Ada dua jenis sampah, yaitu sampah organik yang berasal dari alam dan sampah anorganik yang tidak dapat diurai.
Contoh sampah organik, di antaranya dedaunan dan bahan alam lain yang mudah terurai. Sedangkan contoh sampah anorganik, yaitu plastik, kaca, kaleng, dan kain.
Jangan campurkan sampah organik dan anorganik pada satu wadah, pilah jenis-jenis sampah tersebut agar dapat dikelola dengan bijak.
2. Memanfaatkan Sampah Organik sebagai Pupuk
Sisa sayur maupun lauk makanan dapat menjadi sampah organik yang bermanfaat bagi kesuburan tanaman.
Kamu dapat memanfaatkan sampah organik sebagai pupuk kompos yang baik untuk menjaga lingkungan tetap sehat dan membuat tanaman subur serta terawat.
3. Memanfaatkan Sampah Anorganik
Sampah anorganik dapat dimanfaatkan untuk wadah tanaman serta kerajinan tangan yang cantik dan memiliki nilai jual.
Memanfaatkan sampah anorganik juga sama dengan penerapan pengelolaan sampah dengan prinsip 3 R (Reuse, Reduce, dan Recycle).
Baca Juga: ARMY Gaungkan From Earth To Moon, Berikut Lirik Lagu Moon BTS
4. Pilah Sampah Berbahaya
Jangan membuang sampah berbahaya seperti batu baterai maupun barang elektronik menjadi satu dengan jenis sampah lainnya, terutama sampah organik. Karena jenis sampah elektronik dapat berbahaya dan memicu ledakan.
Maka dari itu, pilah sampah berbahaya dan membuangnya ke tempat penyedia layanan barang bekas untuk daur ulang.
Itulah sejarah Hari Peduli Sampah Nasional dan beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengelola sampah dengan tepat.
Pastikan untuk tidak membuang sampah sembarangan, maksimalkan kemampuan dalam mengelolanya dengan lebih bijak. Selamat Hari Peduli Sampah Nasional!