Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia

Sabtu, 03 Januari 2026 | 19:11 WIB
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
Direktur Eksekutif IHDC sekaligus Ketua Tim Kajian, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH. (Suara.com/Fajar Ramadhan)
Baca 10 detik
  • Kajian IHDC menemukan bahwa partisipasi kesehatan di Indonesia belum inklusif.
  • Terutama bagi kelompok rentan seperti perempuan dan masyarakat miskin.
  • Rendahnya partisipasi berdampak pada penundaan pengobatan, beban kuratif meningkat, dan menurunnya kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan.

5 Instrumen Penguatan Partisipasi Kesehatan:

1. Agen partisipatori berbasis komunitas (Posyandu, Puskesmas, dokter keluarga)
2. Pengembangan Indeks Partisipasi Kesehatan (responsivitas, kepuasan, akses, reliabilitas data)
3. Pendanaan berbasis komunitas yang berkelanjutan
4. Standar prosedur kerja (SPK) komunitas yang sederhana dan berbasis mutu
5. Perlindungan sistemik dari stigma dan diskriminasi

Pilar dan instrumen ini diharapkan bisa meningkatkan kesehatan dengan banyaknya partisipasi dari berbagai pihak. Dengan begitu Indonesia dapat membangun sistem kesehatan yang baik sekaligus menumbuhkan kepercayaan publik.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI