Panas Bumi Indonesia Melesat, PGE Dapat Suntikan Dana Rp7,8 Triliun untuk 3 Proyek Strategis

Dythia Novianty

Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:14 WIB
Panas Bumi Indonesia Melesat, PGE Dapat Suntikan Dana Rp7,8 Triliun untuk 3 Proyek Strategis
Ilustrasi energi panas bumi. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • PT Pertamina Geothermal Energy mendapatkan pendanaan internasional sebesar Rp7,8 triliun untuk mengembangkan tiga proyek panas bumi strategis nasional.
  • Pendanaan tersebut dialokasikan untuk pembangunan PLTP Lumut Balai di Sumatera Selatan serta PLTP Lahendong di Sulawesi Utara.
  • Proyek strategis ini bertujuan meningkatkan kapasitas energi nasional guna mendukung transisi energi bersih dan target net zero emission.

Suara.com - Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik nasional dan tekanan global untuk mempercepat transisi menuju energi bersih, pengembangan energi baru terbarukan (EBT) menjadi salah satu tantangan utama Indonesia.

Di sisi lain, keterbatasan pembiayaan jangka panjang kerap menjadi hambatan dalam pembangunan proyek-proyek energi hijau berskala besar.

Menjawab tantangan tersebut, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) berhasil mengamankan pendanaan internasional senilai 477,87 juta dolar AS atau setara sekitar Rp7,8 triliun (kurs Rp16.400 per dolar AS) untuk mempercepat pengembangan tiga proyek panas bumi strategis di Indonesia.

Pendanaan tersebut diperoleh melalui skema on-lending dengan pembiayaan concessional loan yang menawarkan bunga lebih rendah dan tenor lebih panjang dibandingkan pembiayaan komersial.

Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 dan Unit 4 di Sumatera Selatan, serta PLTP Lahendong Unit 7-8 di Sulawesi Utara.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, mengatakan ketiga proyek tersebut menjadi bagian penting dalam strategi perusahaan untuk meningkatkan kapasitas energi panas bumi nasional hingga 3 gigawatt (GW).

Pertamina Geothermal Energy.
Pertamina Geothermal Energy.

"Ketiga proyek tersebut merupakan bagian dari roadmap PGE untuk mengembangkan potensi panas bumi hingga tiga gigawatt. Setelah beroperasi, proyek-proyek ini akan menambah pasokan listrik rendah emisi dan memperkuat peran panas bumi dalam bauran energi nasional," ujar Ahmad Yani.

Berdasarkan rincian pendanaan, proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 yang ditargetkan beroperasi komersial (COD) pada 2030 memperoleh pendanaan sebesar 158,86 juta dolar AS dari Japan International Cooperation Agency (JICA).

Sementara itu, PLTP Lumut Balai Unit 4 yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2032 mendapatkan dukungan pembiayaan sebesar 148,97 juta dolar AS, juga dari JICA.

baca juga

Adapun proyek PLTP Lahendong Unit 7-8 dengan kapasitas 50 MW memperoleh pendanaan sebesar 170,04 juta dolar AS dari Bank Dunia dan ditargetkan beroperasi pada 2030.

Menurut Ahmad Yani, keberhasilan memperoleh pendanaan internasional tersebut tidak lepas dari masuknya ketiga proyek strategis PGE ke dalam Green Book 2026 yang diterbitkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.

"Capaian ini mencerminkan kesiapan proyek untuk memasuki tahap pengembangan berikutnya, seiring dengan kinerja bisnis dan operasional perseroan yang terus menunjukkan pertumbuhan positif," katanya.

Masuknya proyek ke dalam Green Book 2026 menjadi sinyal kuat bahwa proyek-proyek tersebut telah memenuhi berbagai persyaratan teknis, finansial, lingkungan, dan kelembagaan yang ditetapkan pemerintah serta lembaga pembiayaan internasional.

Selain memperkuat ekspansi bisnis, pendanaan murah tersebut juga diharapkan mampu menjaga biaya utang (cost of debt) perusahaan tetap kompetitif sehingga meningkatkan keekonomian proyek dalam jangka panjang.

