- ADINKES membahas strategi pengendalian dengue dalam Pertemuan Nasional 2026 di Malang untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.
- Studi UGM 2024 mencatat beban ekonomi dengue mencapai hampir Rp9 triliun dengan dua juta rawat inap.
- Pemerintah memperkuat Rencana Aksi Nasional melalui integrasi data, pencegahan terintegrasi, surveilans, dan vaksinasi bertahap.
Menurutnya, karena belum ada antivirus yang secara khusus menjadi terapi utama dengue, pencegahan memegang peranan besar. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pemberantasan sarang nyamuk, 3M Plus, edukasi masyarakat, pengendalian vektor, serta vaksinasi sesuai pendekatan berbasis bukti.
Melalui PERNAS ADINKES 2026, muncul pula rekomendasi untuk memperkuat integrasi data dengue, meningkatkan surveilans di fasilitas kesehatan tingkat pertama, serta mempertimbangkan penggunaan vaksin secara bertahap di wilayah dengan endemisitas tinggi.
Dengan beban ekonomi yang mencapai hampir Rp9 triliun, pengendalian dengue bukan lagi sekadar urusan menangani pasien ketika sakit.
Tantangan utamanya adalah bagaimana mencegah infeksi, menekan rawat inap dan kematian, serta membangun sistem layanan primer yang mampu merespons penyakit ini secara cepat, konsisten, dan terintegrasi.