- Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam di Sidoarjo diduga mengalami keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis pada 1 September 2026.
- Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendesak Badan Gizi Nasional segera mengevaluasi total standar operasional prosedur program tersebut.
- Bupati Sidoarjo memastikan seluruh korban dirawat di tiga rumah sakit berbeda dan membantah adanya informasi korban meninggal dunia.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyampaikan keprihatinan atas insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Lalu mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan program MBG.
Menurutnya, program MBG merupakan program yang baik dan dibutuhkan masyarakat. Namun, aspek keamanan dan tata kelola tidak boleh diabaikan, terutama karena program tersebut menyasar peserta didik.
"Ya tentu ini menjadi keprihatinan kita bersama, tetapi kami menyarankan agar tata kelola makan bergizi gratis ini terus dilakukan. Hari ini kita lihat Kepala BGN yang baru terus berikhtiar, berusaha, tata kelola bisa menjadi semakin baik. Tetapi lagi-lagi, masih terjadi hal seperti ini maka ada hal yang harus dievaluasi, ada hal yang harus diperhatikan," ujar Lalu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Lalu menegaskan keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan program MBG. Ia menilai gangguan kesehatan yang terjadi akibat buruknya tata kelola tidak boleh dianggap sepele.
"Sehingga jangankan jumlahnya puluhan maupun ratusan, satu saja tidak boleh terdampak apalagi keracunan dari proses atau tata kelola yang tidak baik. Silakan dievaluasi SOP-nya, diperbaiki. Kami dari Komisi X mendorong agar tidak terjadi lagi hal-hal ini yang menimpa sekolah-sekolah lain yang ada di Indonesia," tegasnya.
Politikus PKB itu berharap seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG mematuhi SOP yang telah ditetapkan. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan penting untuk memastikan program nasional tersebut berjalan dengan aman.
"Program ini sangat bagus, tolong siapapun yang terlibat di pensuksesan program ini, ya, untuk menyukseskan program ini, harus betul-betul berjalan sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan," pungkas Lalu.
Sebelumnya, ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, dirawat setelah mengalami gangguan kesehatan yang diduga akibat makanan dari program MBG pada Selasa (1/9/2026).
Bupati Sidoarjo H Subandi memastikan seluruh korban mendapat penanganan di tiga rumah sakit. Ia juga membantah adanya informasi mengenai korban meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo selanjutnya berencana memeriksa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah untuk menelusuri penyebab gangguan kesehatan yang dialami para santri.