Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api

Dinda Rachmawati Suara.Com
Selasa, 20 Januari 2026 | 16:46 WIB
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ingatkan Bahaya Cacar Api dan Pentingnya Pencegahan (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • Maia Estianty menjadi Duta Kampanye "Kenali Cacar Api" mengusung pesan menua sehat dan produktif bersama RS Siloam dan GSK.
  • Cacar api disebabkan reaktivasi Varicella Zoster akibat penurunan imunitas seiring usia, berisiko menyebabkan komplikasi serius.
  • Pencegahan penting melalui gaya hidup sehat dan vaksinasi, terutama bagi dewasa dan penderita penyakit penyerta, berdasarkan rekomendasi dokter.

Suara.com - Maia Estianty dikenal sebagai sosok perempuan inspiratif yang tak pernah berhenti berkarya. Di usia dewasa, musisi, produser, sekaligus ibu dari tiga anak ini tetap aktif, produktif, dan tampil prima.

Bagi Maia, menua bukan alasan untuk melambat, melainkan fase hidup yang harus dijalani dengan sehat dan penuh kesadaran. Prinsip inilah yang mendorongnya terlibat sebagai Duta Kampanye Kesehatan “Kenali Cacar Api” bersama Rumah Sakit Siloam Lippo Village dan GSK Indonesia.

Melalui kampanye ini, Maia mengusung pesan Ageing Gracefully, sebuah ajakan untuk menua dengan sehat, tetap aktif, dan produktif, terutama bagi kelompok dewasa dan mereka yang memiliki risiko penyakit tertentu. 

“Sebagai pekerja seni yang aktif, ibu, dan istri, masih banyak yang ingin saya lakukan ke depan. Saya ingin terus berkarya dan menikmati waktu berkualitas bersama keluarga sehingga saya harus menjaga kesehatan agar momen bahagia tidak terlewatkan,” ujar Maia.

Menurutnya, menjaga kesehatan di usia dewasa tidak cukup hanya dengan terlihat bugar dari luar. Pencegahan penyakit harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk dari ancaman penyakit yang kerap luput dari perhatian, seperti cacar api. 

“Untuk mencegah terjadinya cacar api, penting bagi orang dewasa untuk menjalani pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, tidur cukup, dan rutin berolahraga, termasuk dengan melakukan vaksinasi sesuai rekomendasi dokter,” tambahnya.

Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia secara alami mengalami penurunan sistem kekebalan yang dikenal sebagai age-related immunity decline (ARDI). 

Kondisi ini membuat orang dewasa semakin rentan terhadap infeksi, salah satunya Herpes Zoster atau cacar api. Penyakit ini disebabkan oleh reaktivasi Virus Varicella Zoster, virus yang juga menyebabkan cacar air. 

Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tersebut tidak hilang sepenuhnya, melainkan dorman di dalam saraf dan dapat aktif kembali di kemudian hari, terutama ketika daya tahan tubuh menurun.

Baca Juga: Cerita Habib Jafar Lempar Batu ke Gereja, Bukan Gara-Gara Benci Tapi Penasaran Bunyinya

Herpes Zoster lebih sering terjadi pada lansia dan individu dengan imunitas yang melemah. Padahal, penyakit infeksi dengan tingkat morbiditas dan dampak komplikasi yang tinggi ini sebenarnya dapat dicegah.

dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Rumah Sakit Siloam Lippo Village, mengungkapkan bahwa cacar api bukan penyakit ringan. 

“Kami di Rumah Sakit Siloam Lippo Village menangani banyak pasien Herpes Zoster. Komplikasi yang paling banyak kami tangani adalah Nyeri Pascaherpes (NPH). Berdasarkan cerita para penyintas, nyeri ini menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan berkurangnya kualitas hidup,” jelasnya.

Ia menambahkan, nyeri pascaherpes dapat berdampak besar pada kehidupan sehari-hari. “Beberapa individu menyatakan bahwa nyeri ini menyebabkan berkurangnya produktivitas kerja, kualitas tidur, waktu dengan keluarga, dan kemampuan untuk menikmati aktivitas sehari-hari,” lanjut dr. Sandra.

Tak hanya itu, dr. Sandra menegaskan bahwa banyak orang sebenarnya berisiko terkena cacar api tanpa menyadarinya. Individu dengan penyakit penyerta seperti autoimun, kanker, penyakit jantung, diabetes, serta gangguan ginjal memiliki risiko yang jauh lebih tinggi. 

Oleh karena itu, pencegahan cacar api menjadi langkah yang jauh lebih penting daripada yang selama ini disadari masyarakat.

Berdasarkan rekomendasi Satgas Imunisasi PAPDI tahun 2025, vaksin Herpes Zoster dianjurkan bagi pasien dengan penyakit jantung, diabetes, dan gangguan ginjal. 

Vaksinasi dinilai sebagai langkah proaktif untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup di masa mendatang, sekaligus membantu mengurangi risiko terkena cacar api dan mencegah komplikasi berbahaya apabila infeksi tetap terjadi.

Komitmen pencegahan ini juga ditegaskan oleh dr. Johan Wijoyo, Head of Medical Adult Vaccine GSK Indonesia. Ia menyatakan bahwa GSK secara aktif mendukung upaya pencegahan penyakit menular melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. 

“Kami aktif meningkatkan kesadaran publik melalui edukasi khusus tentang pentingnya pencegahan cacar api atau Herpes Zoster, termasuk vaksinasi sebagai langkah preventif yang efektif. Kami percaya bahwa edukasi dan akses informasi yang tepat dapat membantu masyarakat mengambil keputusan kesehatan yang lebih baik,” ujarnya.

Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, GSK Indonesia telah menjalin kerja sama resmi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama. 

Kolaborasi ini bertujuan memperluas akses edukasi, mempermudah konsultasi medis, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dewasa akan pentingnya pencegahan penyakit dan vaksinasi. 

Selain itu, GSK juga menghadirkan chatbot WhatsApp KECAPI (Kenali Cacar Api) yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi seputar cacar api dan pencegahannya, serta terus memperluas kampanye edukasi melalui berbagai platform digital.

Cacar api sendiri perlu diwaspadai karena risikonya cukup tinggi. Sekitar 9 dari 10 individu dewasa berusia di atas 50 tahun sudah membawa virus penyebab cacar api dalam tubuhnya, dan 1 dari 3 orang dewasa berisiko mengalami cacar api sepanjang hidupnya. 

Meski tidak menular secara langsung dari satu orang ke orang lain, penderita cacar api aktif dapat menularkan virus melalui kontak langsung dengan cairan lepuhan, yang dapat menyebabkan cacar air pada individu yang belum pernah terinfeksi sebelumnya.

Komplikasi paling umum dari cacar api adalah nyeri pascaherpes, yang dapat berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun setelah ruam sembuh. 

Selain itu, cacar api juga dapat menimbulkan komplikasi lain seperti gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, hingga gangguan serebrovaskular, dengan risiko yang meningkat pada usia lanjut.

Melalui pesan ageing gracefully yang disuarakan Maia Estianty, kampanye “Kenali Cacar Api” mengingatkan bahwa menua dengan sehat adalah pilihan yang bisa diupayakan. 

Dengan gaya hidup sehat, kesadaran akan risiko penyakit, serta langkah pencegahan seperti vaksinasi, masyarakat diharapkan dapat terus menikmati hidup yang aktif, produktif, dan berkualitas hingga usia lanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI