Suara.com - Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti Puan Maharani yang belakangan terakhir dinilai 'menghilang'. Menurutnya, elektabilitas Ketua DPR RI itu semakin menurun, sehingga harapan untuk menjadi calon presiden atau capres di Pilpres 2024 semakin pudar.
Hal itu disampaikan Jhon Sitorus melalui akun Twitter resminya, @Miduk17. Ia menilai putri Megawati Soekarnoputri itu, namanya dalam sebulan terakhir jarang terdengar.
Menurutnya, itu tidak lepas dari atensi publik yang lebih fokus pada kader PDIP lain, yaitu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Diketahui, sosok Ganjar memang menjadi sorotan di tengah keputusan FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.
Baik Puan dan Ganjar, dinilai sama-sama sedang dihantam oleh trust issue dari publik. Kendati demikian, kata Jhon, masih belum diketahui mana dari mereka yang lebih diuntungkan dalam situasi ini jelang Pemilu 2024.
Jhon memandang bahwa harapan Puan untuk menjadi capres, atau bahkan sekedar menaikkan elektabilitas, tentu sangat berat. Namun, menurutnya masih ada harapan agar elektabilitas mantan menteri era periode pertama Presiden Jokowi itu naik.
"Entah siapa yang dikorbankan atau siapa yang menikmati trust issue ini. Bagi Puan, hampir tak ada moment berarti yang bisa benar-benar menaikkan elektabilitas, kecuali satu," tulis Jhon seperti dikutip Suara.com, Selasa (4/4/2023).
Harapan satu-satunya adalah Puan selaku Ketua DPR berani mengesahkan UU Perampasan Aset koruptor. Cara itu dinilai bisa meningkatkan kepercayaan publik kepada Puan secara signifikan, sehingga menambah modal untuk maju bertarung dalam Pemilu 2024.
"Puan berani mengetuk palu UU Perampasan Aset koruptor. Ini akan menaikkan elektabilitas Puan secara signifikan," tandas Jhon Sitorus.
Pendapat Jhon terkait elektabilitas Puan itu pun ramai mendapatkan atensi warganet. Mereka menuliskan beragam opini, mulai dari mendukung Puan hingga mengkritiknya.
"Kalau manusia ini jadi presiden, dunia seketika bisa kiamat. Harga BBM Pertalite bisa-bisa per liter jadi Rp 20 ribu," komentar warganet.
"Semoga ibu Puan menjadi capres dari PDIP. Selamat ya bu," dukung warganet.
"Sebulan ini Ganjar yang rame, dan akhirnya tenggelam. Puan sementara ini lenyap karena main aman," nilai warganet.
"Puan politisi terlatih dan mainya kalem. Beliau putri berdarahkan orang Sumbar. Beliau punya jati diri anti menjilat, punya intagritas tinggi. Mainnya lembut, mampu membenamkan Ganjar yang tak punya partai," puji warganet.
"Banyak perempuan pintar dan hebat di Indonesia. Puan bukan pilihan yang tepat, dia bisa seperti ini karena," sentil warganet.