Viral Emak-emak Pakai Inhalasi Hidrogen, Apakah Benar Aman untuk Kesehatan?

Indotnesia

Kamis, 08 September 2022 | 15:15 WIB
Viral Emak-emak Pakai Inhalasi Hidrogen, Apakah Benar Aman untuk Kesehatan?
Alat inhalasi hidrogen yang digunakan oleh emak-emak. (TikTok/ricktyanlwg)

Indotnesia - Belum lama ini sebuah video TikTok viral memperlihatkan emak-emak sedang berkumpul mengenakan alat inhalasi hidrogen yang disematkan pada hidung mereka. Dalam keterangan video, pemilik akun menyebut bahwa alat tersebut digunakan untuk meningkatkan kesehatan.

“Oh ya, ini bukan sakit ya gengs. Tapi lagi inhalasi gas Hidrogen, biar makin sehat guys,” tulis keterangan dalam video yang diunggah di TikTok @rickytanlwg.

Selain itu, video tersebut juga mencantumkan manfaat lain dari penggunaan alat tersebut diantaranya untuk membantu mencegah penyembuhan sekitar 170 macam penyakit.

Menanggapi viralnya video tersebut, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K)., tidak menyarankan penggunaan alat inhalasi hidrogen untuk menjaga kesehatan atau menyembuhkan penyakit tertentu.

"Saya sebagai ketua dokter paru (perlu) berdasarkan bukti evidence bahwa sampai saat ini (alat inhalasi hidrogen) belum masuk terapis standar pada pengobatan paru," kata dokter Agus, dikutip dari Suara.com, Selasa (6/9/2022).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa alat tersebut belum memiliki cukup bukti dapat memberikan manfaat maupun efek samping terhadap tubuh manusia.

Dalam pengobatan medis di bidang paru, penggunaan hidrogen yang dihirup belum menjadi terapi yang terstandar. Sehingga, klaim seperti dapat memulihkan tubuh dari berbagai jenis penyakit juga belum terbukti secara ilmiah.

Riset ilmiah terkait penggunaan alat tersebut dengan cara hirup sejauh ini baru dilakukan pada hewan uji coba.

"Kalau pada binatang coba, molekul hidrogen ini kalau diinhalasi atau dihirupkan, dari riset itu dikatakan memang memberikan hasil baik seperti anti inflamasi, anti oksidan. Kemudian juga memiliki efek seperti autofagi. Bahkan juga disinyalir dapat berikan efek protektif terhadap paru," kata dokter Agus, dikutip dari Suara.com.

baca juga

"Sayangnya, riset pada manusia tidak ada. Kalau pun ada masih dalam skala kecil. Jadi belum bisa dilihat manfaatnya pada manusia," lanjutnya.

Dibandingkan menggunakan alat inhalasi hidrogen, menjaga kesehatan terutama pada paru-paru bisa dilakukan dengan istirahat cukup, olahraga secara teratur, dan mengonsumsi makanan bergizi.

Dokter Agus juga menyarankan untuk memperbanyak konsumsi makanan, sayur-sayuran, dan buah-buahan yang mengandung antioksidan agar dapat menghalangi dampak dari oksidasi stres pada lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gelombang Panas Dapat Memengaruhi Kesehatan Mental? Begini Penjelasannya

Gelombang Panas Dapat Memengaruhi Kesehatan Mental? Begini Penjelasannya

Indotnesia | Kamis, 08 September 2022 | 13:57 WIB

Terkini

Iran Bantah Donald Trump: Tidak Ada Mata-mata Amerika Serikat Dibebaskan dari Penjara

Iran Bantah Donald Trump: Tidak Ada Mata-mata Amerika Serikat Dibebaskan dari Penjara

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:21 WIB

Perang di Selat Hormuz Makin Menggila, Ledakan Beruntun Guncang Kota Besar Iran

Perang di Selat Hormuz Makin Menggila, Ledakan Beruntun Guncang Kota Besar Iran

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:09 WIB

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

×