Wanti-wanti Buat Demokrat Soal Tawaran Masuk Kabinet Jokowi, Salah-salah Bisa Jadi Blunder

Dwi Bowo Raharjo | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Jum'at, 06 Oktober 2023 | 16:18 WIB
Wanti-wanti Buat Demokrat Soal Tawaran Masuk Kabinet Jokowi, Salah-salah Bisa Jadi Blunder
Presiden Joko Widodo bersama Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka, Jakarta. (ANTARA/Bayu Prasetyo)

Suara.com - Partai Demokrat diimbau tak salah langkah dalam menyikapi adanya tawaran untuk masuk dalam kabinet pemerintahan Presiden RI Jokowi.

Hal itu disampaikan oleh Analis Politik yang juga Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno.

Menurutnya, Demokrat bisa saja blunder memilih bergabung dengan pemerintah. Jika itu dilakukan, maka bisa saja para pemilih partai yang diketuai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu menjauh.

"Ini memang tahun politik jangan sampai pilihan Demokrat gabung ke pemerintah justru blunder yang menjauhkan Demokrat dengan pemilihnya," kata Adi saat dihubungi, Jumat (6/10/2023).

Hal itu disampaikan Adi usai ditanya mengenai desas-desus Demokrat ditawari masuk dalam kabinet pemerintah usai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertemu Presiden Jokowi. Apalagi kekinian ada menteri yang terbelit kasus hukum korupsi.

Menurutnya, Demokrat harus menghitung untung ruginya sebelum memutuskan bergabung dengan pemerintah.

"Problemnya, apa demokrat sudah menghitung dampak plus minusnya gabung Jokowi mengingat basis pemilih Demokrat selama ini sangat anti Jokowi," tuturnya.

Di sisi lain, kata dia, kalau pun ada tawaran untuk bergabung, harus ada daya tarik yang saling menguntungkan dari adanya tawaran tersebut.

"Harus ada mutual interesting. Jika betul ditawari masuk kabinet dan SBY tertarik join, pasti jadi ini barang. Tapi kalau cuma bertepuk sebelah tangan tentunya susah. Misalnya kalau cuma Demokrat berharap masuk tapi tak ditawari itu sulit," ujarnya.

"Atau sebaliknya jika hanya ditawari tapi demokrat tak minat juga rumit. Kuncinya mutual interesting," sambungnya.

Pertemuan SBY-Jokowi

Sebelumnya Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, mengatakan pertemuan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor pada Senin (2/10/2023) tidak membahas mengenai reshuffle kabinet. Menurutnya, pertemuan itu hanya dalam rangka silaturahmi.

"Tak ada hubungannya antara silaturahmi kebangsaan ini dengan isu reshuffle yang tengah berkembang," ucap Kamhar kepada Suara.com, Selasa (3/10/2023).

Meski begitu, Kamhar sendiri belum mengetahui secara rinci isi pertemuan SBY dan Jokowi.

Meski demikian Demokrat berharap, pertemuan itu dapat membuat dinamika politik Tanah Air menjadi lebih sejuk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nusron Wahid Prediksi Demokrat Masuk Barisan Pemerintah: 2019 Mau Dukung Jokowi, Tapi Ditolak PDIP

Nusron Wahid Prediksi Demokrat Masuk Barisan Pemerintah: 2019 Mau Dukung Jokowi, Tapi Ditolak PDIP

Kotak Suara | Jum'at, 06 Oktober 2023 | 10:32 WIB

Sejarah Hubungan 'Spesial' Prabowo dan SBY, Dulu Bersaing Sekarang Karib

Sejarah Hubungan 'Spesial' Prabowo dan SBY, Dulu Bersaing Sekarang Karib

Lifestyle | Kamis, 05 Oktober 2023 | 18:27 WIB

Penampakan Langka SBY Pakai Seragam TNI, Warganet Takjub: Age Like Fine Wine

Penampakan Langka SBY Pakai Seragam TNI, Warganet Takjub: Age Like Fine Wine

Lifestyle | Kamis, 05 Oktober 2023 | 17:39 WIB

Angelina Sondakh Bersihkan Septic Tank dan Got di Penjara: Mending Kita Terlihat Kotor dan Nista

Angelina Sondakh Bersihkan Septic Tank dan Got di Penjara: Mending Kita Terlihat Kotor dan Nista

Entertainment | Kamis, 05 Oktober 2023 | 19:55 WIB

Diam-diam, Jokowi Sudah Tawarkan Kursi Menteri untuk Demokrat di Kabinet Sebelum Bertemu SBY

Diam-diam, Jokowi Sudah Tawarkan Kursi Menteri untuk Demokrat di Kabinet Sebelum Bertemu SBY

News | Kamis, 05 Oktober 2023 | 16:39 WIB

Terkini

Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok

Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok

Kotak Suara | Rabu, 08 Januari 2025 | 16:29 WIB

Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK

Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK

Kotak Suara | Sabtu, 04 Januari 2025 | 13:58 WIB

Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik

Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik

Kotak Suara | Selasa, 24 Desember 2024 | 06:12 WIB

Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur

Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur

Kotak Suara | Senin, 23 Desember 2024 | 11:26 WIB

Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano

Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano

Kotak Suara | Sabtu, 21 Desember 2024 | 14:37 WIB

MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam

MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam

Kotak Suara | Jum'at, 20 Desember 2024 | 23:22 WIB

Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu

Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu

Kotak Suara | Kamis, 19 Desember 2024 | 19:26 WIB

Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire

Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 20:51 WIB

Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK

Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 20:27 WIB

Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024

Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 12:34 WIB