Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Vania Rossa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB
Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru
Dr. See Hui Ti, Senior Consultant Medical Oncologist Parkway Cancer Centre Singapura. (Dok. ist)
baca 10 detik
  • Kanker payudara dan serviks menjadi ancaman kesehatan utama bagi perempuan dengan angka kasus tinggi di Indonesia maupun dunia.
  • Dr. See Hui Ti menyatakan penerapan terapi presisi kini memungkinkan pengobatan kanker disesuaikan dengan profil biologis setiap pasien.
  • Teknologi diagnostik canggih, vaksinasi HPV, serta deteksi dini yang tepat sangat krusial dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien kanker.

AI Membantu, tetapi Dokter Tetap Berperan Penting

Kemajuan teknologi juga terlihat dari mulai diterapkannya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pemeriksaan mammografi dan radiologi.

Teknologi ini membantu meningkatkan akurasi pembacaan hasil pemeriksaan sehingga risiko kesalahan diagnosis dapat ditekan.

Namun, Dr. See mengingatkan bahwa AI bukanlah pengganti dokter.

"AI membantu mengurangi human error, tetapi keputusan medis tetap harus mempertimbangkan kondisi pasien secara menyeluruh."

Menurutnya, teknologi hanyalah alat bantu. Penentuan terapi tetap harus berdasarkan pengalaman klinis dokter serta kebutuhan masing-masing pasien.

Gaya Hidup Berpengaruh pada Risiko Kanker

Dr. See juga menyoroti perubahan pola kanker pada perempuan dalam dua dekade terakhir.

Jika dahulu kanker serviks mendominasi, kini kanker payudara menjadi jenis kanker yang paling banyak ditemukan. Ke depan, kasus kanker endometrium atau kanker rahim diperkirakan ikut meningkat.

baca juga

Perubahan tersebut berkaitan dengan gaya hidup masyarakat modern.

"Berkurangnya aktivitas fisik, meningkatnya obesitas, serta pola makan tinggi gula menjadi faktor yang ikut meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker rahim," katanya.

Karena itu, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta menghindari rokok dan alkohol tetap menjadi langkah penting untuk menurunkan risiko kanker.

Harapan Hidup Pasien Semakin Baik

Kemajuan terapi target, imunoterapi, teknologi diagnostik, hingga teknik operasi membuat peluang hidup pasien kanker kini jauh lebih baik dibandingkan satu atau dua dekade lalu.

Bahkan, pada kondisi tertentu, teknik operasi modern memungkinkan perempuan usia muda mempertahankan fungsi reproduksi sehingga kesempatan untuk memiliki anak tetap terbuka apabila kondisi medis memungkinkan.

Meski demikian, Dr. See menekankan bahwa keberhasilan terapi tidak hanya ditentukan oleh obat atau teknologi.

Dukungan keluarga, kesehatan mental pasien, komunikasi yang baik dengan dokter, serta lingkungan yang suportif juga memiliki peran besar dalam proses penyembuhan.

"Bagi pasien, yang paling diingat bukanlah nama obat yang diberikan, melainkan apakah mereka merasa didengar, dipahami, dan didukung dalam lingkungan yang suportif," ujarnya.

Deteksi Dini Tetap Menjadi Kunci

Di balik pesatnya perkembangan teknologi, Dr. See menegaskan bahwa deteksi dini tetap menjadi faktor paling menentukan keberhasilan pengobatan kanker.

Semakin cepat kanker ditemukan, semakin besar peluang pasien untuk sembuh dan mempertahankan kualitas hidup.

Untuk kanker serviks, harapan juga datang dari semakin luasnya program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV).

WHO menargetkan eliminasi kanker serviks melalui strategi 90-70-90, yaitu:

  • 90 persen anak perempuan menerima vaksin HPV sebelum usia 15 tahun.
  • 70 persen perempuan menjalani skrining pada usia 35 dan 45 tahun.
  • 90 persen perempuan yang terdiagnosis lesi prakanker atau kanker serviks mendapatkan pengobatan yang tepat.

