Suara Joglo - Dunia cryptocurrency sedang tidak baik-baik saja. Banyak isu negatif terkait perkembangan pasar crypto ini. Ratusan perusahaan terkait kripto dikabarkan bangkrut dan tumbang tahun ini.
Salah satu yang mencengangkan adalah saat FTX, perusahaan perdagangan token atau aset crypto yang memiliki produk derivatif dan spot trading secara global bubar. Perusahaan ini didirikan di Antigua dan Barbuda pada 2019.
FTX mengklaim memiliki lebih dari satu juta nasabah dan merilis FTX Token sebagai produknya. Mantan bos cryptocurrency yang tumbang ini ada yang meninggal dunia, ada juga yang dituntut penjara sampai menghilang.
Lebih mencengangkan lagi, para bos crypto ini bahkan diketahui meninggal dalam waktu berdekatan, seperti dikutip dari berbagai sumber:
2. Tiantian Kullander
Paling anyar cerita kematian Tiantian Kullander. Ia meninggal pada 23 November 2022 di rumahnya saat sedang tidur. Ia merupakan bos perusahaan kripto Amber Group.
Kematian Kullander itu lantas dikabarkan ke publik oleh pihak perusahaan Amber Group. "Dengan kesedihan terdalam dan berat hati, kami menginformasikan meninggalnya teman dan salah satu pendiri kami, Tiantian Kullander. Ia meninggal secara mendadak dalam tidurnya pada 23 November 2022," tulis Amber Group dalam sebuah pernyataan.
Kematian Titian, bos 30 tahun tersebut sempat dinilai jangal. Sebab tidak ada riwayat keluhan penyakit darinya. Kullander sendiri dikenang sebagai bos Amber Group yang mampu membuat perusahaan kripto itu memiliki nilai 3 miliar dollar AS atau setara Rp 47,2 triliun.
Sebelum mendirikan Amber Group yang bermarkas di Hongkong, Kuliander telah dikenal sebagai trader sukses dengan julukan “TT”. Kesuksesan itu membuatnya berhasil masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia - Finance & Venture Capital tahun 2019.
2. Nikolai Mushegian
Sebelum Titian. Bos perusahaan crypto lainnya Nikolai Mushegian juga ditemukan mati secara tragis. Ia ditemukan tewas tenggelam di Pantai Puerto Rico, 28 Oktober 2022. Mushegian sendiri merupakan orang yang cukup penting di industri cryptocurrency.
Ia merupakan salah satu pendiri platform pinjaman kripto MakerDAO dan pengembang mata uang terdesentralisasi DAI. Dikutip dari Dailymail, beberapa jam sebelum tewas tenggelam, Mushegian sempat mengunggah cuitan di Twitter.
Dalam cuitan itu, Mushegian menulis apabila ia takut lantaran bakal dibunuh oleh Mossad (badan intelijen Israel) dan CIA (badan intelijen Amerika Serikat).
Setelah mengunggah twit itu, Mushegian yang sudah tak bernyawa dengan berpakaian lengkap dan membawa dompet, ditemukan oleh peselancar di perairan pantai Ashford, Puerto Rico.
Sebagian orang meyakini apabila kematian Mushegian disebabkan ada pihak ketiga yang membunuhnya. Namun, dari pihak keluarga sendiri, dikutip dari Cryptonomist, menyanggah apabila telah terjadi pembunuhan karena Mushegian punya masalah kesehatan mental.
3. Vyacheslav Taran
Lalu Vyacheslav Taran. Ia meninggal pada 25 November 2022. Bos perusahaan investasi kripto Libertex Group, itu ditemukan tewas dalam kecelakaan helikopter. Kecelakaan terjadi di daerah Perancis dalam penerbangan dari titik awal Lausanne, Swiss ke Monako.
Helikopter berjenis H130 tersebut diketahui hanya ditumpangi oleh Taran yang berusia 53 tahun dan seorang pilot asal Perancis berusia 35 tahun. Tak hanya Taran, pilot asal Perancis itu pun dikabarkan juga meregang nyawa dalam kecelakaan helikopter.
Banyak asumsi yang beredar apabila kematian Taran dalam kecelakaan helikopter ini diakibatkan oleh musuh-musuhnya. Asumsi itu mencuat setelah salah satu media asal Rusia, Life, mengeklaim bahwa Taran memiliki banyak "musuh" di Rusia.
Musuh tersebut muncul setelah perusahaan investasi yang ia rintis, Forex Club, disebut merugikan banyak nasabah dan investor di Rusia. Asumsi kematian Taran akibat pihak ketiga itu belum diketahui kebenarannya.
Hingga saat ini, pihak berwenang setempat sendiri tengah menginvestigasi lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan helikopter dan kematian Taran serta pilot.
4. Zhu Su bangkrut lalu hilang
Beda lagi kasus yang dialami Pendiri Three Arrows Capital (3AC) Zhu Su. Ia sempat dikabarkan hilang setelah dinyatakan bangkrut. Namun belakangan Ia diketahui sedang berlibur di Bali bersama temannya Cliff.
Ia kenal Cliff selama 10 tahun, sejak Su memulai karier di Tokyo, Jepang. Cliff juga pernah bekerja di 3AC, namun meninggalkan perusahaan pada 2017.
"Pada Juni, ketika 3AC 'meledak', dia mengirimi saya pesan dan berkata untuk menemuinya di Bali," kata dia melalui Twitter @Zhu Su, Selasa (29/11). Ia bercerita bahwa dirinya kesulitan menilai inti dari hidup. "Apa yang sudah diraih hilang dan apa yang hilang diperoleh saat kami menjadi sahabat lagi," tambah dia.
4. Autum Radtke
Jauh sebelum rentetan peristiwa pada 2022, kematian Autumn Radtke juga tak kalah mengejutkan. Ia merupakan CEO perusahaan bursa bitcoin dan mata uang virtual. Ia ditemukan meninggal di Singapura.
Polisi setempat sedang menyelidiki kematiannya yang tidak wajar. Polisi menemukan Radtke di sekitar komplek apartemennya, tewas pada pagi hari, 26 Februari 2014, setelah menerima panggilan darurat dari pengelola apartemen.
Mulanya, polisi menilai Radtke meninggal secara wajar. Namun, belakangan warga apartemen mengatakan kepada polisi bahwa Radtke bunuh diri dengan cara lompat dari apartemen.
Teman Radtke bernama Steve Beauregard, mengatakan Radtke sedang bergulat dengan tekanan profesional dan pribadi. Perusahaan yang dipimpin Radtke sedang berjuang untuk mendapatkan traksi.