- Badan Gizi Nasional melanjutkan program Makan Bergizi Gratis dengan menu protein hewani pada hari pertama sekolah ajaran 2026/2027.
- Sosiolog Zuly Qodir menyoroti dugaan korupsi serta kelemahan desain perencanaan yang tergesa-gesa dalam pelaksanaan program nasional tersebut.
- Pemerintah didesak memprioritaskan pembenahan tata kelola dan pengawasan sistem untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis.
Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah kembali bergulir pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027. Badan Gizi Nasional (BGN) bahkan mewajibkan menu protein hewani berupa daging tersedia pada hari pertama sebagai upaya menjaga kualitas gizi peserta didik.
Sosiolog Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Zuly Qodir, memberikan catatan terkait program MBG yang masih terus berjalan meski berbagai persoalan termasuk korupsi masih membayangi.
Ia menilai tantangan terbesar pemerintah bukan sekadar memastikan kualitas menu. Melainkan membenahi tata kelola program yang belakangan diterpa dugaan korupsi.
Menurut Zuly, pembenahan tata kelola MBG tidak bisa dilakukan secara instan. Ia menilai kompleksitas persoalan yang muncul membuat proses perbaikan membutuhkan waktu.
"Saya kok agak pesimis ya, kalau dalam waktu cepat akan segera terjadi penataan yang baik karena gelombang atau karena kejahatannya itu sudah merangsek ke mana-mana gitu," kata Zuly kepada Suara.com, Selasa (14/7/2026).
Apabila dugaan penyimpangan melibatkan sebagian besar pelaksana program, maka kondisi tersebut menunjukkan persoalan mendasar pada perencanaan MBG.
Zuly menyebut desain program sejak awal yang disusun memang terlalu terburu-buru. Sehingga sangat berpotensi membuka ruang terjadinya berbagai penyimpangan.
"Kalau yang melakukan kejahatan itu adalah di atas 70 persen berarti kan sebetulnya ini kegagalan karena desainnya dari awal yang agak kurang baik sih. Terlalu tergesa-gesa," tandasnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah seharusnya memprioritaskan pembenahan sistem pengawasan dan tata kelola. Sebelum berfokus pada aspek teknis pelaksanaan, termasuk penyediaan menu.
Dengan begitu, program MBG tidak hanya berjalan kembali, tetapi juga mampu memulihkan kepercayaan publik di tengah sorotan atas dugaan korupsi yang masih bergulir.
"Cuma kan yang paling penting adalah tata kelola pengawasan dan segala macam sekarang ini harus dibenahi," ujarnya.