Supaya Anak Peduli Lingkungan, Begini Cara Bangun Karakter Bijak Plastik Sejak Dini

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 22 Oktober 2025 | 16:08 WIB
Supaya Anak Peduli Lingkungan, Begini Cara Bangun Karakter Bijak Plastik Sejak Dini
Ilustrasi anak peduli lingkungan. (Freepik)
  • Menanamkan karakter peduli lingkungan pada anak bukan hal instan, tapi bisa dimulai dari langkah kecil: memilah sampah, mendaur ulang, dan membiasakan berpikir hijau.
  • Inisiatif ini melibatkan sekolah, guru, dan orang tua agar kebiasaan bijak plastik bisa tumbuh menjadi karakter positif yang berkelanjutan.
  • Dengan dukungan pemerintah dan berbagai pihak, gerakan ini menjadi langkah nyata membentuk generasi yang lebih bertanggung jawab terhadap bumi.
     
     

Suara.com - Di tengah meningkatnya tantangan sampah plastik di Indonesia, muncul pertanyaan besar: bagaimana cara membesarkan anak yang peduli lingkungan? Jawabannya, ternyata dimulai dari hal paling sederhana, yaitu mengajarkan anak-anak untuk bijak plastik sejak dini.

Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2024, Indonesia menghasilkan lebih dari 34 juta ton sampah per tahun, dan sekitar 67% di antaranya belum terkelola dengan baik.

Dari jumlah tersebut, plastik menjadi salah satu penyumbang terbesar. Melihat fakta ini, membentuk karakter anak yang peduli lingkungan bukan lagi sekadar pilihan, tapi kebutuhan mendesak.

Mengubah Pola Pikir Sejak Dini

Workshop “Generasi #BijakPlastikSejakDini, Anak Hebat Peduli Lingkungan”. (dok. Mondelez)
Workshop “Generasi #BijakPlastikSejakDini, Anak Hebat Peduli Lingkungan”. (dok. Mondelez)

Melalui program #BijakPlastikSejakDini, Mondelez Indonesia berupaya menanamkan nilai peduli lingkungan kepada anak-anak lewat kegiatan sederhana seperti memilah, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah plastik. Workshop bertema “Generasi #BijakPlastikSejakDini, Anak Hebat Peduli Lingkungan” ini menjadi kelanjutan program yang telah berjalan sejak 2021, dengan pendekatan edukatif yang menyenangkan dan partisipatif.

Menurut Dr. Khamim dari Kemendikdasmen, program ini sejalan dengan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya dalam pilar kebiasaan bermasyarakat.

“Anak-anak perlu memahami bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Siti Mariam dari Kementerian Lingkungan Hidup menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak.

“Ketika anak-anak, guru, orang tua, dan sekolah berjalan bersama, maka kebiasaan bijak plastik akan menjadi gaya hidup, bukan sekadar kampanye sesaat,” jelasnya.

Dari Sekolah ke Rumah

Salah satu contoh nyata datang dari SDN Pesanggrahan 09 Pagi Jakarta Selatan, pemenang kompetisi Bank Sampah #BijakPlastikSejakDini. Kepala sekolah, Yunita Monike Rahmi Siregar, bercerita bahwa perubahan dimulai dari pembiasaan sederhana: memilah sampah di sekolah.

“Anak-anak mulai terbiasa memilah sampah, dan kebiasaan itu pelan-pelan mereka bawa ke rumah,” ujarnya bangga.

Kegiatan bank sampah ini tidak hanya mengajarkan tanggung jawab, tapi juga melatih anak untuk berpikir sistematis dan menghargai proses.

Bahkan, tahun ini kegiatan semakin seru dengan tambahan sesi dongeng interaktif dari Nia Ramlan, yang membawakan kisah cinta lingkungan lewat cerita yang menginspirasi.

Peran Orang Tua Jadi Kunci

Menurut Julia Jasmine, Mom & Sustainable Living Content Creator, membangun karakter cinta lingkungan di keluarga dimulai dari hal kecil.

“Tiga langkah sederhana bisa dilakukan: pertama, sadarkan anak bahwa sampah adalah tanggung jawab kita. Kedua, mulai biasakan memilah, meski belum sempurna. Dan terakhir, terus belajar lewat buku atau kegiatan lingkungan,” jelasnya.

Dukungan orang tua menjadi jembatan penting agar nilai-nilai yang diajarkan di sekolah juga tumbuh subur di rumah. Dengan begitu, anak-anak belajar bahwa menjaga bumi bukan tugas orang lain—melainkan bagian dari jati diri mereka.

Investasi untuk Masa Depan

Hingga kini, program #BijakPlastikSejakDini telah diterapkan di 12 sekolah mitra, melibatkan lebih dari 5.700 siswa, dan berhasil mengumpulkan 27,5 ton sampah plastik. Tak hanya itu, program ini juga menjadi mitra resmi Gerakan Sekolah Sehat (GSS) Kemendikdasmen dan meluncurkan buku serta video edukasi ramah anak tentang pengelolaan sampah.

Bagi Marfusita Hamburgiwati, Country Lead of Corporate & Government Affairs Mondelez Indonesia, inisiatif ini bukan sekadar CSR, tapi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan.

“Anak-anak adalah cerminan masa depan. Jika sejak dini mereka belajar bijak plastik, kelak mereka akan tumbuh menjadi generasi yang mampu menciptakan perubahan nyata,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sederhana tapi Berdampak: Euforia Kemerdekaan dengan Peduli Lingkungan

Sederhana tapi Berdampak: Euforia Kemerdekaan dengan Peduli Lingkungan

Your Say | Senin, 18 Agustus 2025 | 14:44 WIB

Hemat Air Tanpa Drama: Inovasi Cerdas Buat Rumah yang Peduli Lingkungan

Hemat Air Tanpa Drama: Inovasi Cerdas Buat Rumah yang Peduli Lingkungan

Lifestyle | Kamis, 03 Juli 2025 | 14:18 WIB

PNM Wujudkan Komitmen Peduli Lingkungan, Raih Penghargaan Gold di TJSL & CSR Awards 2025

PNM Wujudkan Komitmen Peduli Lingkungan, Raih Penghargaan Gold di TJSL & CSR Awards 2025

Bisnis | Jum'at, 27 Juni 2025 | 15:00 WIB

Terkini

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB