Suara.com - Bakal calon wakil presiden dari Koalisi Perubahan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menanggapi hasil survei yang menyatakan mayoritas masyarakat Indonesia menginginkan Pilpres 2024 dilakukan satu putaran.
Hal itu Cak Imin sampaikan saat menghadiri acara perayaan ulang tahun ke-12 Partai NasDem.
"Survei yang mau-maunya saja deh," kata Cak Imin di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11/2023).
Lebih lanjut, Cak Imin menilai survei yang dilakukan Populi Center itu sebagai penggiringan opini.
"Pasti lah itu (penggiringan opini)," ujar Cak Imin.
Sebelumnya, Populi Center merilis survei yang menunjukkan 64,9 persen masyarakat menginginkan pelaksanaan Pilpres 2024 berjalan satu putaran.
Survei nasional yang dilakukan pada 29 Oktober sampai 5 November 2023 itu menyampaikan 26,9 persen responden menginginkan dua putaran, 4 persen tak masalah dengan jumlah putaran, dan 4,2 persen lainnya tidak menjawab.
"Publik bisa dikatakan optimistis pilpres tahun ini berlangsung satu putaran," kata Peneliti Populi Center Hartanto Rosojati.
Beda hasil Survei
Sebelumya, Juru Bicara Tim Nasional Anies-Muhaimin (AMIN) Andi Sinulingga sempat mempertanyakan hasil survei Populi Center yang dinilai sangat berbeda dengan hasil dari lembaga survei lain yang belum lama merilis surveinya.
"Pertanyaannya muncul kenapa hasilnya beda sekali," kata Andi menanggapi survei di kantor Populi Center, Jakarta Selatan, Kamis (9/11/2023).
Andi memahami, beda lembaga survei tentu berbeda dalam merilis hasilnya. Tetapi menjadi pertanyaan berikutnya dari dia adalah terkait survei Populi Center sudah perneh dipersentasikan sebelumnya atau belum.
"Survei ini sudah dipresentasikan sebelum ini atau baru ini dipresentasikan atau sudah dipresentasikan sebelum dipresentasikan ke kita. Pertanyaannya muncul, ke siapa ini dipresentasikan survei ini itu menurut saya itu harus disebutkan siapa klien dari survei ini," kata Andi.
Sementara itu perwakilan dari Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Eko Kunthadi juga mempertanyakan.
"Hasil survei ini untuk apa? Karena survei selain dalam tanda kutip seolah-olah memberikan data kepada publik, juga memberikan, mengarahkan persepsi publik untuk satu tujuan," kata Eko di kantor Populi Center.