Baru-baru ini tagar Chindo trending di media sosial. Influencer dokter Tirta membeberkan pengalaman kelamnya sebagai sosok chindo yang merupakan akronim dari China Indonesia atau warga keturunan.
Melalui kicauan di akun Twitternya, Dokter Tirta mendedahkan mengenai latar belakang keluarganya yang merupakan keturunan tionghoa atau chindo.
Dokter lulusan UGM tersebut mengungkapkan bahwa ia lahir dari ayah yang seorang Jawa tepatnya Boyolali dengan seorang ibu asal Semarang yang punya latar warga keturunan China.
Ia merasakan pengalaman kelam sebagai seorang yang terlahir sebagai Chindo ketika terjadi kerusuhan 1998.
Kala itu ia melihat rumah temannya dibakar bahkan kantor orang tuanya juga turut dibakar. Rumahnya nyaris dibakar bila tak dilabeli stempel pribumi oleh ayahnya.
"Mengenai chindo, Bapak saya Jawa asli Boyolali, ibu saya chinese Semarang. Saat tragedi mei 1998, saya sempat menyesal jadi chindo. Rumah temen saya dibakar, ada yg kabur luar kota, kantor mama saya dibakar. Rumah saya ditulis kata2 "pribumi" oleh bapak saya, agar ga ikut dibakar," terangnya seperti dikutip Sabtu (6/5/2023).
Sebagai seorang yang terlahir blasteran, Dokter Tirta mengaku terbiasa dengan budaya Jawa maupun tionghoa.
Ia mengaku keterbiasaannya menghadapi perbedaan itu juga dipengaruhi oleh wejangan dari sang ayah. Ayahnya menggarisbawahi bahwa yang dipandang dari manusia itu bukan ras, suku atau agamanya melainkan sebagai individu manusia itu sendiri.
"Kalo kata bapak saya kita ga bisa memilih lahir jadi siapa, di mana, jadi kita harus belajar untuk berdiri di atas kaki sendiri. Jadi bagi saya sejak dapat wejangan bapak saya, mau itu warga keturunan ras apa suku apa saya akan memandang dia sebagai manusia bukan suku dan rasnya," tambahnya.
Baca Juga: 7 Fakta Menarik Jelang Duel Real Madrid vs Osasuna di Final Copa del Rey