Konfrontasi pasanganmu
Dengan mengkonfrontasi pasanganmu yang berselingkuh, kamu bisa memperjelas segalanya. Memang akan muncul perasaan pengkhianatan, kemarahan, penghinaan, dan sakit hati.
Namun, konfrontasi ini menjadi kesempatan kamu untuk berbicara tentang rencanamu mengakhiri hubungan. Nggak usah menawarkan diri untuk memperbaiki hubungan, biar pasanganmu yang memutuskan untuk mengakhiri perselingkuhannya.
Jangan menyalahkan diri sendiri
Selingkuh adalah tindakan egois di mana seseorang hanya memikirkan dirinya sendiri. Jadi, jangan menyalahkan dirimu atas tindakan yang dilakukan pasanganmu.
Kalau bisa, coba duduk bersama dan berbicara jujur tentang kebutuhan apa yang selama ini belum terpenuhi. Kalau pasanganmu yang tidak setia itu mengalami depresi, maka seharusnya mereka memberi tahumu dan harus mengakhiri hubungan dengan selingkuhannya.
Jangan memberi batas waktu pada rasa sakit
Sakit adalah sakit. Batas waktu tidak akan mengurangi rasa sakit atau pengkhianatan yang kamu rasakan setelah diselingkuhi. Bersedih adalah proses individu yang membutuhkan waktu.
Putuskan secara tegas
Jika kamu memutuskan mempertahankan hubungan, coba luangkan waktu untuk memikirkan dengan jujur tentang keuntungan dan kerugian dari tetap menjalin hubungan.
Entah ke mana akhirnya, kamu harus benar-benar jujur pada diri sendiri, terutama apakah kamu bisa percaya pada pasanganmu lagi, apakah butuh konseling pernikahan jika memang memilih bertahan, bagaimana dengan anak dan keluarga, dan sebagainya.