14 Tragedi Terbesar di Stadion Sepak Bola dalam 40 Tahun Terakhir

Indotnesia

Senin, 03 Oktober 2022 | 10:07 WIB
14 Tragedi Terbesar di Stadion Sepak Bola dalam 40 Tahun Terakhir
Suporter Arema FC memasuki lapangan setelah tim yang didukungnya kalah dari Persebaya dalam pertandingan sepak bola BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). (ANTARA FOTO/ Ari Bowo Sucipto/tom)

Indotnesia - Pada 58 tahun yang lalu, tepatnya pada 1964, lebih dari 300 orang meninggal dunia akibat kericuhan suporter terbesar dalam sejarah sepak bola dunia.

Peristiwa itu terjadi di Lima, Peru, yang dikenal sebagai Tragedi Estadio Nacional Peru. Setelah kejadian tersebut, rentetan kerusuhan dalam pertandingan sepak bola terus terjadi di berbagai belahan dunia.

Salah satu yang terburuk adalah tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022), dengan korban jiwa mencapai 131 orang.

Dalam 40 tahun terakhir, berbagai peristiwa yang membuat nyawa suporter sepak bola melayang terjadi di sejumlah negara. Berikut sejumlah insiden besar di stadion sepak bela selama 40 tahun terakhir, seperti dikutip dari Reuters:

Oktober 2022, Indonesia

Sedikitnya 131 orang tewas dan lebih dari 320 orang lainnya mengalami luka-luka setelah menyaksikan pertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan.

Suporter Arema FC turun ke lapangan menyusul kekalahan klub kesayangan mereka dengan skor 3-2. Namun, polisi menembakkan gas air mata sehingga memicu banyak suporter menyerbu lapangan.

Januari 2022, Kamerun

Awal tahun, sebanyak 8 orang tewas dan 38 orang cedera akibat terinjak-injak di Stadion Yaounde Olembe di Kamerun. Insiden tersebut terjadi sebelum pertandingan babak 16 Piala Afrika.

baca juga

Februari 2012, Mesir

10 tahun sebelum peristiwa di Kamerun, suporter sepak bola membuat kerusuhan di akhir pertandingan antara klub Al-Masry dan Al-Ahly di kota Port Said. Sebanyak 73 orang tewas dan lebih dari 1.000 orang terluka. Pada akhirnya, liga Mesir ditangguhkan selama dua tahun.

Maret 2009, Pantai Gading

Sekitar 19 orang tewas dalam bentrok yang terjadi di Stadion Felix-Houphouet-Boigny Abidjan sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia antara Pantai Gading dan Malawi.

Mei 2001, Ghana

Sebanyak 126 orang tewas terinjak-injak di stadion sepak bola Accra di Ghana. Polisi menembakkan gas air mata ke arah suporter yang rusuh, menjadikan insiden ini sebagai salah satu tragedi sepak bola terburuk.

April 2001, Afrika Selatan

Sebanyak 43 orang tewas akibat terinjak-injak ketika suporter sepak bola mencoba memaksa masuk ke Stadion Ellis Park di Johannesburg dalam sebuah pertandingan liga papan atas Afrika Selatan.

Oktober 1996, Guatemala

Tercatat 82 orang meninggal dunia dan 147 orang terluka saat suporter sepak bola jatuh dari kursi penonton dan tangga pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia antara Guatemala dan Kosta Rika.

Mei 1992, Prancis

Sebuah tribun di Stadion Furiani milik Bastia runtuh sebelum semifinal Piala Prancis melawan Olympique de Marseille. Peristiwa tersebut menewaskan 18 orang dan melukai lebih dari 2.300 orang,

Januari 1991, Afrika Selatan

Sebanyak 42 orang meninggal akibat terinjak-injak selama pertandingan pra-musim di Stadion Oppenheimer, Orkney, antara Kaizer Chiefs dan Orlando Pirates. Seorang suporter Pirates menyerang pendukung Chiefs di kerumunan dengan pisau.

April 1989, Inggris

Sebanyak 96 pendukung Liverpool meninggal dunia di Stadion Hillsborough yang penuh sesak sebelum semifinal Piala FA antara Liverpool dan Nottingham Forest.

Satu korban meninggal pada Juni 2022, tepat 32 tahun setelah menderita kerusakan otak parah dan tidak dapat disembuhkan.

Maret 1988, Nepal

Suporter menyerbu pintu keluar yang terkunci saat terjadi badai hujan es di stadion sepak bola nasional Nepal di Kathmandu. Peristiwa ini menewaskan lebih dari 90 orang.

Mei 1985, Belgia

Sebanyak 39 orang meninggal dan lebih dari 600 terluka dalam kerusuhan suporter sebelum final Piala Eropa antara Juventus dan Liverpool di Stadion Heysel di Brussels.

Mei 1985, Inggris

Tercatat 56 orang tewas dan lebih dari 200 terluka ketika kebakaran terjadi di tribun stadion Valley Parade di Bradford selama pertandingan divisi tiga saat melawan Lincoln City.

Oktober 1982, Rusia

Suporter sepak bola rusuh saat meninggalkan pertandingan Piala UEFA antara Spartak Moscow dan tim Belanda HFC Haarlem di Stadion Luzhniki di Moskwa.

Pemerintah tidak mengungkapkan tragedi itu selama bertahun-tahun. Pada akhirnya, pemerintah membuka tragedi tersebut dengan memberikan angka kematian resmi sebanyak 66 orang, meskipun jumlah yang meninggal karena insiden di satu pintu keluar bisa mencapai 340 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Respect! Video Ribuan Bonek Batalkan Konvoi Menyambut Tim Persebaya, Berduka Tewasnya Ratusan Aremania

Respect! Video Ribuan Bonek Batalkan Konvoi Menyambut Tim Persebaya, Berduka Tewasnya Ratusan Aremania

Jatim | Senin, 03 Oktober 2022 | 09:05 WIB

Sorotan Berita Kemarin di Jatim Soal Tragedi Kanjuruhan Malang dan Keprihatinan Dunia

Sorotan Berita Kemarin di Jatim Soal Tragedi Kanjuruhan Malang dan Keprihatinan Dunia

Jatim | Senin, 03 Oktober 2022 | 08:20 WIB

Dua Aremania Asal Jember Jadi Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan

Dua Aremania Asal Jember Jadi Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan

Video | Senin, 03 Oktober 2022 | 09:00 WIB

Terkini

Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih

Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih

Foto | Rabu, 29 Juli 2026 | 06:00 WIB

Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran

Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran

Sulsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 05:37 WIB

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

×