Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
Potret Ibu Rumah Tangga Menjaga Anaknya (Pexels/Mehmet Turgut Kirkgoz)

Suara.com - Gelombang panas ekstrem semakin sering terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Kenaikan suhu akibat krisis iklim tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memperlihatkan ketimpangan risiko yang dialami kelompok tertentu, termasuk perempuan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 28 Mei 2026 memproyeksikan suhu rata-rata nasional Indonesia akan meningkat lebih dari 1,3 derajat Celsius pada periode 2020–2049. Di tengah tren kenaikan suhu tersebut, sejumlah penelitian menunjukkan perempuan menghadapi kerentanan lebih besar dibanding laki-laki terhadap dampak panas ekstrem.

Dilansir dari Phys.org pada 28 Mei 2026, risiko tersebut dipengaruhi kombinasi faktor biologis, sosial, hingga kondisi lingkungan tempat tinggal dan kerja.

Perempuan Lebih Banyak Terpapar Panas di Ruang Domestik

Di banyak wilayah dunia, terutama Asia, Afrika, dan Oseania, perempuan masih mendominasi pekerjaan domestik. Aktivitas seperti memasak, mencuci, hingga mengurus rumah tangga membuat perempuan lebih banyak menghabiskan waktu di ruang tertutup yang panas dan minim ventilasi.

Kondisi tersebut diperparah di kawasan perkotaan padat yang minim ruang terbuka hijau dan dipenuhi bangunan beton penyerap panas. Tidak semua rumah juga memiliki akses pendingin ruangan atau ruang aman untuk berlindung dari suhu tinggi.

Akibatnya, perempuan menjadi kelompok yang lebih sering terpapar suhu panas dalam waktu lama, baik di rumah maupun lingkungan sekitar tempat tinggal.

Risiko Kesehatan Meningkat
Dampak panas ekstrem juga berpengaruh pada kesehatan perempuan, terutama mereka yang bekerja di sektor informal atau lingkungan kerja dengan fasilitas terbatas.

Dalam studi berjudul “Heat Stress and Inadequate Sanitary Facilities at Workplaces: an Occupational Health Concern for Women?”, perempuan pekerja di India disebut menghadapi risiko kesehatan lebih besar saat cuaca panas terjadi.

Penelitian tersebut menemukan sebagian perempuan sengaja mengurangi konsumsi air karena keterbatasan fasilitas toilet yang layak dan higienis di tempat kerja. Kondisi itu meningkatkan risiko dehidrasi, infeksi saluran kemih, hingga gangguan kesehatan lain akibat paparan panas berkepanjangan.

Norma Budaya Turut Memperbesar Risiko
Selain persoalan fasilitas dan lingkungan, norma budaya dan agama di sejumlah negara juga dinilai memperbesar kerentanan perempuan terhadap cuaca panas.

Dalam studi “Occupational Heat Stress and Associated Productivity Loss Estimation Using the PHS Model (ISO 7933): A Case Study from Workplaces in Chennai, India”, disebutkan bahwa perempuan di beberapa wilayah seperti India dan Maladewa kerap diwajibkan mengenakan pakaian lebih tertutup dibanding laki-laki.

Pakaian yang lebih tebal dan tertutup membuat tubuh lebih mudah menyerap panas dan sulit melepaskan suhu tubuh ketika cuaca ekstrem terjadi.

Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga memengaruhi kesehatan, produktivitas, hingga kemampuan perempuan beraktivitas di tengah krisis iklim.

Krisis Iklim dan Ketimpangan Gender
Berbagai temuan tersebut menunjukkan bahwa krisis iklim bukan hanya persoalan lingkungan, melainkan juga berkaitan erat dengan ketimpangan sosial dan gender.

Dampak gelombang panas ekstrem dirasakan berbeda oleh setiap kelompok masyarakat. Karena itu, para peneliti menilai kebijakan adaptasi iklim perlu mempertimbangkan kebutuhan perempuan secara lebih spesifik, mulai dari akses ruang aman, fasilitas kesehatan dan sanitasi, hingga perlindungan bagi pekerja perempuan di tengah suhu yang terus meningkat.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Laju Dekarbonisasi Bangunan Global Belum Sejalan dengan Target Iklim, Apa Dampaknya?

Studi: Laju Dekarbonisasi Bangunan Global Belum Sejalan dengan Target Iklim, Apa Dampaknya?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:35 WIB

Bisakah Isu Krisis Iklim Dibuat Lebih Dekat dengan Anak Muda? Komunitas Ini Ungkap Strateginya

Bisakah Isu Krisis Iklim Dibuat Lebih Dekat dengan Anak Muda? Komunitas Ini Ungkap Strateginya

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:35 WIB

376 Ribu Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Setahun, Indonesia Masih Darurat KDRT

376 Ribu Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Setahun, Indonesia Masih Darurat KDRT

Entertainment | Kamis, 28 Mei 2026 | 13:46 WIB

Terkini

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:00 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB