Suara Joglo - Kabar duka kembali datang dari dunia hiburan Tanah Air. Abdul Hamid yang punya sapaan gaul Pak Ogah dikabarkan meninggal dunia, Rabu (28/12/2022) malam, tepatnya pukul 19.30 WIB.
Sosok pengisi suara karakter Pak Ogah dalam acara Si Unyil itu telah lama menderita penyakit stroke. Kabar duka tersebut diketahui melalui pesan siaran yang diterima oleh awak media melalui pengurus sekaligus penduduk Villa Jatirasa RW 11.
“Kami atas nama Pengurus dan Warga Villa Jatirasa RW011, Turut Berduka Cita yang Mendalam atas Meninggalnya Bapak: ABDUL HAMID (Pak Ogah) BIN POERJONO Pada hari ini RABU, Tgl 28 Des 2022 / Pukul: 19.30 WIB. Allahumaghfirlahu Warhamhu Wa’afihi Wa’fuanhu.”
Lantas, bagaimana perjalanan karier mendiang Pak Ogah yang pernah menjadi bagian dari hiburan Tanah Air sejak tahun 1981 itu?
1. Sebagai Seorang Dubber di Serial Si Unyil
Semasa hidupnya, Abdul Hamid merupakan seorang dubber yang mengisi suara berbagai karakter. Namun, yang membuat namanya melambung adalah karakter Pak Ogah dalam serial TV Si Unyil.
Seperti diketahui, serial Si Unyil merupakan produksi PPFN yang pertama kali tayang pada tahun 1981 di TVRI.
Selain itu, serial ini pun sempat tayang di beberapa stasiun TV, terakhir adalah Trans 7 dengan tajuk Laptop Si Unyil.
2. Karakter Pak Ogah Melekat dengan Abdul Hamid
Baca Juga: Lesti Kejora Pakai Gamis Harga Rp 1,5 Juta Saat Umroh, Netizen: Wajahnya Bercahaya
Jargon awal karakter Pak Ogah yang masih diingat hingga kini adalah ‘cepe dulu’ dan ‘gope dulu’. Selain itu, kata-kata yang juga acap diucapkannya adalah ‘ogah ahh’.
Jargon itulah yang kemudian melekat sebagai nama pria kelahiran 1948 itu. Adapun karakter Pak Ogah yang melekat dengan sosok Abdul Hamid ini sendiri digambarkan sebagai seorang tunakarya yang menghabiskan waktu di pos ronda.
3. Berhenti Berkarier karena Sakit
Pria yang dikenal dengan kepalanya yang plontos itu berhenti berkarier di dunia entertain lantaran menderita penyakit stroke.
Bahkan, ia harus hidup dalam kekurangan bersama sang istri, Yuyun, hingga kesulitan membayar biaya rumah sakit dan keperluan sehari-hari.
Semakin hari, kesehatannya pun terus menurun, sehingga beberapa kali harus dilarikan ke rumah sakit.