Timnas Indonesia U-23 dipastikan tak menggunakan tambahan pemain senior saat menghadapi SEA Games 2023 di Kamboja pada 5-17 Mei 2023 mendatang.
Hal itu berdasarkan regulasi sepak bola di ajang itu yang tidak mengizinkan tim peserta melibatkan pemain senior atau berusia di atas 22 tahun.
Meski demikian, pelatih Indra Sjafri justru senang dengan regulasi itu. Menurutnya, aturan tersebut membuat persiapan skuad "Garuda Muda" menjadi lebih fokus.
"Konsentrasi kami tidak perlu lagi terpecah soal pemain senior yang akan masuk," kata Indra Sjafri dilansir dari ANTARA, Kamis (2/3/2023).
Indra Sjafri pun memastikan bahwa skuadnya di SEA Games 2023 akan diisi oleh pemain-pemain yang lahir tahun 2001 dan 2002.
Nantinya, akan ada 20 pemain yang dibawa ke SEA Games 2023. Saat ini, Indra Sjafri dan staf pelatih timnas U-22 tengah memantau pemain yang memenuhi kualifikasi dalam pemusatan latihan (TC) yang berlangsung di Jakarta sejak 1 Maret 2023.
Namun, Indra Sjafri sempat menyebut bahwa kerangka tim yang akan berlaga di SEA Games 2023, berasal dari skuad persiapan Piala Dunia U-20 2021 yang dibatalkan.
Meski dia tidak menyebutkan siapa saja pemain-pemain tersebut, memang ada beberapa pemain dari persiapan Piala Dunia U-20 2021, yang dibatalkan lalu diganti ke Piala Dunia U-20 2023, yang secara usia masih memenuhi syarat untuk timnas U-22 di SEA Games 2023.
Mereka seperti Pratama Arhan, yang kini bermain di klub Jepang Tokyo Verdy, lalu Witan Sulaeman (Persija), Rizky Ridho (Persebaya), Beckham Putra (Persib) dan Elkan Baggott (Cheltenham Town-Inggris).
Untuk melengkapi kekuatan skuadnya, Indra Sjafri mencari pesepak bola nasional lain yang memiliki kualitas untuk berlaga di SEA Games 2023.
Sosok-sosok itu disaring dari pemusatan latihan (TC) yang berlangsung dua tahap di Jakarta yakni pada 1-8 dan 9-16 Maret 2023.
Untuk tahap pertama, ada 34 pemain yang dipanggil. Mereka terdiri dari pemain Liga 1, tetapi jarang bermain, dan Liga 2.
Timnas Indonesia U-22 ditargetkan meraih medali emas pada ajang SEA Games 2023.