Bulan Ramadhan kembali menyapa umat muslim di dunia. Berdasarkan metode Hisab, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan jatuh pada Selasa Legi, 29 Syakban 1444 H bertepatan dengan 21 Maret 2023 M. Sedangkan, Idul Fitri jatuh pada Kamis Legi, 29 Ramadan 1444 pada 20 April 2023
Untuk menentukkan awal Ramadhan, Muhammadiyah dikenal menggunakan metode hisab (menghitung peredaran bulan).
Dilansir dari suaramuhammadiyah.id, metode hisab yang digunakan Muhammadiyah adalah memperhitungkan posisi lintang, bujur daerah, dan tinggi daerah. Metode hisab ini berneda dengan metode hisab lembaga lain yang biasanya tidak memperhitungkan tinggi daerah.
Dalam menentukan awal bulan pada Kalender Hijriah, umat Islam menjadikan peredaran bulan sebagi kunci. Sehingga dalam penentuan awal bulan Ramadan menggunakan 2 metode, yakni metode hisab dan rukyat.
Metode Hisab merupakan metode perhitungan posisi bulan secara matematis dan astronomis dalam menentukan awal bulan kalender Hijriah. Metode Hisab kerapkali digunakan dalam ilmu falak untuk dapat memperkirakan posisi matahari dan bulan terhadap bumi.
Dalam metode ini, posisi matahari sangat penting dalam menentukan masuknya waktu shalat. Sedangkan posisi bulan, menjadi penanda masuknya periode bulan baru pada kalender islam yang disebut dengan kalender Hijriah.
Sedangkan metode Rukyat adalah kegiatan mengamati hilal menggunakan mata telanjang atau bantuan alat optik seperti teleskop. Rukyat hilal dilakukan setelah matahari terbenam disaat menjelang awal bulan dalam kalender Hijriah.
Dilakukan pada saat matahari tenggelam, karena,di saat tersebut intensitas cahayanya tidak terlalu terang dibanding matahari. Metode Rukyat bagi beberapa umat Islam biasanya digunakan untuk menentukan awal bulan Zulhijah, Ramadhan, dan Syawal.
Itulah tadi metode hisab yang dilakukan Muhammadiyah untuk menentukkan awal Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H.
Baca Juga: Interaksi Hamish Daud dan Putrinya Bikin Gemas, Panggilannya Jadi Sorotan