Kental Manis Dilarang dalam Menu MBG, Dokter Ungkap Risiko di Balik Kandungan Gulanya

Dinda Rachmawati

Jum'at, 11 September 2026 | 15:31 WIB
Kental Manis Dilarang dalam Menu MBG, Dokter Ungkap Risiko di Balik Kandungan Gulanya
Ilustrasi susu kental manis (Pixabay/TheUjulala)
baca 10 detik
  • Badan Gizi Nasional resmi melarang penggunaan susu kental manis dalam menu program Makan Bergizi Gratis demi menjaga kualitas nutrisi.
  • Dokter spesialis gizi menyatakan bahwa produk tersebut didominasi kandungan gula dan bukan merupakan sumber gizi utama bagi anak.
  • Konsumsi minuman tinggi gula secara rutin berisiko memicu obesitas, kerusakan gigi, serta gangguan kesehatan jangka panjang lainnya.

Suara.com - Penggunaan susu kental manis (SKM) dalam menu untuk anak kembali menjadi perhatian. Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi melarang penggunaan kental manis dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat tetap memenuhi kebutuhan gizi dan tidak berlebihan dalam kandungan gula.

Keputusan itu ditetapkan melalui rapat koordinasi BGN bersama sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta asosiasi industri dan koperasi susu.

Dalam pernyataan resminya, BGN menyebut bahwa penggunaan produk minuman susu, minuman mengandung susu, minuman rasa susu, maupun susu kental manis tidak diperbolehkan dalam menu MBG.

Kebijakan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa kental manis perlu ditempatkan sesuai peruntukannya. Secara teknis, produk ini dibuat dengan mengurangi sebagian air dari campuran susu dan menambahkan gula hingga mencapai kadar tertentu. 

Berdasarkan regulasi BPOM, kental manis digunakan sebagai topping, pelengkap, atau bahan baku dalam olahan makanan dan minuman, bukan sebagai minuman yang menjadi satu-satunya sumber pemenuhan gizi anak.

Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Qolbu Insan Mulia Batang, dr. Osa Endiputra, M.Sc., Sp.G.K., AIFO-K, turut menjelaskan perbedaan tersebut dari sisi kebutuhan gizi anak.

Menurut dr. Osa, kental manis tidak dapat disamakan begitu saja dengan susu yang dikonsumsi sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan gizi. Ia menyoroti kandungan gula yang relatif dominan dalam produk tersebut.

“Susu kental manis itu bukan susu. Hati-hati, susu kental manis itu bukan susu, itu gula. Gula bentuknya cair kental,” ujar dr. Osa.

baca juga

Ia menjelaskan, konsumsi minuman dengan kandungan gula tinggi secara rutin dapat meningkatkan sejumlah risiko kesehatan, terutama apabila asupannya tidak diimbangi dengan pola makan yang seimbang. 

Beberapa di antaranya adalah kelebihan berat badan, obesitas, serta kerusakan gigi. Dalam jangka panjang, pola konsumsi tinggi gula juga dapat berkontribusi terhadap risiko penyakit tidak menular.

Bukan hanya soal jumlah gula, kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu manis juga dapat memengaruhi preferensi rasa anak. Anak yang terbiasa dengan rasa manis dikhawatirkan menjadi lebih sulit menerima makanan atau minuman dengan rasa yang lebih alami.

Kondisi tersebut juga perlu diperhatikan dalam pemenuhan gizi anak. Rasa kenyang yang berasal dari asupan tinggi gula belum tentu diikuti terpenuhinya kebutuhan protein, vitamin, mineral, dan zat gizi lain yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang.

Karena itu, penggunaan kental manis sebagai bagian dari olahan makanan perlu dibedakan dengan penggunaannya sebagai minuman harian. Dalam konteks pemberian makanan untuk anak, perhatian utama tetap diarahkan pada keseimbangan asupan dan kecukupan zat gizi sesuai kebutuhan tumbuh kembang.

Larangan BGN dalam program MBG pun menjadi salah satu langkah untuk menjaga agar menu yang diberikan kepada anak lebih berorientasi pada kualitas dan kecukupan gizi. 

Sementara bagi masyarakat, pemahaman mengenai fungsi dan kandungan suatu produk dapat membantu menentukan cara konsumsi yang sesuai, tanpa mengabaikan prinsip pola makan seimbang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Megawati Kritik Menu MBG ke Prabowo: Mbok Ada Rendang Sekali-Kali

Megawati Kritik Menu MBG ke Prabowo: Mbok Ada Rendang Sekali-Kali

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:37 WIB

Anggaran MBG 2026 Dipangkas dari Rp268 Triliun, BGN Rombak Skema Insentif dan Andalkan Bahan Pangan

Anggaran MBG 2026 Dipangkas dari Rp268 Triliun, BGN Rombak Skema Insentif dan Andalkan Bahan Pangan

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Gandeng Ahli Gizi, Menu MBG Bakal Baru Mulai Agustus

Gandeng Ahli Gizi, Menu MBG Bakal Baru Mulai Agustus

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:19 WIB

Terkini

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

×