Mengingat Kembali Peristiwa KM 50, Kasus Besar yang Pernah Ditangani Ferdy Sambo

Indotnesia

Rabu, 10 Agustus 2022 | 11:49 WIB
Mengingat Kembali Peristiwa KM 50, Kasus Besar yang Pernah Ditangani Ferdy Sambo
Tol Cikampek (ANTARA/Khaerul Izan)

Indotnesia - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah resmi menetapkan Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J. 

Makin mencuatnya nama mantan Kadiv Propam itu membuat publik membuka kembali pembahasan terkait sejumlah kasus besar yang pernah ditanganinya.

Salah satu kasus besar yang kembali menjadi perhatian publik adalah insiden bentrok antara Front Pembela Islam (FPI) dan Polri pada 7 Desember 2020. 

Peristiwa yang mengakibatkan 6 orang laskar FPI tewas itu ramai diperbincangkan oleh publik pada Rabu (10/8/2022) dan menjadi trending topik di Twitter dengan tagar KM 50.

Lalu, apa itu peristiwa KM 50?

Mengingat Kembali Peristiwa KM 50

KM 50 menjadi julukan bagi peristiwa bentrok antara FPI dan Polri yang terjadi di KM 50 Jalan Tol Jakarta - Cikampek pada Senin (7/12/2020).

Peristiwa bentrok tersebut bermula dari informasi yang menyebut ketidakhadiran Habib Rizieq Shihab dalam pemeriksaan polisi terkait protokol kesehatan.

Atas informasi tersebut, Polda Metro Jaya mengantisipasinya dengan memerintahkan 7 anggota kepolisian untuk melakukan pemantauan terhadap pemimpin FPI itu.

Pemantauan terhadap keberadaan Habib Rizieq lantas jadi ajang kejar-kejaran setelah diketahui ia pergi bersama rombongan laskar FPI dengan iringan sejumlah mobil.

Dilansir dari Suara.com, rest area KM 50 tol Cikampek jadi lokasi penembakan laskar FPI oleh pihak kepolisian. 

Berdasarkan rekonstruksi kejadian, polisi membawa enam laskar FPI yang diduga menghambat penyidikan polisi terhadap Habib Rizieq menggunakan mobil. Hingga kemudian, terjadi bentrok di dalam mobil antara polisi dan laskar FPI saat berada di KM 51,2.

Empat orang laskar FPI yang berada di dalam satu mobil Avanza Silver dengan dua orang polisi di dalamnya menyerang polisi dan mencoba merebut senjata.

Atas kejadian tersebut, polisi melakukan tindakan tegas dengan menembak keempat laskar FPI di dalam mobil hingga tewas. Sedangkan dua orang lainnya secara terpisah tak sadarkan diri saat menyerah di rest area KM 50 tol Cikampek.

Meninggalnya 6 laskar FPI di KM 50 tol Cikampek karena luka tembak yang dilakukan oleh polisi menyeret nama Ipda Yusmin, Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Elwira Priadi sebagai tersangka.

Saat kasus tersebut mencuat ke publik, Ferdy Sambo yang menjabat sebagai Kadiv Propam bertugas menerjunkan tim dalam pengusutan peristiwa penembakan di KM 50 tol Cikampek.

Tim Propam dilibatkan guna memastikan apakah penggunaan kekuatan polisi dalam peristiwa penembakan tersebut telah sesuai dengan ketentuan sebagai bentuk pembelaan diri atau justru sebaliknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Deretan Fakta Terbaru Kasus Kematian Brigadir J, Seret 3 Nama Perwira Tinggi

Deretan Fakta Terbaru Kasus Kematian Brigadir J, Seret 3 Nama Perwira Tinggi

Indotnesia | Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:10 WIB

Terkini

Ada Pemeliharaan Darurat, Ini Wilayah di Cianjur yang Alami Pemadaman Listrik Terencana

Ada Pemeliharaan Darurat, Ini Wilayah di Cianjur yang Alami Pemadaman Listrik Terencana

Bogor | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:36 WIB

Dukung Portugal demi Ronaldo, Fadi Alaydrus Malah Jagokan Negara Ini Juara Piala Dunia 2026

Dukung Portugal demi Ronaldo, Fadi Alaydrus Malah Jagokan Negara Ini Juara Piala Dunia 2026

Entertainment | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:36 WIB

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Harga 200 Ribuan Kualitas Sultan

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Harga 200 Ribuan Kualitas Sultan

Banten | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:23 WIB

Tepis Isu Bermusuhan, Anisa Rahma Ungkap Isi Chat Pribadinya dengan Sarwendah di Tengah Masalah

Tepis Isu Bermusuhan, Anisa Rahma Ungkap Isi Chat Pribadinya dengan Sarwendah di Tengah Masalah

Entertainment | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:17 WIB

Pulang Kerja Jam 4 Pagi, Pekerja Perempuan di Palembang Dibegal dan Ditodong Senpi

Pulang Kerja Jam 4 Pagi, Pekerja Perempuan di Palembang Dibegal dan Ditodong Senpi

Sumsel | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:15 WIB

Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi

Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:15 WIB

Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir

Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sempat Dirahasiakan, Raffi Ahmad Akhirnya Ungkap Penyakit yang Membuatnya Harus Dioperasi

Sempat Dirahasiakan, Raffi Ahmad Akhirnya Ungkap Penyakit yang Membuatnya Harus Dioperasi

Entertainment | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:53 WIB

Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan

Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:46 WIB

Sudah Bertahun-tahun Dibahas, Kapan Pelabuhan Tanjung Carat Benar-Benar Terwujud?

Sudah Bertahun-tahun Dibahas, Kapan Pelabuhan Tanjung Carat Benar-Benar Terwujud?

Sumsel | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:44 WIB