- Kemen PPPA menggelar puncak Hari Anak Nasional 2026 di Depok pada Kamis, 30 Juli 2026.
- APPNIA bersama pemerintah dan pemangku kepentingan berkolaborasi mendukung pemenuhan gizi anak dan edukasi orang tua.
- Anak-anak Indonesia menyuarakan aspirasi pentingnya peningkatan program gizi demi mendukung tumbuh kembang yang optimal.
Melalui penyampaian Suara Anak Indonesia serta berbagai pertunjukan seni dan budaya, anak-anak memiliki ruang untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menyampaikan aspirasi mereka.
Salah satu aspirasi yang disuarakan adalah pentingnya pemenuhan gizi bagi setiap ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak Indonesia.
Anak-anak juga mendorong pemerintah untuk memperkuat program pemenuhan gizi, memperluas edukasi, serta meningkatkan akses terhadap makanan bergizi guna mendukung tumbuh kembang secara optimal.
Aspirasi tersebut menunjukkan bahwa pemenuhan gizi tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan makanan. Gizi juga menjadi bagian dari upaya memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang setara untuk tumbuh, belajar, bermain, dan mengembangkan kemampuan terbaiknya.
Kolaborasi Jadi Kunci Pemenuhan Hak Anak

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan menegaskan bahwa pemenuhan hak anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Menurutnya, pemerintah, dunia usaha, akademisi, tenaga ahli, keluarga, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri karena hak anak harus dipenuhi semua pihak. Kolaborasi menjadi kunci,” ujar Veronica.
Ia menambahkan bahwa perubahan tidak dapat diwujudkan dalam waktu singkat. Namun, dampak nyata dapat tercipta ketika seluruh pihak yang memiliki komitmen bekerja bersama secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut juga sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden yang menitikberatkan pada penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Bagi anak, lingkungan yang mendukung tidak hanya berarti tersedianya makanan bernutrisi. Mereka juga membutuhkan keluarga yang mendapatkan informasi terpercaya, akses terhadap layanan kesehatan, ruang yang aman untuk belajar dan bermain, serta dukungan untuk tumbuh sesuai potensinya.
Dukungan Berkelanjutan untuk Anak Indonesia
Puncak peringatan Hari Anak Nasional 2026 sekaligus menutup rangkaian kegiatan yang sebelumnya diawali dengan Jelajah SAPA atau Sambang, Ajak, Pantau, dan Apresiasi.
Inisiatif Kemen PPPA tersebut menghadirkan ruang dialog bersama anak-anak di berbagai daerah untuk mendengar aspirasi mereka sekaligus memperkuat pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Sebagai bagian dari rangkaian tersebut, APPNIA turut berpartisipasi dalam kegiatan Jelajah SAPA di Rusunawa Cakung Barat pada 16 Juli 2026 melalui dialog bersama anak-anak dan penyerahan bantuan simbolis.
Partisipasi tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen bahwa pemenuhan gizi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemenuhan hak anak.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, tenaga kesehatan, keluarga, dan berbagai pemangku kepentingan, upaya pemenuhan gizi diharapkan dapat menjangkau lebih banyak keluarga.
Sebab, mendukung anak tumbuh sehat bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan hari ini. Pemenuhan gizi yang tepat juga menjadi salah satu bekal penting agar setiap anak dapat belajar, berkembang, mengasah potensi, dan membangun masa depannya.
Dengan edukasi yang akurat, akses terhadap pangan bergizi, serta kolaborasi yang berkelanjutan, setiap anak Indonesia diharapkan memiliki kesempatan untuk tumbuh sehat, terlindungi, dan berkembang secara optimal.