3. Vyacheslav Taran
Lalu Vyacheslav Taran. Ia meninggal pada 25 November 2022. Bos perusahaan investasi kripto Libertex Group, itu ditemukan tewas dalam kecelakaan helikopter. Kecelakaan terjadi di daerah Perancis dalam penerbangan dari titik awal Lausanne, Swiss ke Monako.
Helikopter berjenis H130 tersebut diketahui hanya ditumpangi oleh Taran yang berusia 53 tahun dan seorang pilot asal Perancis berusia 35 tahun. Tak hanya Taran, pilot asal Perancis itu pun dikabarkan juga meregang nyawa dalam kecelakaan helikopter.
Banyak asumsi yang beredar apabila kematian Taran dalam kecelakaan helikopter ini diakibatkan oleh musuh-musuhnya. Asumsi itu mencuat setelah salah satu media asal Rusia, Life, mengeklaim bahwa Taran memiliki banyak "musuh" di Rusia.
Musuh tersebut muncul setelah perusahaan investasi yang ia rintis, Forex Club, disebut merugikan banyak nasabah dan investor di Rusia. Asumsi kematian Taran akibat pihak ketiga itu belum diketahui kebenarannya.
Hingga saat ini, pihak berwenang setempat sendiri tengah menginvestigasi lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan helikopter dan kematian Taran serta pilot.
4. Zhu Su bangkrut lalu hilang
Beda lagi kasus yang dialami Pendiri Three Arrows Capital (3AC) Zhu Su. Ia sempat dikabarkan hilang setelah dinyatakan bangkrut. Namun belakangan Ia diketahui sedang berlibur di Bali bersama temannya Cliff.
Ia kenal Cliff selama 10 tahun, sejak Su memulai karier di Tokyo, Jepang. Cliff juga pernah bekerja di 3AC, namun meninggalkan perusahaan pada 2017.
Baca Juga: Pelatih Persija Merasa Aneh ada Program Timnas Indonesia di Luar Agenda FIFA
"Pada Juni, ketika 3AC 'meledak', dia mengirimi saya pesan dan berkata untuk menemuinya di Bali," kata dia melalui Twitter @Zhu Su, Selasa (29/11). Ia bercerita bahwa dirinya kesulitan menilai inti dari hidup. "Apa yang sudah diraih hilang dan apa yang hilang diperoleh saat kami menjadi sahabat lagi," tambah dia.
4. Autum Radtke
Jauh sebelum rentetan peristiwa pada 2022, kematian Autumn Radtke juga tak kalah mengejutkan. Ia merupakan CEO perusahaan bursa bitcoin dan mata uang virtual. Ia ditemukan meninggal di Singapura.
Polisi setempat sedang menyelidiki kematiannya yang tidak wajar. Polisi menemukan Radtke di sekitar komplek apartemennya, tewas pada pagi hari, 26 Februari 2014, setelah menerima panggilan darurat dari pengelola apartemen.
Mulanya, polisi menilai Radtke meninggal secara wajar. Namun, belakangan warga apartemen mengatakan kepada polisi bahwa Radtke bunuh diri dengan cara lompat dari apartemen.
Teman Radtke bernama Steve Beauregard, mengatakan Radtke sedang bergulat dengan tekanan profesional dan pribadi. Perusahaan yang dipimpin Radtke sedang berjuang untuk mendapatkan traksi.