Indotnesia - Di berbagai daerah di Indonesia, warung masakan padang dapat dengan mudah ditemukan dan jadi favorit banyak orang. Salah satu menu yang banyak dicari adalah rendang. Menu makanan satu ini punya ciri khas dengan daging sapi tebal yang dilumuri bumbu kental berwarna coklat kehitaman.
Masakan tradisional khas Minangkabau, Sumatera Barat ini tak hanya populer di pelosok Nusantara, tetapi juga dikenal hingga mancanegara bahkan jadi komoditi ekspor menguntungkan.
Selain kelezatannya yang menggugah selera, rendang juga punya sejumlah keunikan mulai dari sejarah keberadaannya hingga dinobatkan sebagai salah satu makanan terenak di dunia.
Lalu, apa saja keunikan rendang?
Mengenal Keunikan Rendang
Berdasarkan catatan sejarah, rendang hadir saat kedatangan orang Arab dan India di Kawasan pantai barat daerah Sumatera pada abad ke-14.
Bangsa Arab dan India memperkenalkan rempah dan bumbu-bumbu ke Indonesia hingga memengaruhi awal terciptanya rendang.
Lalu pada abad ke-16, orang-orang Minang mulai merantau ke berbagai daerah dan memilih rendang sebagai menu bekal perjalanan jauh mereka, karena dapat disimpan dan tahan lama.
Selain itu, kemunculan rendang juga diprediksi merupakan tingkatan dari proses masakan kari. Perbedaannya, rendang lebih awet karena bersifat kering dibandingkan dengan kari.
Sebagai ikon kuliner Indonesia sekaligus warisan kuliner khas Sumatera Barat, hidangan rendang memiliki 4 filosofi atau makna dari bahan-bahan pokok pembuatannya, yaitu:
1. Pemilihan Daging
Daging rendang umumnya berasal dari sapi atau kerbau. Pemilihan daging tersebut memiliki makna sebagai lambang rasa hormat terhadap orang tua atau sosok lebih tua, seperti pemimpin suku.
2. Santan
Santan dalam masakan rendang berguna untuk memberi rasa gurih dan menjadikan daging lebih empuk dan gurih. Dalam filosofinya, santan melambangkan sosok intelektual yang membantu kehidupan masyarakat.
3. Rasa Pedas
Umumnya rendang memiliki rasa yang sedikit pedas, karena pengaruh dari cabe untuk menguatkan rasa. Rasa pedas atau cabai dalam rendang menggambarkan tokoh agama atau sosok ulama yang menegakan ajaran Islam dalam masyarakat.
4. Keragaman Rempah dan Bumbu
Rempah dan bumbu dalam rendang di antaranya ada kapulaga, jahe, lengkuas, bawang merah putih, cabai merah, pala, hingga jinten. Secara makna, keragaman rempah dan bumbu itu melambangkan masyarakat yang berbeda-beda, tetapi tetap satu.
Meski jadi salah satu menu makanan yang dapat dengan mudah di temukan di warung masakan padang, tidak semua rendang memiliki rasa yang menggugah selera.
Walaupun begitu, rendang buatan orang Minang asli punya cita rasanya tersendiri, terutama yang memiliki bumbu dengan warna gelap kehitaman.
Rendang akan memiliki cita rasa yang enak ketika mengalami proses pemasakan dengan waktu sekitar 7-8 jam hingga bumbu rempah terserap dan hanya tersisa minyak kemerahan.
Hal tersebut dilakukan sesuai dengan arti nama asli rendang yang berasal dari kata ‘marandang’, yaitu proses memasak untuk menghilangkan air.
Jika melakukan proses memasak tersebut dengan tepat, rendang dapat bertahan selama 3-4 minggu dalam suhu ruang.
Memiliki cita rasa khas dengan bumbu berlimpah, rendang pernah berada pada peringkat pertama sebagai makanan terenak di dunia dalam The Most Delicious Food versi CNN Travel pada 2017.