Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital

Vania Rossa

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:27 WIB
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
Ilustrasi melindungi anak di ruang digital. (Dok. ist)
baca 10 detik
  • Pemerintah memperkuat perlindungan anak digital melalui PP TUNAS, namun regulasi saja tidak cukup efektif tanpa peran keluarga.
  • Pendekatan pelarangan total media sosial sering gagal karena anak mencari celah; dialog terbuka lebih disarankan pakar.
  • Literasi digital harus dimulai di rumah dengan komunikasi terbuka agar anak mampu berpikir kritis menghadapi risiko daring.

Suara.com - Di tengah derasnya arus informasi dan konten di media sosial, banyak orang tua berada di persimpangan yang sama: melindungi anak di ruang digital tanpa mematikan rasa ingin tahu mereka. Kekhawatiran soal hoaks, perundungan siber, hingga paparan konten dewasa membuat sebagian orang tua memilih jalan paling cepat—memblokir dan melarang.

Namun, benarkah menekan tombol blokir adalah solusi utama?

Pemerintah memang tengah memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).

Regulasi ini diharapkan membuat platform digital lebih bertanggung jawab terhadap keamanan pengguna anak dan remaja.

Langkah tersebut patut diapresiasi. Tapi dalam praktiknya, regulasi tidak bisa bekerja sendirian.

Belajar dari Pendekatan yang Terlalu Ketat

Sejumlah negara pernah mencoba pendekatan pelarangan total akses media sosial bagi anak di bawah usia tertentu. Hasilnya? Tidak selalu efektif. Anak-anak tetap menemukan cara untuk “mengakali” sistem, mulai dari membuat akun palsu hingga meminjam identitas orang dewasa.

Fenomena ini menunjukkan satu hal penting: pembatasan tanpa pemahaman hanya melahirkan kucing-kucingan digital.

Alih-alih sepenuhnya menutup akses, banyak pakar parenting kini mendorong pendekatan yang lebih dialogis—menguatkan literasi digital dan membangun komunikasi terbuka di rumah.

baca juga

Rumah sebagai Ruang Aman untuk Berdiskusi

Bagi sebagian orang tua, media sosial bukan topik tabu yang dibicarakan dengan nada mengancam. Justru sebaliknya, ia dijadikan bahan diskusi sehari-hari.

Anak diajak memahami risiko hoaks, cara menghadapi komentar kasar, hingga langkah yang harus diambil jika mengalami perundungan siber. Orang tua tidak hanya berkata “jangan”, tetapi juga menjelaskan “mengapa”.

Pendekatan ini memberi dua dampak penting: Anak belajar berpikir kritis, dan anak merasa aman untuk bercerita ketika menghadapi situasi tidak nyaman. Rasa aman inilah yang menjadi “kompas” sesungguhnya di ruang digital.

Literasi Digital Dimulai dari Rumah

Keamanan digital bukan hanya soal durasi layar atau fitur parental control. Ia juga menyangkut nilai dan etika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Cara Efektif Lindungi Remaja Saat Akses Instagram, Facebook, dan Messenger

Ini Cara Efektif Lindungi Remaja Saat Akses Instagram, Facebook, dan Messenger

Tekno | Sabtu, 14 Februari 2026 | 16:55 WIB

Kasus YBS dan Keberpihakan Anggaran Perlindungan Anak

Kasus YBS dan Keberpihakan Anggaran Perlindungan Anak

Opini | Selasa, 10 Februari 2026 | 15:33 WIB

Problematika Oversharing dan Krisis Privasi Digital

Problematika Oversharing dan Krisis Privasi Digital

Your Say | Selasa, 10 Februari 2026 | 15:15 WIB

Terkini

KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru

KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:45 WIB

Rumus Volume dan Luas Permukaan Balok: Panduan Lengkap dengan Sifat dan Contoh Soal

Rumus Volume dan Luas Permukaan Balok: Panduan Lengkap dengan Sifat dan Contoh Soal

Tekno | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:34 WIB

Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp20,18 M Disita, Negara Terancam Rugi Rp11,81 M

Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp20,18 M Disita, Negara Terancam Rugi Rp11,81 M

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Fenomena Slow Dating: Saat Gen Z Tidak Lagi Terburu-buru Menjalin Hubungan

Fenomena Slow Dating: Saat Gen Z Tidak Lagi Terburu-buru Menjalin Hubungan

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Buron ke Singapura, Ini Tampang Bos THM Planet Batam yang Jadi Buruan Bareskrim dan Interpol

Buron ke Singapura, Ini Tampang Bos THM Planet Batam yang Jadi Buruan Bareskrim dan Interpol

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:16 WIB

Rp660 Juta Digelontorkan Untuk Bangun Huntap Bencana Aceh

Rp660 Juta Digelontorkan Untuk Bangun Huntap Bencana Aceh

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:15 WIB

Tak Perlu ke Toko, Begini Cara Menjajal Galaxy Z Series dari Smartphone

Tak Perlu ke Toko, Begini Cara Menjajal Galaxy Z Series dari Smartphone

Tekno | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:09 WIB

KPK Diam-diam Periksa Pejabat Unsoed dan Pihak Swasta di Banyumas

KPK Diam-diam Periksa Pejabat Unsoed dan Pihak Swasta di Banyumas

Jawa Tengah | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Setelah 13 Hari Ditutup, Wisata Bromo Kembali Dibuka untuk Pengunjung

Setelah 13 Hari Ditutup, Wisata Bromo Kembali Dibuka untuk Pengunjung

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Emiten WSKT Selesaikan Bangunan Gedung Siti Baroroh Baried FIB UGM Rampung yang Bernilai Rp131 M

Emiten WSKT Selesaikan Bangunan Gedung Siti Baroroh Baried FIB UGM Rampung yang Bernilai Rp131 M

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 07:54 WIB

×