Vaksinasi Melonjak, Cuci Tangan Meningkat: Rahasia Keluarga Sehat Ternyata Ada di Tangan Ayah!

Dinda Rachmawati

Sabtu, 26 Juli 2025 | 13:56 WIB
Vaksinasi Melonjak, Cuci Tangan Meningkat: Rahasia Keluarga Sehat Ternyata Ada di Tangan Ayah!
Ilustrasi Ayah yang Terlibat dalam Pengasuhan (Dok. SIGAP)

Suara.com - Dalam banyak rumah tangga Indonesia, khususnya di daerah pedesaan, peran ayah masih sering dipersempit sebagai pencari nafkah semata. Sementara itu, tugas mengurus anak, menjaga kesehatan keluarga, dan memastikan gizi serta imunisasi terpenuhi hampir seluruhnya dibebankan kepada ibu. 

Padahal, tanpa keterlibatan aktif ayah, upaya membangun keluarga yang sehat dan tangguh bisa terhambat. Dalam momentum Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli, muncul satu pesan penting, setiap anak berhak tumbuh sehat dan aman, dan itu adalah tanggung jawab bersama, baik ibu maupun ayah. 

Sebuah gerakan perubahan pelan tapi pasti sedang terjadi di berbagai pelosok negeri, berkat Program Keluarga SIGAP (Siaga Dukung Kesehatan, Siap Hadapi Masa Depan) yang digagas oleh Gavi, Unilever Lifebuoy, dan The Power of Nutrition, bersama berbagai kementerian terkait.

Dari Guru Biasa Menjadi Ayah Luar Biasa

Akhmad Mahfudji, seorang guru sekaligus ayah tiga anak dari Desa Pemagkih Barat, Banjar, Kalimantan Selatan, menjadi contoh nyata bagaimana perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil—yakni bersedia mendengarkan.

“Saya dulu merasa tanggung jawab kesehatan dan pengasuhan itu ya tugas istri. Saya hanya fokus kerja,” tutur Mahfudji. “Tapi waktu seorang kader datang dan mengenalkan Program Keluarga SIGAP, saya mulai sadar, ternyata peran ayah jauh lebih luas.”

Bersama istrinya, Mahfudji memutuskan mengikuti sesi komunitas yang difasilitasi oleh kader kesehatan lokal. Dari situ, ia mulai ikut serta dalam urusan imunisasi anak, aktif berdiskusi tentang pengasuhan, hingga bermain dan membantu merawat anak-anak.

“Sekarang saya tahu, ayah sebagai kepala keluarga bukan hanya pencari nafkah, tapi juga ikut mengurus anak dan bantu istri. Kalau saya bisa, bapak-bapak yang lain juga harus bisa,” tegas Mahfudji.

Perubahan Nyata, Hasil Nyata

baca juga

Kisah Mahfudji bukan satu-satunya. Program Keluarga SIGAP telah menunjukkan dampak konkret dalam fase pilot yang berlangsung dari Januari hingga Juni 2024 di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Bogor. 

Hasilnya, cakupan vaksin PCV1 (untuk mencegah pneumonia) meningkat dari 28% menjadi 64%. Sementara praktik cuci tangan pakai sabun sebelum memberi makan anak melonjak dari 50% menjadi 81%.

“Pak Mahfudji membuktikan bahwa jika ayah turut dilibatkan dan diberdayakan, mereka bisa menjadi pelindung yang kuat bagi kesehatan anak-anak,” kata Ardi Prastowo, Team Leader Keluarga SIGAP.

“Melalui program ini, kami melihat bahwa tanggung jawab bersama dalam keluarga mampu meningkatkan cakupan imunisasi dan membentuk budaya siaga serta peduli,” lanjut dia.

Program ini dirancang dengan pendekatan holistik, yakni menciptakan ruang belajar bersama untuk ayah dan ibu melalui kunjungan rumah, sesi komunitas, serta pembelajaran sesama orang tua. Ini menjadi standar baru dalam membangun ketahanan keluarga berbasis kesehatan dan kolaborasi.

Membawa Semangat Positif ke Daerah Lain

Setelah sukses di tahap awal, kini program diperluas ke Sukabumi (Jawa Barat), Brebes (Jawa Tengah), dan tetap dilanjutkan di Banjar. Target utamanya adalah keluarga dengan anak usia 0–24 bulan, karena masa ini sangat krusial dalam membentuk fondasi kesehatan jangka panjang anak.

