Pemerintah Berikan Subsidi untuk Kendaraan Listrik, Apa Saja Jenisnya?

Indotnesia

Jum'at, 16 Desember 2022 | 10:58 WIB
Pemerintah Berikan Subsidi untuk Kendaraan Listrik, Apa Saja Jenisnya?
Pemerintah akan berikan subsidi untuk pembelian kendaraan listrik. (Pixabay)

Indotnesia - Pemerintah Indonesia terus mendorong percepatan penggunaan kendaraan bermotor listrik kepada masyarakat, salah satunya dengan memberikan subsidi untuk membeli motor dan mobil listrik.

Dalam video konferensi pers Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita yang diunggah di YouTube Sekretariat Presiden, dikatakan bahwa subsidi kendaraan listrik berlaku bagi produk kendaraan yang dibuat oleh pabrik di Indonesia.

"Pemerintah sekarang sedang tahap finalisasi menghitung untuk memberikan insentif terhadap pembelian kendaraan (motor dan mobil) listrik. Insentif akan diberikan kepada pembeli yang membeli kendaraan listrik yang dibuat oleh pabrik di Indonesia" ungkap Agus dalam video, Kamis (15/12/2022).

Lebih lanjut, Agus juga menjelaskan terkait perkiraan intensif yang akan diberikan yaitu untuk pembelian mobil listrik akan diberikan Rp80 juta dan mobil listrik berbasis hybrid sebesar Rp40 juta.

Sedangkan untuk kendaraan motor listrik baru akan diberikan insentif sekitar Rp8 juta dan motor konversi menjadi motor listrik sebesar Rp5 juta. 

Adapun jenis mobil listrik yang dapat dibeli dengan pemberian subsidi dari pemerintah, yaitu:

1. Hyundai Kona Electric Signature dari harga Rp742 juta menjadi Rp662 juta setelah subsidi.

2. Hyundai Ioniq 5 Prime dari harga Rp748 – Rp789 juta menjadi Rp729 – Rp779 juta setelah subsidi.

3. Hyundai Ioniq 5 Signature dari harga Rp809 – Rp859 juta menjadi Rp729 – Rp770 juta setelah subsidi.

baca juga

4. Wuling Air ev dari harga Rp238 – Rp311 juta menjadi Rp158 – Rp231 juta setelah subsidi.

Upaya kesiapan Indonesia sebagai negara yang akan memasuki era kendaraan listrik, diperkuat dengan adanya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle/ BEV) untuk Transportasi Jalan.

Menurut Menperin, percepatan penggunaan kendaraan listrik dapat mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil yang terbatas serta menunjukkan tindakan nyata dalam mengurangi produksi karbondioksida

“Semakin banyak kendaraan listrik, secara fiskal kita juga akan terbantu karena subsidi untuk bahan bakar fosil atau bensin itu akan berkurang,” ujar Agus.

“Kita sebagai komoditas global juga sudah bisa membuktikan komitmen kita untuk mengurangi karbondioksida,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berikut Kekurangan dan Kelebihan Kendaraan Listrik, yang Disebut Bisa Jadi Solusi Harga BBM Naik

Berikut Kekurangan dan Kelebihan Kendaraan Listrik, yang Disebut Bisa Jadi Solusi Harga BBM Naik

Indotnesia | Jum'at, 09 September 2022 | 12:52 WIB

Terkini

Polisi Minta Pandangan Ahli Pidana Terkait Kasus Pembakaran Santri

Polisi Minta Pandangan Ahli Pidana Terkait Kasus Pembakaran Santri

Bali | Minggu, 21 Juni 2026 | 20:02 WIB

Gubernur Sulsel Groundbreaking Pembangunan Rumah Layak Huni di Takalar

Gubernur Sulsel Groundbreaking Pembangunan Rumah Layak Huni di Takalar

Sulsel | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:51 WIB

SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!

SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:42 WIB

4.664 Kasus Perceraian di DIY, Trauma Anak Jadi Luka yang Jarang Dibahas

4.664 Kasus Perceraian di DIY, Trauma Anak Jadi Luka yang Jarang Dibahas

Jogja | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:37 WIB

5 Jenis Pompa Air Sesuai Kedalaman Sumur, Ketahui agar Tidak Salah Beli

5 Jenis Pompa Air Sesuai Kedalaman Sumur, Ketahui agar Tidak Salah Beli

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:35 WIB

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Tuhan, Aku Ingin Sembuh: Buku Healing Bernuansa Spiritual yang Menguatkan

Tuhan, Aku Ingin Sembuh: Buku Healing Bernuansa Spiritual yang Menguatkan

Your Say | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:32 WIB

Piala Dunia 2026: Tunduk di Tangan Jepang, Tunisia Jadi Tim Ketiga yang 'Mudik'

Piala Dunia 2026: Tunduk di Tangan Jepang, Tunisia Jadi Tim Ketiga yang 'Mudik'

Your Say | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:20 WIB

Sisi Lain Piala Dunia 2026: Mengapa Fanwar di Media Sosial Susah Diredam?

Sisi Lain Piala Dunia 2026: Mengapa Fanwar di Media Sosial Susah Diredam?

Your Say | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:10 WIB

Grace Natalie Pamer Kaos Jokowi Berjaket PSI, Isyarat Gabung Makin Kuat

Grace Natalie Pamer Kaos Jokowi Berjaket PSI, Isyarat Gabung Makin Kuat

Surakarta | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:09 WIB