Di sisi kinerja, PGE juga mencatat pertumbuhan yang solid sepanjang awal 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mulai Digitalisasi, Pengumpulan Bahan Baku EBT Biomassa dari Petani Gunakan Sistem Marketplace

Mulai Digitalisasi, Pengumpulan Bahan Baku EBT Biomassa dari Petani Gunakan Sistem Marketplace

Bisnis | Selasa, 25 November 2025 | 14:51 WIB

BJA Group Telah Ekspor 530 Ribu Ton Bahan Baku EBT Biomassa Senilai USD 74,12 Juta

BJA Group Telah Ekspor 530 Ribu Ton Bahan Baku EBT Biomassa Senilai USD 74,12 Juta

Bisnis | Senin, 24 November 2025 | 16:20 WIB

Intip Bahan Baku dan Pembentukan Energi Terbarukan Biomassa, Apa Merusak Lingkungan?

Intip Bahan Baku dan Pembentukan Energi Terbarukan Biomassa, Apa Merusak Lingkungan?

Bisnis | Minggu, 23 November 2025 | 18:01 WIB

ESDM Ungkap Alasan Sumber Listrik RI Mayoritas dari Batu Bara

ESDM Ungkap Alasan Sumber Listrik RI Mayoritas dari Batu Bara

Bisnis | Kamis, 13 November 2025 | 19:12 WIB

Pakar Sebut 2 Kunci Utama untuk Pemerintah Bisa Capai Swasembada Energi

Pakar Sebut 2 Kunci Utama untuk Pemerintah Bisa Capai Swasembada Energi

Bisnis | Kamis, 06 November 2025 | 08:04 WIB

Genjot Pemanfaatan EBT, RI Targetkan 60 Persen Listrik dari Sumber Terbarukan

Genjot Pemanfaatan EBT, RI Targetkan 60 Persen Listrik dari Sumber Terbarukan

Bisnis | Rabu, 29 Oktober 2025 | 18:37 WIB

Terkini

Kasus Korupsi Bibit Nanas: Kubu Eks Pj Gubernur Sulsel Serang Balik Perhitungan BPKP

Kasus Korupsi Bibit Nanas: Kubu Eks Pj Gubernur Sulsel Serang Balik Perhitungan BPKP

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 10:48 WIB

Megawati Ditelepon: Halo...Halo...Sudah Mulai Sadapnya?

Megawati Ditelepon: Halo...Halo...Sudah Mulai Sadapnya?

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:45 WIB

Penyadapan Presiden Disebut sebagai Pengkhianatan Negara, Gerindra Desak Otak Pelaku Dibongkar

Penyadapan Presiden Disebut sebagai Pengkhianatan Negara, Gerindra Desak Otak Pelaku Dibongkar

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:43 WIB

Curiga Bukan Inisiatif Pribadi, Gerindra Desak Bongkar Otak Penyuruh Listyo Sadap Prabowo

Curiga Bukan Inisiatif Pribadi, Gerindra Desak Bongkar Otak Penyuruh Listyo Sadap Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:43 WIB

Cetak Sejarah, REJURAN Indonesia Raih Gelar Top Global Distributor 4 Tahun Berturut-turut

Cetak Sejarah, REJURAN Indonesia Raih Gelar Top Global Distributor 4 Tahun Berturut-turut

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 10:40 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Guru Besar Trisakti Soroti Pertarungan Geng Solo vs Hambalang

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Guru Besar Trisakti Soroti Pertarungan Geng Solo vs Hambalang

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:35 WIB

Mahfud MD: Saya Kaget LSP Kok Dilepas, Apa Ada Nego?

Mahfud MD: Saya Kaget LSP Kok Dilepas, Apa Ada Nego?

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:33 WIB

Lombok Tengah Masih Siaga Kekeringan

Lombok Tengah Masih Siaga Kekeringan

Bali | Rabu, 04 November 2026 | 10:30 WIB

Merenungkan Arti Cinta dan Prinsip Iman dalam Novel Imama Al-Hafidzh

Merenungkan Arti Cinta dan Prinsip Iman dalam Novel Imama Al-Hafidzh

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 10:30 WIB

Daftar Pasal yang Menjerat Listyo Sigit Cs Kasus Sadap Prabowo, Terancam 10 Tahun Penjara

Daftar Pasal yang Menjerat Listyo Sigit Cs Kasus Sadap Prabowo, Terancam 10 Tahun Penjara

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:24 WIB

×