kotak suara

Santai Dituding Kampanye Lewat Bagi-bagi Sembako, Eko Patrio: Gak Apa-apa, Kata Orang Tua Saya Dizalami Itu Ibadah

Agung Sandy Lesmana
Santai Dituding Kampanye Lewat Bagi-bagi Sembako, Eko Patrio: Gak Apa-apa, Kata Orang Tua Saya Dizalami Itu Ibadah
Santai Dituding Kampanye Lewat Bagi-bagi Sembako, Eko Patrio: Gak Apa-apa, Kata Orang Tua Saya Dizalami Itu Ibadah. (Instagram/@ekopatriosuper)

"...Saya juga nggak tau itu ya, tapi ya nggak apa-apa juga. Kata orang tua saya 'dizalimi berarti ibadah"

Suara.com - Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo atau yang biasa disapa Eko Patrio membantah telah melakukan kampanye Pemilu 2024 dengan membagikan sembako di Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (12/3) lalu.

"Sebenarnya perlu diketahui bersama bahwa saya sampai sekarang belum mendaftarkan diri sebagai calon legislatif (caleg) di Pemilu 2024," kata Eko di Kantor DPW PAN DKI Jakarta, Cipinang, Jakarta Timur, Kamis.

Eko menegaskan, pembagian sembako itu dilakukan sebagai seorang anggota DPR bukan sebagai peserta pemilu.

"Ya jadi kemarin saya itu memang ketemu dengan kader saya, simpatisan saya dan akhirnya saya sosialisasi dan memberikan sembako juga, yang di dalamnya ada minyak sayur, ada beras dan lainnya," ujarnya.

Baca Juga: Dana Kampanye Parpol Kini Diwajibkan Transparan terhadap KPU, Guna Cegah Penyalahgunaan

Eko mengatakan, turun ke konstituen itu merupakan fungsi sebagai anggota DPR. Dia menilai yang dilakukannya adalah hal yang wajar.

"Nah jadi ya itulah fungsi terakhir DPR yang ketemu dengan daerah pemilihannya, masyarakatnya. Jadi wajar-wajar aja gitu saya memberi, bagusan memberi kan," katanya.

"Saya datang, anggota DPR gitu, bukan cuma sekedar janji surga. Mending datang, ngomong, saya kasih rejeki," katanya.

Eko menganggap narasi yang diviralkan itu telah di-'framing' sehingga memunculkan opini negatif.

"Memang saat kemarin itu nggak tahu di-'framing' atau siapa. Saya juga nggak tau itu ya, tapi ya nggak apa-apa juga. Kata orang tua saya 'dizalimi berarti ibadah'," kata Eko.

Baca Juga: Kolaborasi Partai di Pilpres! Ganjar Pranowo Gandeng PPP untuk Gaet Pemilih Gen Z

Dia menyebutkan, kegiatan bagi-bagi sembako itu bukan hanya dilakukan saat di bulan Ramadhan.