Aduh, Ibu Hamil Kena Penyakit Gusi Berisiko Lahirkan Bayi Prematur hingga Stunting

Nur Khotimah, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 24 Juli 2025 | 12:49 WIB
Aduh, Ibu Hamil Kena Penyakit Gusi Berisiko Lahirkan Bayi Prematur hingga Stunting
Ilustrasi ibu hamil. (Pexels/Jonathan Borba)

Suara.com - Banyak orang menganggap remeh kesehatan gigi dan mulut, termasuk penyakit gusi seperti periodontitis pada ibu hamil ternyata bisa menyebabkan kasus stunting dan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) pada bayi yang dikandung.

Kenyataan ini diungkap Dokter Gigi sekaligus Co-Founder Kembara Nusa drg. Safira Khairina, M.Kes. yang kerap berfokus pada layanan kesehatan gigi dan mulut di wilayah belum terjangkau medis.

Menurut drg. Safira, ia kerap mendapati ibu hamil mengalami peradangan serius di gusi dan tulang di sekitarnya atau yang lebih dikenal periodontitis.

Bukan cuma sebabkan ganggu kesehatan pribadi ibu hamil, kondisi ini juga bisa sebabkan bayi lahir prematur, yaitu lahir sebelum kehamilan menginjak 37 minggu.

"Gigi yang sehat dimulai sejak dalam kandungan. Maka penting bagi ibu hamil untuk menjaga kebersihan mulut dan memeriksakan gigi secara rutin," ujar drg. Safira melalui keterangan yang diterima Suara.com, Rabu (23/7/2025).

Ilustrasi Ibu Hamil. (unsplash/omurdeen cengiz)
Ilustrasi Ibu Hamil. (unsplash/omurdeen cengiz)

Periodontitis adalah peradangan pada struktur penyangga gigi yaitu tulang penyangga gigi dan gusi. Kondisi yang ditandai dengan gusi sering berdarah ini bisa menyebabkan kerusakan jaringan di sekitar gusi dan gigi, sekaligus menyebabkan gigi tanggal secara spontan.

Pada ibu hamil, periodontitis bisa menyebabkan peradangan sistemik yang berisiko menurunkan fungsi plasenta, ganggu metabolisme zat gizi, dan menurunkan efisiensi penyerapan nutrisi ke janin. Karena itu, menjaga kesehatan mulut selama kehamilan sangat penting untuk mendukung pertumbuhan janin yang optimal.

Mirisnya lagi menurut drg. Safira, bayi yang sejak di dalam kandungan tidak mendapat nutrisi maksimal inilah yang akhirnya memicu stunting dan BBLR. Bahkan jika bayi lahir dengan stunting dan BBLR inilah yang menciptakan ‘lingkaran setan’, karena anak tersebut nantinya lebih berisiko alami gangguan tumbuh kembang gigi enamel tipis, keterlambatan pertumbuhan gigi, hingga karies dini yang dapat menghambat anak untuk mendapatkan asupan gizi yang optimal.

"Kami berharap para kader bisa menjadi penerang informasi di lingkungannya untuk menurunkan angka stunting dan BBLR melalui edukasi gigi yang lebih merata," ungkap drg. Safira dalam acara bakti sosial kesehatan gigi dan mulut yang digelar oleh Yayasan Kembara Nusa bersama GIGI.ID di Desa Senaru, Lombok Utara pada 16 hingga 20 Juli 2025 lalu.

Edukasi kesehatan gigi dan mulut di Desa Senaru, Lombok Utara (foto:istimewa)
Edukasi kesehatan gigi dan mulut di Desa Senaru, Lombok Utara (foto:istimewa)

Penjelasan drg. Safira ini juga sesuai dengan data Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara, yang menunjukkan bahwa BBLR merupakan komplikasi neonatal tertinggi di kabupaten ini yaitu 49,7% dari seluruh kasus pada 2022.

Rinciannya, Kecamatan Bayan mencatat angka tertinggi sebesar 63,2%. Sementara itu, prevalensi stunting di Lombok Utara pada tahun 2024 tercatat sebesar 14,69%, meski telah menunjukkan tren penurunan.

Inilah sebabnya, dengan dukungan penuh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai sponsor utama, lebih dari 450 warga Desa Senaru menerima layanan pemeriksaan dan pengobatan gigi secara gratis, mulai dari pencabutan, penambalan gigi, perawatan gigi anak dan dewasa, hingga pemberian obat-obatan.

Kegiatan ini juga melibatkan lebih dari 30 relawan medis dan non-medis dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti Jakarta, Lampung, Riau, Bandung, Bali, dan Mataram, yang secara sukarela hadir untuk memperluas akses layanan kesehatan gigi di wilayah yang masih kekurangan tenaga medis.

Terakhir, Ketua Pengurus Wilayah PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) NTB, drg. Bagyo Ariyogo Murdjani mengingatkan layanan kesehatan gigi dan mulut perlu dilakukan dengan konsisten, termasuk harus dibarengi dengan edukasi terus-menerus yang bisa mengubah gaya hidup masyarakat seperti kebiasaan menyikat gigi sebelum tidur dan setelah sarapan.

"Yang paling penting adalah bagaimana penyuluhan ini mampu mengubah perilaku masyarakat. Jika pola menyikat gigi anak atau ibu hamil bisa berubah, maka dampaknya akan jauh lebih besar," tegas drg. Bagyo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hamil di Luar Nikah Menurut Pandangan Hukum di Indonesia, Bagaimana Nasib dan Hak-hak Anak?

Hamil di Luar Nikah Menurut Pandangan Hukum di Indonesia, Bagaimana Nasib dan Hak-hak Anak?

Lifestyle | Rabu, 23 Juli 2025 | 16:21 WIB

Skandal Korupsi PMT Bumil-Balita Diusut KPK, Kemenkes Pasrah, Kenapa?

Skandal Korupsi PMT Bumil-Balita Diusut KPK, Kemenkes Pasrah, Kenapa?

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 10:19 WIB

Dana Pengadaan Makanan Ibu Hamil dan Balita Dikorupsi? KPK Bergerak Usut Kasus di Kemenkes

Dana Pengadaan Makanan Ibu Hamil dan Balita Dikorupsi? KPK Bergerak Usut Kasus di Kemenkes

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 21:58 WIB

Terkini

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Health | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:36 WIB

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:17 WIB

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:34 WIB

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05 WIB