- CT Scan Revolution Apex 512 slices diperkenalkan untuk meningkatkan diagnosis penyakit jantung dan stroke secara cepat.
- Teknologi baru ini memungkinkan pemindaian jantung dalam satu denyut dan akurasi tinggi meskipun ada implan logam.
- Rumah sakit tersebut juga meluncurkan Aplikasi Medistra sebagai bagian transformasi digital untuk efisiensi pelayanan pasien.
Suara.com - Penyakit jantung dan berbagai penyakit kronis masih menjadi penyebab kematian tertinggi, baik di tingkat global maupun nasional. Ironisnya, banyak kasus baru terdeteksi ketika kondisi pasien sudah memasuki tahap lanjut.
Di Indonesia, persoalan ini kerap dipicu oleh keterlambatan diagnosis, baik karena keterbatasan akses pemeriksaan penunjang yang akurat maupun belum optimalnya integrasi teknologi digital dalam layanan kesehatan. Padahal, sebagian besar penyakit jantung dan pembuluh darah berkembang tanpa gejala yang jelas. Tanpa deteksi dini, risiko komplikasi meningkat dan peluang intervensi dini semakin sempit.
Realitas tersebut menuntut sistem layanan kesehatan yang lebih responsif, cepat, dan presisi. Diagnosis tidak lagi bisa mengandalkan gejala klinis semata, melainkan harus ditopang teknologi pencitraan mutakhir yang mampu membaca kondisi organ secara detail dalam waktu singkat.
Menjawab kebutuhan itu, Medistra Hospital menghadirkan CT Scan Revolution Apex dari GE Healthcare sebagai penguatan fasilitas diagnostik unggulan.

CT Scan berteknologi 512 slices ini dirancang untuk menghasilkan pencitraan lebih cepat dan akurat dengan dosis radiasi lebih rendah. Salah satu keunggulannya adalah fitur 1-beat cardiac imaging yang memungkinkan pemindaian jantung hanya dalam satu denyut.
Teknologi ini sangat krusial untuk mendeteksi kelainan pembuluh darah koroner secara presisi, terutama pada pasien dengan risiko penyakit jantung yang tinggi. Selain itu, fitur Metal Artifact Reduction (MAR) membantu menghasilkan gambar tetap jernih meski pasien memiliki implan logam, sehingga kualitas diagnosis tetap optimal.
Untuk kasus kegawatdaruratan seperti stroke, fitur Smart Stroke mempercepat proses pemindaian hingga pelaporan hasil. Kecepatan menjadi faktor penentu dalam penanganan stroke, karena setiap menit keterlambatan dapat berdampak pada kerusakan jaringan otak yang permanen. Dengan sistem yang lebih efisien, dokter dapat segera menentukan langkah intervensi medis yang tepat.
Tak hanya mengedepankan akurasi, pemeriksaan juga dirancang lebih nyaman bagi pasien. Teknologi ini memungkinkan pemindaian pada anak tanpa sedasi, mendukung pasien obesitas, serta dilengkapi ruang pemeriksaan dengan ambient lighting untuk mengurangi kecemasan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya berbicara soal kecanggihan alat, tetapi juga pengalaman dan keselamatan pasien.
Dalam pemaparannya, dr. Ardian Jahja Saputra, Sp.JP menegaskan bahwa pemeriksaan penunjang memiliki peran vital dalam deteksi dini penyakit jantung dan pembuluh darah. Banyak pasien, menurutnya, tidak menyadari adanya penyempitan pembuluh darah hingga terjadi serangan jantung. Dengan teknologi pencitraan yang lebih presisi, risiko tersebut dapat diidentifikasi lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi menjadi kritis.
Baca Juga: 3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
Senada dengan itu, dr. Monica Mangkuwerdojo, Sp.Rad menyampaikan bahwa perkembangan teknologi CT Scan secara signifikan meningkatkan kualitas penegakan diagnosis. Hasil pencitraan yang lebih detail dan waktu pemeriksaan yang lebih singkat membantu dokter menyusun rencana terapi secara lebih tepat dan terukur.
Selain memperkuat lini diagnostik, Medistra Hospital juga meluncurkan Aplikasi Medistra sebagai bagian dari transformasi digital layanan kesehatan. Aplikasi ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai kebutuhan pasien dalam satu platform, mulai dari pendaftaran, akses informasi layanan, hingga hasil pemeriksaan. Digitalisasi ini menjadi langkah strategis untuk memangkas proses administratif yang berbelit serta meningkatkan efisiensi pelayanan.
Transformasi ini memperlihatkan arah baru layanan kesehatan: teknologi medis dan teknologi digital berjalan beriringan. Diagnosis yang cepat perlu didukung sistem administrasi yang efisien agar pasien tidak kehilangan waktu dalam proses birokrasi. Dengan pendekatan tersebut, layanan kesehatan menjadi lebih terstruktur, transparan, dan mudah diakses.
Di tengah tantangan penyakit kronis yang terus meningkat, penguatan teknologi diagnostik dan digitalisasi layanan bukan lagi sekadar inovasi, melainkan kebutuhan. Deteksi dini, kecepatan penanganan, dan kemudahan akses menjadi kunci untuk menekan risiko komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Melalui langkah strategis ini, Medistra Hospital menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih presisi, efisien, dan berorientasi pada keselamatan pasien.