Risiko perceraian tinggi
Penelitian menyebutkan pernikahan dini memiliki risiko perceraian yang lebih tinggi ketimbang mereka yang menikah di usia matang. Beberapa hal yang mempengaruhi adalah ketidakdewasaan, kurangnya pengalaman hidup, dan ketidakpastian finansial.
Tekanan dari keluarga dan masyarakat
Pernikahan dini bisa saja dilakukan karena desakan keluarga atau masyarakat dan budaya. Pilihan yang tergesa-gesa ini membuat keduanya belum tentu cocok. Apalagi muncul tekanan untuk memiliki anak.
Muncul penyesalan dan kebencian
Pernikahan dini menimbulkan biaya ekonomi yang membuat seseorang harus melepaskan ambisinya. Komitmen jangka panjang dalam pernikahan dini dapat menyebabkan emosi penyesalan dan kebencian.
Kurangnya kematangan emosi
Pernikahan membutuhkan kedewasaan emosional. Ketika masih muda, kemungkinan seseorang belum memiliki pertumbuhan mental yang diperlukan untuk menangani kesulitan pernikahan.
Kurangnya kedewasaan emosional
Untuk mengatasi kesulitan dalam rumah tangga, pasangan muda masih perlu mengembangkan kesadaran diri dan keterampilan pengendalian mental. Belum lagi seiring bertambahnya usia, kamu mungkin menemukan tujuan yang berbeda sehingga menimbulkan konflik dalam kehidupan pernikahan.