awas! Suplemen Berlebihan Picu Risiko Kanker, Ini Kata Ahli Gizi
Ilustrasi suplemen. (Shutterstock)

Suara.com - Mengonsumsi suplemen untuk meningkatkan kesehatan secara berlebihan dapat menimbulkan risiko serius. Bahkan, kebiasaan tersebut bisa memicu risiko kanker.

Fakta itu diungkapkan Nichole Andrews, seorang ahli gizi dan ahli diet onkologi. Dalam unggahan video di akun Instagram, Andrews menyoroti tren penggunaan berbagai suplemen seperti kapsul cuka apel, kolagen, kunyit, dan vitamin C.

"Tahukah Anda bahwa dosis berlebihan dapat lebih banyak menimbulkan bahaya daripada manfaatnya?" ujar Andrews dikutip dari Antara yang melansir laporan Medical Daily, Rabu (15/1/2025).

Sebagai ahli diet yang berfokus pada kanker, Andrews menegaskan bahwa makanan utuh seharusnya menjadi sumber utama nutrisi tubuh. Ia menyarankan untuk berhati-hati dalam menggunakan suplemen tanpa rekomendasi dokter.

“Mengandalkan suplemen untuk kesehatan dapat menyebabkan ketidakseimbangan dan bahkan meningkatkan risiko kanker dalam beberapa kasus,” jelasnya.

Bahaya Kapsul Cuka Apel dan Alternatif Alami

Kapsul cuka apel, yang kaya antioksidan, sering dikaitkan dengan manfaat penurunan berat badan, refluks asam, dan pengaturan kadar gula darah. Namun, Andrews memperingatkan bahwa tingkat keasaman tinggi pada kapsul ini dapat menyebabkan iritasi sistem pencernaan.

Sebagai gantinya, ia merekomendasikan air lemon dan makanan fermentasi seperti kimchi atau asinan kubis.

Suplemen Kolagen

Suplemen kolagen dikenal untuk manfaatnya dalam meningkatkan kesehatan kulit, mencegah keropos tulang, dan membangun massa otot. Namun, Andrews menjelaskan bahwa asupan kolagen berlebihan dapat mengganggu penyerapan nutrisi. Alternatif alami seperti daging ayam, ikan, telur, serta buah jeruk dan beri dapat memenuhi kebutuhan kolagen tubuh secara alami.

Kunyit dan Risiko Dosis Tinggi

Suplemen kunyit sering digunakan untuk mengurangi peradangan dan memperbaiki metabolisme. Namun, konsumsi kunyit dalam dosis tinggi dapat memengaruhi fungsi hati dan menyebabkan iritasi lambung.

Andrews menyarankan untuk mengonsumsi kunyit sebagai bumbu makanan dengan tambahan lemak sehat, seperti minyak zaitun atau santan, untuk meningkatkan penyerapannya.

Risiko Tinggi Suplemen Vitamin C

Vitamin C dikenal sebagai penguat sistem kekebalan tubuh. Namun, mengonsumsi lebih dari 200 persen kebutuhan harian dapat menyebabkan batu ginjal dan gangguan pencernaan. Andrews merekomendasikan asupan alami dari jeruk, stroberi, paprika, dan brokoli untuk memenuhi kebutuhan vitamin C tubuh secara seimbang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI