Waspada Glaukoma! Ahli Mata AHS Desak Lakukan Deteksi Dini

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:07 WIB
Waspada Glaukoma! Ahli Mata AHS Desak Lakukan Deteksi Dini
Ilustrasi Glaukoma Mata (Dok. Freepik)

Suara.com - Glaukoma masih menjadi penyebab kebutaan terbanyak di Indonesia. Berbeda dengan katarak yang umumnya dapat dipulihkan melalui operasi, kerusakan penglihatan akibat glaukoma bersifat permanen. Karena itu, pemeriksaan mata sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi semakin parah.

Hal tersebut disampaikan dalam acara edukasi kesehatan mata yang diselenggarakan Asian Healthcare Specialist Singapore di Jakarta, Jumat (24/7).

Consultant Ophthalmologist Asian Healthcare Specialist, Dr. Low Jin Rong, mengatakan Indonesia termasuk negara dengan jumlah kasus glaukoma yang tinggi sehingga kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini perlu terus ditingkatkan.

Glaukoma merupakan penyakit yang terjadi akibat kerusakan saraf optik, yakni saraf yang menghubungkan mata dengan otak. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan meningkatnya tekanan di dalam bola mata. Jika tidak ditangani, glaukoma dapat menyebabkan penyempitan lapang pandang hingga kebutaan permanen.

Ilustrasi mata lelah (Freepik/Yanalya)
Ilustrasi mata lelah (Freepik/Yanalya)

Menurut Low, angka kebutaan pada kelompok usia lanjut di Indonesia mencapai sekitar tiga persen. Sejumlah daerah juga mencatat prevalensi glaukoma yang cukup tinggi, di antaranya Jawa Timur sebesar 4,4 persen, Nusa Tenggara Barat 4 persen, dan Sumatera Selatan 3,6 persen.

"Glaukoma paling banyak ditemukan di Indonesia. Sayangnya, jika sudah terkena penyakit ini, kerusakan yang terjadi tidak bisa dipulihkan," kata Low.

Gejala Sering Tidak Disadari, Pengobatan Bertujuan Menahan Kerusakan

Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan glaukoma adalah gejalanya yang sering tidak disadari, terutama pada glaukoma kronis. Penyakit ini berkembang perlahan sehingga pada tahap awal penderita masih merasa penglihatannya normal.

Seiring waktu, kerusakan saraf optik menyebabkan penglihatan tepi mulai menyempit. Jika terus berlanjut tanpa pengobatan, area penglihatan akan semakin terbatas hingga akhirnya dapat menyebabkan kebutaan.

baca juga

Berbeda dengan glaukoma kronis, glaukoma akut biasanya muncul secara tiba-tiba dan membutuhkan penanganan segera. Gejalanya meliputi nyeri mata hebat, mata merah, sakit kepala, mual, muntah, penglihatan kabur, hingga muncul lingkaran cahaya di sekitar sumber cahaya.

"Kalau penglihatan mulai kabur disertai mual, segera periksa ke dokter," ujarnya.

Low menekankan bahwa meskipun glaukoma tidak dapat disembuhkan, perkembangan penyakitnya dapat diperlambat apabila ditemukan sejak dini. Karena itu, pemeriksaan mata secara rutin sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun atau memiliki riwayat glaukoma dalam keluarga.

Deteksi dini dapat dilakukan melalui pemeriksaan visual field test, yaitu tes untuk mengukur luas lapang pandang, serta Optical Coherence Tomography (OCT) yang memeriksa kondisi saraf optik secara rinci. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter mendeteksi kerusakan saraf bahkan sebelum gangguan penglihatan dirasakan pasien.

Untuk mengendalikan glaukoma, tersedia beberapa pilihan terapi, mulai dari obat tetes mata, terapi laser, hingga operasi. Obat tetes diberikan untuk menurunkan tekanan bola mata, sedangkan tindakan laser dilakukan bila tekanan belum terkendali dengan obat.

Pada kasus yang lebih berat, operasi menjadi pilihan untuk menciptakan jalur baru agar cairan mata dapat mengalir dengan lebih baik sehingga tekanan tetap terkontrol. Selain operasi konvensional, kini juga tersedia prosedur Minimally Invasive Glaucoma Surgery (MIGS) yang menggunakan sayatan lebih kecil sehingga masa pemulihannya relatif lebih cepat.

Low mengingatkan bahwa tujuan pengobatan glaukoma bukan mengembalikan penglihatan yang hilang, melainkan mempertahankan fungsi penglihatan yang masih tersisa.

"Deteksi dini adalah kuncinya. Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang untuk mencegah kebutaan permanen," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui

Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui

Health | Selasa, 10 Maret 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Penting Perbedaan Herbal untuk Katarak dan Glaukoma yang Harus Kamu Tahu

5 Fakta Penting Perbedaan Herbal untuk Katarak dan Glaukoma yang Harus Kamu Tahu

Health | Minggu, 20 April 2025 | 10:24 WIB

Glaukoma: Si Pencuri Penglihatan yang Sering Terabaikan, Kenali Mitos dan Faktanya!

Glaukoma: Si Pencuri Penglihatan yang Sering Terabaikan, Kenali Mitos dan Faktanya!

Health | Minggu, 16 Maret 2025 | 11:10 WIB

Terkini

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Transformasi Digital Buka Peluang Investasi Baru, Ini yang Perlu Dipahami Mahasiswa

Transformasi Digital Buka Peluang Investasi Baru, Ini yang Perlu Dipahami Mahasiswa

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:22 WIB

Tren Wellness Meningkat, Kolam Renang dan Sauna Jadi Bagian Gaya Hidup Modern

Tren Wellness Meningkat, Kolam Renang dan Sauna Jadi Bagian Gaya Hidup Modern

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Lomba Nglinting Tembakau Jadi Upaya Temanggung Angkat Ekonomi Lokal

Lomba Nglinting Tembakau Jadi Upaya Temanggung Angkat Ekonomi Lokal

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:20 WIB

×