Menjelang kembali ke Indonesia, Pak Dandim dikerumuni wartawan dalam dan luar negeri di lobi hotel.
"Anda luar biasa," kata mereka. "Bagaimana cara Anda mengetahui dengan persis usia mumi itu?"
Pak Dandim menjawab dengan ekspresif dan singkat, "saya gebuki, eh… ngaku dia."
Itulah Gus Dur , terkadang untuk mengkritik pemerintah tidak melulu pakai diplomasi yang serius, tapi cukup dengan guyonan-guyonan menohok. Humor menjadi salah satu ciri khas mantan presiden RI keempat ini, yang sekarang mulai dirindukan pengagumnya.
Guyonan lain berjudul: "Betina saja"
Cerita humor ini dikisahkan salah satu santri almarhum mantan Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Nuruddin Hidayat. Dia kerap menemani Gus Dur di kediaman Ciganjur, kadang juga pergi ke luar kota.
Alkisah, suatu ketika ada aktivis perempuan berkumpul untuk mendirikan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan. Maka mereka mengajukan beberapa alternatif nama untuk LSM tersebut.
Maka terjadilah perdebatan sengit di antara sesama aktivis perempuan itu, terutama penggunaan kata "perempuan atau wanita" yang akan dijadikan sebagai nama. Hingga akhirnya perdebatan deadlock.
Akhirnya, beberapa aktivis perempuan tersebut menemui Gus Dur untuk meminta saran. Dan kata Gus Dur, kalau anda hanya ribut soal penggunaan kata "perempuan atau wanita" ya pakai saja "Betina".
Baca Juga: Mau Dikirim ke Jakarta, Peredaran Ganja 73 Kg Digagalkan Polisi Pekanbaru
Kontan semua aktivis perempuan itu diam semua menahan tawa sambil berpikir "bener juga ya..?"