Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Dinda Rachmawati

Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
Ilustrasi ginjal sehat
baca 10 detik
  • Acara Hari Ginjal Sedunia 2026 di Jakarta fokus membahas transformasi sistem kesehatan dalam menanggulangi Penyakit Ginjal Kronis.
  • Pakar menekankan deteksi dini dan perubahan gaya hidup sehat sebagai kunci preventif untuk menekan progresivitas penyakit ginjal.
  • Diskusi menyoroti pentingnya inovasi teknologi ramah lingkungan dan kebijakan berkelanjutan dalam perawatan ginjal jangka panjang.

Dalam diskusi mengenai keberlanjutan pembiayaan perawatan ginjal, drg. Tiffany Monica, Analis Kebijakan Penjaminan Manfaat Rujukan Pratama BPJS Kesehatan, menyampaikan tantangan terkait tingginya biaya perawatan jangka panjang bagi pasien ginjal. 

“Perawatan seperti hemodialisis memiliki biaya yang sangat tinggi dan menjadi salah satu beban ekonomi terbesar bagi sistem jaminan kesehatan kita,” ujar drg. Tiffany.

Ia menekankan bahwa pergeseran dari pendekatan kuratif yang mahal menuju pendekatan preventif yang lebih efektif harus menjadi prioritas. Fokus utama adalah meningkatkan deteksi dini dan edukasi gaya hidup sehat, yang dapat mengurangi biaya pengobatan jangka panjang.

Paparan inspiratif mengenai transplantasi ginjal sebagai investasi kehidupan datang dari Bapak Supriyanto, Ketua Umum Yayasan Komunitas Cangkok Ginjal Indonesia (YKCGI). 

“Transplantasi ginjal bukan hanya sebuah prosedur medis, tetapi sebuah harapan baru bagi pasien ginjal yang bisa memberikan kualitas hidup yang lebih baik dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Ia juga berbicara mengenai pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan, terutama bagi pasien yang menjalani transplantasi ginjal. “Kepatuhan pengobatan adalah kunci utama untuk menjaga kelangsungan fungsi ginjal transplantasi,” tambahnya.

Sesi yang sangat menyentuh hati datang dari Bapak Kombes Pol (Pur) Tartono Suwitonegoro, SH., MBA, yang berbagi pengalaman luar biasa selama 35 tahun hidup sebagai pendonor ginjal. 

“Menjadi pendonor ginjal bukanlah sesuatu yang mengurangi kualitas hidup saya. Justru, tindakan ini membuka pintu berkah dalam hidup saya yang tidak terduga,” cerita Bapak Tartono. 

Menurutnya, meskipun banyak orang merasa khawatir tentang hidup dengan satu ginjal, pengalaman pribadinya membuktikan bahwa ketakutan tersebut tidak terbukti.

baca juga

Untuk mendukung keberlanjutan pengobatan ginjal, sektor industri juga berperan penting. Bapak Cokhy Indira Fasha, MBA, dari PT. Fresenius Medical Care Indonesia, memperkenalkan teknologi “Green Dialysis”, sebuah inovasi dalam perawatan hemodialisis yang ramah lingkungan. 

“Green Dialysis tidak hanya efisien secara medis, tetapi juga dirancang untuk mengurangi jejak karbon di rumah sakit,” jelas Cokhy. Teknologi ini menjadi salah satu contoh bagaimana sektor swasta dapat berinovasi untuk mendukung keberlanjutan sistem kesehatan.

Dalam acara ini, Bapak Roy Priadi dari PT. Etana Biotechnologies Indonesia juga berbicara mengenai pentingnya inovasi farmasi untuk terapi penyakit ginjal yang lebih aman, terjangkau, dan berkelanjutan. 

“Inovasi dalam farmasi dapat menjadi solusi yang memungkinkan pasien mendapatkan pengobatan yang lebih aman dan efektif, serta lebih terjangkau, tanpa mengorbankan kualitas hidup mereka,” kata Roy Priadi.

Acara Hari Ginjal Sedunia 2026 ini tidak hanya berhasil menjadi wadah pertukaran ilmu yang komprehensif tetapi juga menyatukan berbagai pihak untuk bergerak bersama dengan semangat "Caring for People, Protecting the Planet".

Melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, diharapkan langkah-langkah preventif dan kebijakan keberlanjutan dalam perawatan penyakit ginjal dapat mengurangi dampak buruk penyakit ini bagi masyarakat Indonesia dan lingkungan.

