Heran Banyak Aktivis yang Diculik Malah Gabung Prabowo, Usman Hamid: Terlihat Pragmatis

Rabu, 06 Desember 2023 | 16:11 WIB
Heran Banyak Aktivis yang Diculik Malah Gabung Prabowo, Usman Hamid: Terlihat Pragmatis
Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid saat berada di Kantor KPU, Jakarta pada Rabu (6/12/2023). [Suara.com/Dea]

Suara.com - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mempertanyakan sikap politik sejumlah aktivis korban penculikan dan penghilangan paksa pada 1997-1998 yang mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden  (capres).

Dia menilai, langkah aktivis yang telah bebas dari penculikan itu didasari pada alasan pragmatis.

Menurut Usman, ada dua kemungkinan alasan korban penculikan mendukung Mantan Danjen Kopassus Prabowo Subianto, yakni menjadi mereka lupa atau tidak memiliki kepekaan terhadap korban lainnya yang hingga saat ini belum ditemukan.

"Contohnya Yani Afri, putra dari Ibu Tuty Koto. Anaknya, Hardingga, sampai sekarang masih mencari ayahnya itu. Demikian pula Wiji Thukul, itu juga saya kira sampai sekarang belum ditemukan," kata Usman di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta Pusat, Rabu (6/12/2023).

Lebih lanjut, Usman berpendapat beberapa aktivis yang belakangan mendukung Prabowo menganggap bahwa mereka bisa bebas tanpa melalui siksaan.

Padahal, lanjut Usman, mereka disiksa sebagaimana yang pernah dialami Nezar Patria yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika.

"Saya tidak tahu apakah Andi Arief pernah disiksa, tapi kalau pernah, lalu bergabung, saya kira kita patut mempertanyakannya, kenapa gitu?" ujar Usman.

Andi Arief saat ini merupakan politisi Partai Demokrat yang masuk dalam Kolisi Indonesia Maju (KIM) pengusung Prabowo. Nama lain yang disebut Usman, yakni Budiman Sudjatmiko.

Solidaritas Dipertanyakan

Baca Juga: Panelis Debat Capres-cawapres Diharapkan Kuasai Isu HAM dan Faktual

Usman menyebut, Budiman bukan aktivis yang diculik dan disiksa. Namun, Usman tetap mempertanyakan solidaritas Budiman terhadap aktivis yang pernah disiksa dan masih hilang sampai saat ini.

"Saya kira terlalu terlihat pragmatis dan mungkin itu yang menyebabkan mereka bergabung, bukan karena alasan HAM, tapi karena alasan-alasan kepentingan jangka pendek politik," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Direktur Amnesty International Indonesia Wirya Adiwena menambahkan penyiksaan yang dilakukan pejabat negara merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan.

Terlebih, terduga pelaku penyiksaan berada dalam lingkaran pemerintahan dan menjadi capres yang berpotensi memegang jabatan tertinggi di Indonesia.

Budiman Sudjatmiko (IG @/masbud_sudjatmiko)
Budiman Sudjatmiko (IG @/masbud_sudjatmiko)

"Harusnya kita semua sangat khawatir dan tidak serta merta melihat bahwa saat ada orang yang kemudian bergabung dengan tim ini atau tim itu, kemudian menihilkan keberadaan penyiksaan tersebut," ucap Wirya.

Sebelumnya, Amnesty International Indonesia mengusulkan tiga isu HAM kepada KPU agar menjadi pembahasan dalam debat capres-cawapres. Usman menyebutkan isu pertama yang diusulkan ke KPU yakni soal kebebasan berekspresi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI