Mengenal Tradisi Rayahan Gunungan Grebeg Syawal di Yogyakarta

Indotnesia | Suara.com

Minggu, 23 April 2023 | 11:08 WIB
Mengenal Tradisi Rayahan Gunungan Grebeg Syawal di Yogyakarta
Tradisi Gunungan Grebeg Syawal di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Yogyakarta. (Arendya/Suara)

Indotnesia - Pada Sabtu (22/4/2023), polisi terpaksa menembak sebuah drone karena merekam berlangsungnya acara Grebeg Syawal yang digelar oleh Keraton Yogyakarta. Padahal sebelumnya, sudah ada peringatan kepada siapa pun agar tidak menerbangkan drone di area pelaksanaan Hajad Dalem Grebeg Syawal, 

Mengutip situs resmi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, masyarakat dilarang menerbangkan drone dan sejenisnya dari 0-150 meter dari permukaan tanah. Tujuannya, untuk mendukung kelancaran prosesi karena kegiatan ini merupakan simbol sedekah dari raja.

Pemerintah DIY akhirnya menggelar lagi Grebeg Syawal setelah tiga tahun vakum akibat pandemi Covid-19. Ada 7 gunungan yang dikawal 10 Bregada Prajurit. Gunungan yang berisi hasil bumi (ubarampe) itu menjadi rayahan atau rebutan warga.

Simbol sedekah dari raja itu diyakini dapat membawa berkah bagi siapa pun yang mendapatkannya. Tradisi Grebeg Syawal adalah bentuk syukur sultan atas hadirnya Hari Raya Idulfitri. 

Dalam Bahasa Jawa, grebeg atau garebeg atau gerbeg bermakna suara angin yang menderu. Sementara, hanggarebeg berarti mengiring raja, pembesar atau pengantin (Soelarto, 1980:27).

Mengutip buku Makna Ritus dan Upacara Ritual di Kraton Yogyakarta, grebeg di Kraton Yogyakarta memiliki makna upacara kerajaan yang diselenggarakan untuk keselamatan negara.

Ada beberapa acara grebeg, seperti Grebeg Maulud untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, Grebeg Syawal untuk merayakan Hari Raya Idulfitri, dan Grebeg Besar untuk merayakan Hari Raya Iduladha.

Upacara Grebeg baik yang digelar pada bulan Mulud, Syawal, dan Besar (Zulhijah) tak hanya bernilai religius Islam, tapi juga bermakna manunggaling kawula Gusti yakni bersatu padunya budaya Islam dengan budaya Jawa.

Iring-iringan 10 Bregada Prajurit Keraton mengawal 7 gunungan, di mana lima gunungan dibawa ke Masjid Gedhe. Sementara, dua gunungan lainnya dibawa menuju Pura Pakulaman dan Kompleks Kepatihan.

Lima jenis gunungan yang dibagikan adalah yaitu Gunungan Kakung, Gunungan Estri/Wadon, Gunungan Gepak, Gunungan Dharat dan Gunungan Pawuhan.

Pelaksanaan tradisi ini tidak hanya menarik wisatawan lokal, tapi juga turis asing, salah satunya Powell dari Belgia. Ia dan teman-temannya sudah tahu tentang tradisi rebutan gunungan ini.

“Saya dengar ada tradisi ini kemarin, sebuah Gunungan yang berisi bahan makanan hasil bumi. Katanya, jika berhasil mendapatkannya (ubarampe) maka akan menjadi makmur," ucapnya, seperti dikutip dari situs Pemerintah DIY.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gelar Peringatan Idulfitri, Kraton Yogyakarta Melaksanakan Hajad Dalem Garebeg Sawal

Gelar Peringatan Idulfitri, Kraton Yogyakarta Melaksanakan Hajad Dalem Garebeg Sawal

| Rabu, 19 April 2023 | 09:44 WIB

Buruh Jogja, Begini Cara Mengadu Kalau Ada Masalah Seputar THR

Buruh Jogja, Begini Cara Mengadu Kalau Ada Masalah Seputar THR

| Minggu, 09 April 2023 | 15:00 WIB

Sempat Ramai Kasus Klitih, Ini Aturan Jam Istirahat Anak Sesuai Peraturan Daerah

Sempat Ramai Kasus Klitih, Ini Aturan Jam Istirahat Anak Sesuai Peraturan Daerah

| Senin, 03 April 2023 | 08:43 WIB

Terkini

Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup

Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 03:31 WIB

3 Terobosan Pajak Kendaraan Ala Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang Bikin Warga Senyum Lebar

3 Terobosan Pajak Kendaraan Ala Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang Bikin Warga Senyum Lebar

Jabar | Sabtu, 11 April 2026 | 23:45 WIB

Video Sumpah Injak Al-Quran di Malingping Viral, MUI Lebak: Itu Haram

Video Sumpah Injak Al-Quran di Malingping Viral, MUI Lebak: Itu Haram

Banten | Sabtu, 11 April 2026 | 23:13 WIB

Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial

Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial

News | Sabtu, 11 April 2026 | 22:57 WIB

Siap-Siap! Sekda Segera Umumkan Daftar ASN yang Terlibat Jual Beli Jabatan di Bogor

Siap-Siap! Sekda Segera Umumkan Daftar ASN yang Terlibat Jual Beli Jabatan di Bogor

Bogor | Sabtu, 11 April 2026 | 22:57 WIB

Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?

Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?

News | Sabtu, 11 April 2026 | 22:47 WIB

Gak Perlu KTP Pemilik Pertama, Kini Dedi Mulyadi Usul Bayar Balik Nama Disubsidi

Gak Perlu KTP Pemilik Pertama, Kini Dedi Mulyadi Usul Bayar Balik Nama Disubsidi

Jabar | Sabtu, 11 April 2026 | 22:33 WIB

Minat Investasi Emas Melonjak, Ini Cara Jual Beli Aman Tanpa Potongan Tersembunyi

Minat Investasi Emas Melonjak, Ini Cara Jual Beli Aman Tanpa Potongan Tersembunyi

Lifestyle | Sabtu, 11 April 2026 | 22:30 WIB

Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi

Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 22:25 WIB

Quiet Quitting ala ASN: Pilih Jalan Fungsional Biar Gak Jadi Pejabat Struktural

Quiet Quitting ala ASN: Pilih Jalan Fungsional Biar Gak Jadi Pejabat Struktural

Your Say | Sabtu, 11 April 2026 | 22:05 WIB