Indra Charismiadji: Anies-Imin Ingin Mencerdaskan Bangsa, Bukan Membodohi Rakyatnya

Fabiola Febrinastri

Minggu, 17 Desember 2023 | 12:20 WIB
Indra Charismiadji: Anies-Imin Ingin Mencerdaskan Bangsa, Bukan Membodohi Rakyatnya
Capres nomor urut 1, Anies Baswedan, bercerita banyak pihaknya yang tidak percaya bahwa ia akan memenangkan Pilkada JAkarta 2017. (Foto dok. Anies)

Suara.com - Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN), Indra Charismiadji menilai satu-satunya pasangan calon yang mempunyai konsep membangun manusia ada pada Anies dan Gus Muhaimin.

Pernyataan ini disampaikan menanggapi permasalahan pendidikan Indonesia yang dinilainya sudah berada di titik bahaya.

“Dan harus dibenahi,” kata Indra dalam podcast Youtube Nur Iswan Channel bertajuk PILIH CAPRES MENCERDASKAN BANGSA, BUKAN MEMBODOHKANI Ft. INDRA CHARISMIADJI, PEMERHATI PENDIDIKAN, Sabtu, (16/12/2023).

Indra berharap, tidak ingin melihat bangsa ini terus dibodoh-bodohi. “Satu-satunya paslon yang mempunyai konsep membangun manusia bukan membangun benda hanya Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Yang lain membangun benda,” ujar dia.

Indra memberi bukti bahwa Anies adalah satu-satunya menteri pendidikan yang tahu permasalahan pendidikan. Hal itu diperlihatkan pada saat menjabat di awal periode kabinet pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla dengan mempresentasikan makalah berjudul Gawat Darurat Pendidikan di Indonesia kepada bawahannya di Kemendikbud pada 2015.

Indra menyayangkan langkah Anies membenahi dunia pendidikan harus terhenti di tengah jalan. Cucu pahlawan Abdurrahman Baswedan itu, kata dia, tidak diberi kesempatan untuk mencari obat dari masalah pendidikan. “Karena tidak sampai dua tahun sudah di-reshuffle,” katanya.

Berbicara soal membangun manusia, menurut Indra, membutuhkan waktu. Dia membandingkan kualitas kepemimpinan di Indonesia yang terlihat ingin dipilih lagi dengan menelurkan kebijakan monumental seperti jalan tol, kereta cepat, dan bandara.

Secara fisik, kata dia, memang terlihat meski tidak terlihat membangun manusia.

Sementara, membangun manusia, menurut Indra, harus bertahap. Dia memberi contoh sejak sekolah dasar sampai lulus membutuhkan waktu empat periode. Bangsa Indonesia, kata dia, membutuhkan pemimimpin yang bukan memikirkan ingin terpilih lagi.

baca juga

“Tapi memikirkan bagaimana memang anak-anak itu butuh dicerdaskan. Jadi tidak memikirkan legacy diri sendiri. Dan itu saya melihat ada pada sosok Anies Baswedan,” ujar dia.

Indra menilai masalah utama pendidikan di Indonesia saat ini bertentangan dengan cita-cita para pendiri bangsa. Dia mengatakan kalau acuannya pada UUD 1945, harusnya tugas pemerintah adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Faktanya bangsa ini malah menjadi salah satu bangsa yang kualitas pendidikannya terburuk di dunia,” ujarnya.
Dia memberi contoh dari hasil tes PISA yang mengukur kualitas pendidikan negara-negara di dunia. Indonesia kata dia berada di posisi enam terbawah.

Hal itu dibuktikan dari kemampuan membaca, matematika, dan sains kita sangat lemah. Efeknya kata Indra Indonesia disebut sebagai salah satu bangsa yang paling tidak bisa membedakan mana fakta mana opini akibat tidak memiliki referensi.

“Makanya bingung bedanya asal sulfat dengan asam folat. Itu contoh saja ketidakmampuan kita dalam mencari referensi. Itu parahnya di situ,” ujar Indra.

Indra menjelaskan jika ingin diurut masalahnya pemerintah sudah salah dalam mengelola pendidikan. Orang Indonesia kata dia ketika ditanya tentang pendidikan yang muncul di kepala adalah sekolah.