Pengalaman Gavi dan Lifebuoy di India juga memperkuat model pendekatan ini. Mereka menemukan bahwa semakin besar keterlibatan ayah dalam pengasuhan dini, maka akan semakin rendah keraguan terhadap vaksinasi dan semakin tinggi kepercayaan terhadap sistem kesehatan lokal.

Menuju Budaya Baru: Ayah Siaga Kesehatan

Masih banyak pekerjaan rumah untuk membentuk budaya ayah yang aktif dalam pengasuhan di Indonesia. Namun, kisah-kisah seperti Mahfudji menjadi inspirasi bahwa perubahan memang mungkin terjadi, dimulai dari percakapan sederhana, sesi belajar bersama, dan keterbukaan untuk ikut terlibat.

“Kesehatan itu penting untuk keluarga kami. Kalau kami tidak sehat, kami tidak bisa melakukan apa-apa. Sesibuk apapun bapak-bapak, tetap perhatikan permasalahan ibu dan anaknya,” ujar Mahfudji.

Kini, ayah bukan lagi hanya pelindung dari luar, tapi juga penjaga kesehatan dari dalam rumah. Dan ketika ayah dan ibu berjalan bersama, masa depan anak-anak Indonesia akan jauh lebih cerah dan sehat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sadis! Balita Kakak-Beradik di Samarinda Tewas, Kain Sarung dan Prilaku Aneh Sang Ayah jadi Misteri

Sadis! Balita Kakak-Beradik di Samarinda Tewas, Kain Sarung dan Prilaku Aneh Sang Ayah jadi Misteri

News | Sabtu, 26 Juli 2025 | 11:56 WIB

Pendapat Ayah Samakan Erika Carlina dengan Ibu Yesus Dikecam: Bunda Maria Gak Pernah Dugem

Pendapat Ayah Samakan Erika Carlina dengan Ibu Yesus Dikecam: Bunda Maria Gak Pernah Dugem

Entertainment | Jum'at, 25 Juli 2025 | 16:42 WIB

Bandingkan Kehamilan Anaknya dengan Kisah Bunda Maria, Ucapan Ayah Erika Carlina Diprotes Netizen

Bandingkan Kehamilan Anaknya dengan Kisah Bunda Maria, Ucapan Ayah Erika Carlina Diprotes Netizen

Entertainment | Jum'at, 25 Juli 2025 | 13:48 WIB

Terkini

KPK Datangi Glamping di Ciater Subang, Diduga Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat

KPK Datangi Glamping di Ciater Subang, Diduga Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat

News | Rabu, 30 September 2026 | 13:51 WIB

Stres Kuliah? Ini 5 Tempat Refreshing untuk Menyegarkan Pikiran Penat di Jogja

Stres Kuliah? Ini 5 Tempat Refreshing untuk Menyegarkan Pikiran Penat di Jogja

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 13:51 WIB

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menggunakan Air Mawar?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menggunakan Air Mawar?

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 13:51 WIB

Diskon Spesial BRI di Private Viewing Heritage Culture Tina Andrean 2026

Diskon Spesial BRI di Private Viewing Heritage Culture Tina Andrean 2026

Bri | Rabu, 30 September 2026 | 13:46 WIB

Bahas RUU LLAJ Bersama DPR, Ini Poin-Poin Penting yang Disetujui Pemerintah

Bahas RUU LLAJ Bersama DPR, Ini Poin-Poin Penting yang Disetujui Pemerintah

News | Rabu, 30 September 2026 | 13:46 WIB

Pendidikan di Era ChatGPT: Apakah Budaya Menghafal Masih Relevan?

Pendidikan di Era ChatGPT: Apakah Budaya Menghafal Masih Relevan?

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 13:45 WIB

'Apartemen' Mewah Lapas Cibinong Ternyata Ilegal, Tak Terdaftar BMN dan Tanpa APBN

'Apartemen' Mewah Lapas Cibinong Ternyata Ilegal, Tak Terdaftar BMN dan Tanpa APBN

Bogor | Rabu, 30 September 2026 | 13:42 WIB

Penerima Bansos Bakal Pakai Data Terbaru, Mulai Disalurkan Kuartal I 2027

Penerima Bansos Bakal Pakai Data Terbaru, Mulai Disalurkan Kuartal I 2027

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 13:41 WIB

DJP Mulai Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan 5 Bank dan 1 Fintech

DJP Mulai Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan 5 Bank dan 1 Fintech

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 13:40 WIB

2 Pembalapnya jadi Calon Juara Dunia MotoGP, Aprilia Tak Akan Pilih Kasih!

2 Pembalapnya jadi Calon Juara Dunia MotoGP, Aprilia Tak Akan Pilih Kasih!

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 13:40 WIB

×