Sebagai penutup, acara ini memberikan ruang bagi sektor industri untuk menunjukkan inovasi mereka dalam mendukung keberlanjutan layanan kesehatan. PT. Etana Biotechnologies Indonesia turut berperan dalam mendukung pengembangan terapi penyakit ginjal yang lebih aman dan terjangkau.

“Kami berkomitmen untuk mengembangkan terapi yang lebih aman, terjangkau, dan berkelanjutan, dengan tetap mengutamakan kualitas hidup pasien,” tutup Roy Priadi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa dr. Zoji? Inilah Sosok yang Sempat Merawat Vidi Aldiano Sebelum Meninggal Dunia

Siapa dr. Zoji? Inilah Sosok yang Sempat Merawat Vidi Aldiano Sebelum Meninggal Dunia

Lifestyle | Senin, 09 Maret 2026 | 13:52 WIB

Awal Mula Vidi Aldiano Didiagnosis Kidney Kanker hingga Harus Operasi Angkat Ginjal

Awal Mula Vidi Aldiano Didiagnosis Kidney Kanker hingga Harus Operasi Angkat Ginjal

Entertainment | Senin, 09 Maret 2026 | 07:43 WIB

Selamat Jalan Vidi Aldiano, Keluarga dan Sahabat Iringi Pemakaman di Tanah Kusir

Selamat Jalan Vidi Aldiano, Keluarga dan Sahabat Iringi Pemakaman di Tanah Kusir

Foto | Minggu, 08 Maret 2026 | 16:07 WIB

Terkini

Kembangkan Kasus Suap Proyek Bengkulu, KPK Geledah Rumah Adi Sumarta dan Sita Bukti Elektronik

Kembangkan Kasus Suap Proyek Bengkulu, KPK Geledah Rumah Adi Sumarta dan Sita Bukti Elektronik

News | Senin, 14 September 2026 | 13:59 WIB

Betrand Peto Bantah Lakukan Pelecehan Seksual: ANW Tiba-Tiba Masuk ke Ruang Karaoke

Betrand Peto Bantah Lakukan Pelecehan Seksual: ANW Tiba-Tiba Masuk ke Ruang Karaoke

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 13:57 WIB

Kisah Ketangguhan Komunitas Indonesia Bersinar di Inspiring Asia Micro Film Festival 2026

Kisah Ketangguhan Komunitas Indonesia Bersinar di Inspiring Asia Micro Film Festival 2026

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 13:55 WIB

Aksi Licik Copet di Konser Band Kotak: Tebar Gas 'Kentut' Demi Bikin Panik Penonton

Aksi Licik Copet di Konser Band Kotak: Tebar Gas 'Kentut' Demi Bikin Panik Penonton

News | Senin, 14 September 2026 | 13:50 WIB

BGN Siapkan Sistem Marketplace MBG: Kejar Pengadaan, Keracunan Terabaikan?

BGN Siapkan Sistem Marketplace MBG: Kejar Pengadaan, Keracunan Terabaikan?

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 13:50 WIB

Perdagangan Jalur Tikus Iran - Dubai Selamatkan Toko Kelontong yang Makin Terhimpit Perang

Perdagangan Jalur Tikus Iran - Dubai Selamatkan Toko Kelontong yang Makin Terhimpit Perang

News | Senin, 14 September 2026 | 13:49 WIB

Gojek Gandeng Universitas Indonesia, Bedah Strategi Jadi Juara dengan Teknologi

Gojek Gandeng Universitas Indonesia, Bedah Strategi Jadi Juara dengan Teknologi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 13:49 WIB

IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan

IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan

Kalbar | Senin, 14 September 2026 | 13:49 WIB

Kades Ramai-ramai Minta Pilkades Ditunda dan Jabatan Diperpanjang, Mendagri Beri Jawaban Ini

Kades Ramai-ramai Minta Pilkades Ditunda dan Jabatan Diperpanjang, Mendagri Beri Jawaban Ini

News | Senin, 14 September 2026 | 13:45 WIB

3 Poin Konten YouTube Maudy Ayunda Soal Bad News yang Dianggap Tone Deaf

3 Poin Konten YouTube Maudy Ayunda Soal Bad News yang Dianggap Tone Deaf

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 13:44 WIB

×