Menurut Dr. See, kombinasi antara deteksi dini, vaksinasi HPV, dan terapi presisi membuka peluang yang jauh lebih besar bagi perempuan untuk mendapatkan diagnosis lebih cepat, pengobatan yang lebih efektif, sekaligus mempertahankan kualitas hidup yang lebih baik setelah menjalani terapi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Barbar! Serangan AS Sasar Bangunan Dekat RS Kanker Anak di Iran, 211 Pasien Dievakuasi

Barbar! Serangan AS Sasar Bangunan Dekat RS Kanker Anak di Iran, 211 Pasien Dievakuasi

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 11:13 WIB

Ratusan Anak Penderita Kanker di Iran Terlantar Akibat Ledakan Rudal AS

Ratusan Anak Penderita Kanker di Iran Terlantar Akibat Ledakan Rudal AS

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:50 WIB

Pasien Rumah Sakit Kanker Anak Dievakuasi karena Serangan Udara AS ke Pantai Selatan Iran

Pasien Rumah Sakit Kanker Anak Dievakuasi karena Serangan Udara AS ke Pantai Selatan Iran

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:24 WIB

Terkini

Weaponized Incompetence di Rumah: Mengapa Laki-laki Perlu Belajar Mengurus Pekerjaan Domestik?

Weaponized Incompetence di Rumah: Mengapa Laki-laki Perlu Belajar Mengurus Pekerjaan Domestik?

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 15:22 WIB

Slow Living: Gaya Hidup Berkelanjutan atau Privilege Kelas Atas?

Slow Living: Gaya Hidup Berkelanjutan atau Privilege Kelas Atas?

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 15:22 WIB

Tiru Inggris dan AS, RUU Perampasan Aset Bakal Sasar Bandar Narkoba Hingga Teroris

Tiru Inggris dan AS, RUU Perampasan Aset Bakal Sasar Bandar Narkoba Hingga Teroris

News | Rabu, 02 September 2026 | 15:20 WIB

Angka Korban Keracunan MBG Sidoarjo Melonjak Jadi 512 Orang, BGN Fokus Penyelamatan

Angka Korban Keracunan MBG Sidoarjo Melonjak Jadi 512 Orang, BGN Fokus Penyelamatan

News | Rabu, 02 September 2026 | 15:17 WIB

Sempat Dirawat, Panti Rapih Pastikan 6 Mahasiswa Korban Demo Sudah Dipulangkan

Sempat Dirawat, Panti Rapih Pastikan 6 Mahasiswa Korban Demo Sudah Dipulangkan

Jogja | Rabu, 02 September 2026 | 15:17 WIB

Satu Korban Saja Tak Boleh Terjadi, Komisi X Soroti Dugaan Keracunan MBG Ratusan Santri di Sidoarjo

Satu Korban Saja Tak Boleh Terjadi, Komisi X Soroti Dugaan Keracunan MBG Ratusan Santri di Sidoarjo

News | Rabu, 02 September 2026 | 15:15 WIB

Rayo Vallecano Resmi Rekrut Emil Audero, Hanya Dikontrak Sampai Tanggal Ini

Rayo Vallecano Resmi Rekrut Emil Audero, Hanya Dikontrak Sampai Tanggal Ini

Bola | Rabu, 02 September 2026 | 15:15 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen Tone Up Lokal Tidak Bikin Dempul untuk Kulit Sawo Matang

5 Rekomendasi Sunscreen Tone Up Lokal Tidak Bikin Dempul untuk Kulit Sawo Matang

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 15:15 WIB

Ciri-ciri Pria Tewas Dalam Gardu Listrik LRT Pancoran: Rambut Gondrong dan Beruban

Ciri-ciri Pria Tewas Dalam Gardu Listrik LRT Pancoran: Rambut Gondrong dan Beruban

News | Rabu, 02 September 2026 | 15:13 WIB

Ada 289 Ribu Lowongan Kerja Luar Negeri, Cek SISKOP2MI Biar Nggak Kena Tipu

Ada 289 Ribu Lowongan Kerja Luar Negeri, Cek SISKOP2MI Biar Nggak Kena Tipu

News | Rabu, 02 September 2026 | 15:13 WIB

×