Nilai, ijazah, gelar, menurut Indra adalah cara pandang pendidikan saat ini. Padahal bapak pendidikan kita Ki Hajar Dewantara mengatakan pendidikan harus seimbang di tiga pusat yaitu rumah, pergerakan pemuda sebagai pusat pendidikan, dan perguruan atau sekolah.

Indra mengatakan Indonesia bisa membandingkan dalam soal pendidikan dengan Finlandia. Di negara tersebut menurutnya jam belajar sekolah hanya berlangsung tiga hingga empat jam. “Mata pelajaran di sana cuma delapan, kita 18 belas. Anak sekolah dari pagi sampai sore pulang sekolah ikut bimbingan belajar. Dari data PISA, anak Indonesia mempunyai pekerjaan rumah paling banyak. Mereka mengerjakan dua jam rata-rata pr tiap hari,” tuturnya.

Indra menjelaskan bahwa kita tidak pernah berupaya bagaimana cara orang tua mendidik anaknya sendiri di rumah. Orang tua di Indonesia katanya lebih banyak menyerahkan ke orang lain dalam hal pendidikan anaknya. Alasannya tidak punya kepercayaan diri karena pendidikan itu mengerjakan sinus tangen atau sekolah. Padahal pendidikan itu ujar dia bicara tentang kesehatan, kebersihan, etika, dialog, beragama. Hal Itu katanya dimulai dari rumah.
Anies dalam hal ini kata Indra adalah satu-satunya menteri pendidikan yang membangun Direktorat Pendidikan Orang Tua di Kementerian Pendidkan.

“Sekarang sudah dihapus lagi. Beliau (Anies) sudah tahu penyakitnya. Beliau banyak dicemoooh ketika menggulirkan program pertama hari sekolah mengantar anak,” ujar dia.

Anies, menurut Indra, melihat penyakit utama dalam dunia pendidikan adalah orang tua itu tidak menjadi bagian dari proses pendidikan yang harusnya yang pertama dan utama. “Kita mau pergi ke negara manapun itu semua dimulai dari rumah. Jadi jangan bilang orang tua sibuk. Ada proses yang sederhana. Contohnya orang Amerika dari zaman bayi di perut sudah dibacakan cerita sampai dia lahir,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ponpes Lirboyo Dukung Anies-Muhaimin, Ini Profilnya

Ponpes Lirboyo Dukung Anies-Muhaimin, Ini Profilnya

Kotak Suara | Minggu, 17 Desember 2023 | 12:17 WIB

Ponpes Lirboyo Nyatakan Dukungannya pada Anies-Muhaimin

Ponpes Lirboyo Nyatakan Dukungannya pada Anies-Muhaimin

Kotak Suara | Minggu, 17 Desember 2023 | 12:14 WIB

Pendidikan Vokasi di Morowali Minim, Anies: Harus Segera Dibangun

Pendidikan Vokasi di Morowali Minim, Anies: Harus Segera Dibangun

Kotak Suara | Minggu, 17 Desember 2023 | 12:09 WIB

Anies Merasa Perlu Dirikan Koperasi untuk Mendukung Perekonomian Morowali

Anies Merasa Perlu Dirikan Koperasi untuk Mendukung Perekonomian Morowali

Kotak Suara | Minggu, 17 Desember 2023 | 12:06 WIB

Soal Etik Ndasmu, PKS Khawatir Gemoy Prabowo Mulai Hilang: Jogetin Aja Pak

Soal Etik Ndasmu, PKS Khawatir Gemoy Prabowo Mulai Hilang: Jogetin Aja Pak

Kotak Suara | Minggu, 17 Desember 2023 | 11:44 WIB

Kubu Prabowo - Gibran Usul Format Debat Town Hall, Anies: Otentik Aja, Gak Usah Banyak Kosmetik!

Kubu Prabowo - Gibran Usul Format Debat Town Hall, Anies: Otentik Aja, Gak Usah Banyak Kosmetik!

Kotak Suara | Minggu, 17 Desember 2023 | 11:28 WIB

Terkini

Gaya Pelari Ramaikan Milo ACTIV Indonesia Race 2026 di Jakarta

Gaya Pelari Ramaikan Milo ACTIV Indonesia Race 2026 di Jakarta

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:30 WIB

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:00 WIB

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

×