Indotnesia - Seiring berkembangnya teknologi, memesan makanan kini pun semakin mudah melalui aplikasi online. Sayangnya, kemudahan tersebut justru menjadi masalah saat tarif menu makanan yang dibebankan untuk penjual jauh lebih besar dari harga asli.
Sebuah akun Instagram @warpopski, partner salah satu aplikasi pemesanan makanan, belum lama ini mengunggah keresahan terkait beban biaya pada menu makanan mereka yang dijual di aplikasi.
“GEDE BANGET BIAYA INI ITU ORDER ONLINE-NYAAA, KASIAN PEDAGANGNYAAA, KASIAN DRIVER-NYAAA, IMBASNYA JUGA KE PEMBELINYAAA, SEMUA JADI MAHAL YANG KITA JUAL, DI PLATFORM KARYA ANAK BANGSAAAA,” tulis sang pemilik akun Instagram dalam unggahan gambar pada Selasa (10/5/2022).
![Unggahan keresahan warpopski terhadap beban biaya makanan di aplikasi online. [Instagram/@warpopski]](https://media.suara.com/404.jpg)
Biaya makanan yang menjadi semakin mahal ketika harus membeli online, lantas membuat warung tersebut ambil sikap. Warpopski akhirnya memilih untuk hanya menjual air mineral berukuran 600ml dengan harga Rp30.000 di aplikasi tersebut.
Melalui keterangan dalam aplikasi, warung itu menyarankan agar para pelanggannya itu membeli air mineral di warung lain.
Meski menjadi partner kerjasama, warung makan yang terletak di Tebet Timur, Jakarta Selatan itu juga mengimbau konsumen untuk datang langsung ke warung. Mereka memberikan pilihan untuk dine-in ‘makan ditempat’ atau take away ‘dibawa pulang’.
Sebagai bentuk solidaritas, Warpopski juga menyediakan makan gratis bagi sejumlah driver ojek online yang sedang melintas di sekitar warung.
“UNTUK DRIVER GOFOOD, KALAU LAGI LAPAR DI DALAM PERJALANAN DAN KEBETULAN BERADA DEKAT DI WARPOPSKI, BISA PESAN MAKANAN DI WARPOPSKI, KAMI BERIKAN GRATIS. KAMI SEDIAKAN SEMAMPU KAMI, UNTUK MEMBANTU SEDIKIT TEMAN-TEMAN DRIVER DI JALAN,”lanjut tulisan dalam unggahan di akun Instagram @warpopski.
![Melalui Twitter @warpopski, mereka mengambil sikap terkait beban biaya di aplikasi pesan makan online. [Twitter/@warpopski]](https://media.suara.com/404.jpg)
Selain itu, melalui akun Twitter @warpopski, mereka juga menyampaikan keresahan yang sama sebagai bentuk informasi untuk para konsumennya. Sejumlah warganet pun lantas membanjiri kolom komentar cuitan tersebut dan tak sedikit dari mereka merasa terwakilkan dengan keresahan biaya saat memesan melalui aplikasi online.
“Wah, aku sebagai mitra warung kecil ga bisa mana siap, potongan udah 20%, padahal tergantung sama gofood. Gimana dong?” tulis @Tha_mieee.
“Aplikasi ijo-ijo ini makin kesini makin kapitalis. Dari resto dia ambil 20% dari harga pesanan, dari driver dia ambil 20% dari ongkir. Nah sekarang diperparah dia ambil juga biaya pesanan dari pelanggan sekitar 2000 sampai 3000,” tulis @fyansamosir28.
“Setujuuuu potongan aplikasi gede banget, mau naikin harga malah jadi kemahalan,” tulis @buibupink.