Bak kebakaran jenggot, usai mencuatnya kisah pejabat eselon III Rafael Alun Trisambodo yang memiliki harta fantastis, KPK minta bantuan netizen untuk cari info harta tak wajar pejabat lainnya. Permintaan KPK itupun dapat sorotan dari Novel Baswedan.
Terbongkarnya harta fantastis mantan Kabag Umum Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo belakangan ini tampaknya jadi tamparan keras tak hanya bagi institusinya tetapi juga bagi lembaga rasuah KPK.
Kisah Rafael itupun memantik KPK untuk berupaya lebih gesit menjaring pejabat-pejabat lainnya yang bergelimang harta tapi tak wajar. Tak ayal mereka pun membuat woro-woro agar netizen proaktif membantu mencari informasi mengenai pejabat yang berharta tak lumrah itu.
Tapi, ajakan KPK itu justru dapat komentar menohok dari eks penyidik lembaga tersebut Novel Baswedan. Praktisi anti-korupsi tersebut mendorong ajakan itu dimulai dari internal KPK.
"Ide bagus. Bagaimana kalo dimulai dari pimpinan KPK Firli Bahuri, Alexander Marwata, Nurul Gufron. Silakan netizen yang budiman...," kicaunya menyikapi permintaan KPK ke netizen untuk cari info harta tak wajar pejabat.
Sementara itu terkait harta tak wajar milik Rafael ternyata pernah dilaporkan ke KPK pada 2012 silam. Hal itu seperti diungkap oleh Menkopolhukam Mahfud MD beberapa waktu lalu.
Ia menyebut bahwa Kejaksaan Agung pernah melaporkan mengenai harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo ke KPK untuk diteliti. Laporan yang sama kepada KPK diperkuat oleh Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan setahun kemudian.