- Dokter spesialis orthopaedi dr. Ihsan Oesman menyarankan lansia penderita osteoartritis lutut tetap berolahraga secara bertahap di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
- Rekomendasi jenis aktivitas fisiknya meliputi jalan kaki sederhana, stretching perlahan, serta latihan kekuatan otot sambil duduk atau berbaring.
- Pilihan olahraga lainnya adalah berenang mengurangi beban gravitasi sendi serta yoga atau pilates dengan modifikasi gerakan.
Latihan dapat dilakukan sambil duduk atau berbaring, terutama bagi lansia yang mengalami kesulitan berjalan. Jenis dan intensitas latihan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau fisioterapis.
"Kekuatan otot itu bisa tetap dilakukan walaupun tidak harus berjalan," paparnya.
![Ilustrasi lansia memakai Crocs [dibuat dengan AI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/23/11809-ilustrasi-lansia-memakai-crocs-dibuat-dengan-ai.jpg)
4. Berenang atau terapi akuatik
Berenang dapat menjadi alternatif olahraga bagi lansia dengan osteoartritis lutut. Air membantu mengurangi beban gravitasi sehingga persendian tidak menopang seluruh berat badan seperti saat beraktivitas di darat.
Dengan begitu, lansia yang kesulitan berjalan atau berdiri dalam waktu lama dapat melakukan latihan dengan beban yang relatif lebih ringan pada lutut.
"Olahraga berenang itu merupakan juga salah satu bentuk latihan yang bisa kita kerjakan. Karena dengan berenang, medianya air tentu secara gravitasi dia akan lebih ringan," ujar dr. Ihsan.
Ditambah konsep latihan di dalam air juga kerap digunakan dalam fisioterapi melalui terapi akuatik.
5. Yoga atau pilates dengan modifikasi
Yoga dan pilates tetap dapat menjadi pilihan, tetapi tidak semua gerakannya cocok untuk lansia dengan osteoartritis lutut. Beberapa gerakan membutuhkan peregangan, keseimbangan, atau posisi tubuh tertentu yang mungkin sulit dilakukan.
Karena itu, lansia sebaiknya tidak memaksakan gerakan yang belum mampu dilakukan. Pilih kelas atau latihan yang dirancang untuk lansia dan lakukan dengan pendampingan instruktur berpengalaman.
"Kalau tadi ditanya bisa pilates nggak, bisa yoga nggak, itu membutuhkan peregangan. Dan kalau ada keterbatasan, kita jangan paksa mereka untuk melakukan peregangan itu sendiri," pungkas dr. Ihsan.