Biaya Perawatan Gigi di Indonesia Termasuk Tertinggi di Asia Tenggara, Ternyata Ini Penyebabnya

Vania Rossa

Rabu, 15 Juli 2026 | 14:36 WIB
Biaya Perawatan Gigi di Indonesia Termasuk Tertinggi di Asia Tenggara, Ternyata Ini Penyebabnya
Ilustrasi perawatan gigi. (Dok. Usmile)
baca 10 detik
  • Data WHO 2022 menunjukkan pengeluaran kesehatan gigi masyarakat Indonesia merupakan yang tertinggi kedua di Asia Tenggara.
  • Dokter gigi menyarankan masyarakat mengubah gaya hidup serta selektif dalam memilih produk perawatan gigi yang aman.
  • Penggunaan pasta gigi berformula enzim menjadi solusi preventif untuk melindungi enamel daripada menggunakan bahan abrasif berbahaya.

Suara.com - Perawatan gigi yang sering dianggap sepele ternyata bisa berdampak besar pada kondisi keuangan. Data WHO's Oral Health Country Profile 2022 yang dikutip Badan Kebijakan Kementerian Kesehatan RI menunjukkan, pengeluaran masyarakat Indonesia untuk perawatan kesehatan gigi mencapai rata-rata US$1.160, menjadikannya tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Singapura.

Tingginya biaya tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan gigi sejak dini jauh lebih murah dibanding harus menjalani berbagai tindakan medis saat masalah sudah terlanjur muncul.

Kesadaran ini juga sejalan dengan berkembangnya tren skinification, yaitu konsep yang awalnya populer di dunia skincare dan kini mulai merambah ke perawatan gigi.

Jika dulu orang hanya fokus pada busa atau sensasi segar dari pasta gigi, kini konsumen semakin memperhatikan kandungan aktif yang dapat melindungi kesehatan gigi dan mulut dalam jangka panjang.

Praktisi kesehatan gigi yang dikenal melalui akun TikTok "Malaikat Pencabut Gigi", drg. Zahrah Almira Cita Utami, mengatakan banyak pasien datang dengan harapan giginya cepat putih setelah memakai pasta gigi tertentu. Padahal, hasilnya tidak akan maksimal jika kebiasaan penyebab noda masih terus dilakukan.

"Banyak pasien yang datang ke saya dan mengeluhkan mengapa belum ada perubahan meskipun sudah menggunakan pasta gigi pencerah. Kenyataannya, kalau kebiasaan merokok, mengopi, dan makan makanan yang berwarna pekat masih terus dilakukan, stain atau noda di gigi akan tetap menempel dengan kuat," jelas drg. Zahrah.

Ia menyarankan langkah sederhana sebagai pencegahan, seperti berkumur menggunakan air putih setelah minum kopi, teh, atau minuman berwarna, serta menggunakan sedotan untuk mengurangi risiko perubahan warna gigi.

Selain kebiasaan sehari-hari, pemilihan produk perawatan gigi juga dinilai penting.

"Pastikan tidak hanya menggunakan pasta gigi yang memiliki busa banyak, tetapi tidak mampu mengangkat noda. Saya menyarankan memilih pasta gigi yang sudah memiliki uji laboratorium. Kalau setelah perawatan mandiri keluhan tidak juga membaik, barulah periksa ke dokter gigi," ujarnya.

baca juga

Seiring berkembangnya konsep skinification, inovasi pasta gigi juga mulai beralih dari penggunaan bahan abrasif yang berpotensi mengikis enamel menuju formula berbasis enzim yang lebih lembut.

Beberapa kandungan seperti Papain, Dextranase, dan Lysozyme kini banyak digunakan karena dinilai mampu membantu mengangkat noda tanpa merusak lapisan pelindung gigi.

Papain bekerja mengurai ikatan protein penyebab noda, Dextranase membantu memecah plak yang menempel, sementara Lysozyme berfungsi menjaga keseimbangan bakteri di rongga mulut.

Country Manager usmile Indonesia & Malaysia, Michelle, mengatakan konsumen kini perlu lebih kritis dalam memilih produk perawatan gigi agar tidak hanya mengejar efek instan.

"Yang disampaikan drg. Zahrah menggambarkan kondisi saat ini. Pasta gigi dengan bahan abrasif kasar yang menjanjikan gigi putih secara instan justru berisiko menggores enamel. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu perawatan gigi yang lebih mahal," katanya.

Menurut Michelle, usmile Repair White mengembangkan formula berbasis Enzyme Complex yang memanfaatkan kombinasi Papain, Dextranase, dan Lysozyme sebagai pendekatan yang lebih aman untuk membantu mengangkat noda sekaligus menjaga kekuatan alami gigi.

Di tengah tingginya biaya perawatan kesehatan gigi di Indonesia, para ahli menilai investasi pada kebiasaan menyikat gigi yang benar dan pemilihan produk yang tepat menjadi langkah preventif yang dapat membantu mengurangi risiko perawatan medis berbiaya tinggi di kemudian hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Terkini

Serangan Terbaru AS ke Iran Bikin 260 Orang Terluka, 2 Tewas

Serangan Terbaru AS ke Iran Bikin 260 Orang Terluka, 2 Tewas

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:37 WIB

Biaya Perawatan Gigi di Indonesia Termasuk Tertinggi di Asia Tenggara, Ternyata Ini Penyebabnya

Biaya Perawatan Gigi di Indonesia Termasuk Tertinggi di Asia Tenggara, Ternyata Ini Penyebabnya

Health | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:36 WIB

My Troublesome Star: Menggugat Stigma Usia Perempuan dalam Industri Hiburan

My Troublesome Star: Menggugat Stigma Usia Perempuan dalam Industri Hiburan

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:35 WIB

11 Bahan Pokok Utama Aman, Bapanas Jamin Harganya Stabil

11 Bahan Pokok Utama Aman, Bapanas Jamin Harganya Stabil

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:27 WIB

Penyidik Polri Antar Lagi Bukti Kasus Febrie Adriansyah, Ada Bingkai Berbalut Seprai MU

Penyidik Polri Antar Lagi Bukti Kasus Febrie Adriansyah, Ada Bingkai Berbalut Seprai MU

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:25 WIB

Terdakwa Terakhir Kasus Bea Cukai Segera Disidang, KPK Limpahkan Berkas ke Pengadilan Tipikor

Terdakwa Terakhir Kasus Bea Cukai Segera Disidang, KPK Limpahkan Berkas ke Pengadilan Tipikor

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:23 WIB

Pendidikan Dianaktirikan: Mengapa Indonesia Masih Pelit Investasi pada Otak Rakyatnya?

Pendidikan Dianaktirikan: Mengapa Indonesia Masih Pelit Investasi pada Otak Rakyatnya?

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:21 WIB

Prabowo Sambangi Kedubes Qatar, Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani

Prabowo Sambangi Kedubes Qatar, Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:15 WIB

51 Saksi Diperiksa, Kejari Buka Suara Soal Belasan Anggota DPRD di Kasus Lampu Jalan Palembang

51 Saksi Diperiksa, Kejari Buka Suara Soal Belasan Anggota DPRD di Kasus Lampu Jalan Palembang

Sumsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:12 WIB

Satu Keluarga Palestina Tewas Dibom Israel di Deir el-Balah Jalur Gaza

Satu Keluarga Palestina Tewas Dibom Israel di Deir el-Balah Jalur Gaza

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:11 WIB

×