Adu Visi Misi Soal Kesehatan Mental Capres-Cawapres 2024

Dany Garjito, Dyah Ayu Nur Wulan

Jum'at, 22 Desember 2023 | 18:01 WIB
Adu Visi Misi Soal Kesehatan Mental Capres-Cawapres 2024
Ilustrasi tiga Bacapres dan Bacawapres di Pilpres 2024. (Suara.com/Ema)

Suara.com - Kesehatan mental kekinian memang perlu menjadi perhatian, terutama bagi pemerintah. Lantaran gangguan mental kini menjadi tren yang mengalami peningkatan.

Tren ini pun sudah mengalami peningkatan pada beberapa tahun belakangan. Pada tahun 2021 Kemenkes mencatat prevalensi orang dengan gangguan jiwa sekitar 1 dari penduduk atau 20 persen populasi di Indonesia.

Diketahui, ada 2,45 juta remaja di Indonesia tergolong orang dalam gangguan jiwa. Angka tersebut didapat dari survei I-NAMHS (2021).

Namun sebenarnya, angkanya lebih banyak lagi mencapai sekitar 15,5 juta remaja yang terdiagnosis memiliki setidaknya satu masalah kesehatan mental dan masuk pada kategori orang dengan masalah kejiwaan.

Fenomena ini pun mulai tampak menyedihkan, lantaran hanya 2,6 persen remaja saja yang menyadari dan mencoba mencari bantuan profesional untuk menangani masalah mental yang mereka alami.

Tercatat merujuk pada data BRIN ada 2.112 kasus bunuh dari dalam kurun waktu 11 tahun terakhir (2012-2023) di Indonesia. Sebanyak 985 kasus itu dilakukan oleh para remaja.

Tentu saja penanganan persoalan ini kerap menghadapi beberapa kendala. Selain soal stigma dan diskriminasi, cakupan layanannya belum sepenuhnya maksimal.

Diketahui pula, sejumlah 260 juta jiwa penduduk Indonesia hanya ada 3.605 psikologis klinis atau 1,2 per 100 ribu penduduk. Sebanyak 80 persen di pulau Jawa.

Akses layanan kesehatan mental di fasilitas kesehatan level pertama pun masih kurang memadai. Melansir pada data Kemenkes, dari sekitar 10.000 puskesmas, baru 6000 puskemas yang melayani kesehatan jiwa.

baca juga

Menjelang Pemilu 2024, hal ini pun menjadi isu yang perlu dibahas pada gagasan para capres-cawapres, lantas bagaimana solusi yang mereka tawarkan pada masalah ini? Berikut ulasannya.

Adu Visi Misi Soal Kesehatan Mental Capres-Cawapres 2024

Berikut visi misi masing-masing capres-cawapres 2024 soal kesehatan mental:

Anies-Muhaimin

Program kesehatan mental tercantum pada agenda misi 5 poin 8, merujuk dari visi misi AMIN:

1. Mendorong edukasi tentang pentingnya kesehatan mental untuk menghapus stigma negatif, dimulai dari keluarga dan sekolah melalui aktivitas kelompok dukungan sebaya dan penguatan peran konselor di sekolah dan perguruan tinggi.

2. Menjaga kesehatan mental masyarakat di antaranya melalui penambahan ruang publik dan memfasilitasi berbagai kegiatan masyarakat sebagai tempat mengekspresikan diri dan potensinya.

3. Mendorong hadirnya konselor kesehatan mental di puskesmas dan menyediakan layanan konseling daring gratis berkolaborasi dengan lembaga komunitas yang ada.

4. Menyediakan layanan pusat krisi hotnline 24 di tiap kabupaten/kota yang terintegrasi dengan layanan rumah sakit dan rumah aman, berkolaborasi dengan berbagai lembaga dan komunitaas yang ada.

5. Memperkuat sistem rujukan pelayanan kesehatan jiwa di setiap provinsi melalui peningkatan pelayanan kesehatan jiwa di rumah sakit.

Selain itu, Anies-Muhaimin juga memiliki agenda khusus yang akan diterima 28 kelompok masyarakat. Mahasiswa dan kalangan Gen Z dan Milenial pun termasuk.

Prabowo-Gibran

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tak mencantumkan secara spesifik soal kesehatan mental.

1. Prabowo-Gibran hanya memaparkan soal kesehatan secara umum. Hal itu pun tercantum pada poin 7 di 17 Program Prioritas Prabowo-Gibran.

2. Menjamin tersedianya pelayanan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia: seperti peningkatan BPJS Kesehatan dan penyediaan obat untuk rakyat.

3. Sementara dalam 'Asta Cita 4 Prabowo-Gibran' mereka akan memperkuat sistem kesehatan nasional.

Ganjar-Mahfud

Isu kesehatan mental dalam visi misi paslon nomor tiga ini dimuat dalam misi 1 poin 1.1.4 soal Penguatan Kesehatan Mental, yakni sebagai berikut.

Penyediaan nomor darurat 24 jam 7 hari seminggu bebas biaya dan membentuk lembaga krisis untuk menangani masalah kesehatan mental secara responsif dan holistik, dengan membangun pos-pos konseling di semua kampus, layanan kesehatan jiwa dan di semua puskesma, dan fasilitas layanan jiwa di seluruh rumah sakit umum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Johnson Indonesia Tekankan Pentingnya Kesadaran dan Advokasi Kesehatan Mental

Johnson Indonesia Tekankan Pentingnya Kesadaran dan Advokasi Kesehatan Mental

Health | Jum'at, 15 Desember 2023 | 17:48 WIB

Adu Visi Misi Soal Transportasi Publik dari 3 Capres dan Cawapres

Adu Visi Misi Soal Transportasi Publik dari 3 Capres dan Cawapres

Kotak Suara | Jum'at, 15 Desember 2023 | 16:45 WIB

Pengaruh Debat Capres dan Cawapres ke Pemilih Pemula

Pengaruh Debat Capres dan Cawapres ke Pemilih Pemula

Kotak Suara | Kamis, 14 Desember 2023 | 18:34 WIB

Terkini

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:26 WIB

×